Pos

Senjakala Sains?

Oleh : Dr. Soffa Ihsan* Perang,wabah, bencana alam, bencana tehnologi, bencana medis, krisis emergi, krisis pangan, kiamat internet, kekacauan massal (great refusal), kegaduhan politi, kekerasan dan terorisme adalah wajah-wajah giris nan mencekam yang akan terus mengintai dan menghujami kehidupan umat manusia. Yuval Noah Harari menujumankan berbagai ancaman terhadap umat manusia ke depan akan mengguncang dunia. […]

Borobudur, Ketahanan Pangan, dan Kita yang Kerap Lupa

Oleh : Purnawan Andra* Di banyak tempat, candi diperlakukan seperti benda masa lalu yang harus dijaga dari lumut, debu dan turis. Tapi candi Borobudur tidak sesederhana itu. Ia bukan hanya monumen agama, tetapi juga semacam buku batu yang menyimpan cara hidup. Di tubuh candinya terdapat sekitar 2.672 relief, dengan 1.460 panel naratif yang menutupi kurang […]

Estetika di balik “Tari Gandrung”

Oleh: Brusheila Devi Proboyasti* Refleksi Kritis atas Pengalaman di Jiwa Jawa Ijen dan Taman Gandrung Terakota – Banyuwangi Seni sebagai Pengalaman Hidup Seni pertunjukan, terutama tari tradisional, kerap dipahami masyarakat sebagai sekadar tontonan yang indah dan menghibur. Namun, pemahaman semacam itu melupakan hakikat terdalam dari seni itu sendiri, yaitu sebagai pengalaman hidup yang utuh dan […]

Horor Mei Taman Suropati

Oleh Agus Dermawan T* Pada Mei 1998 silam Taman Suropati di Jakarta Pusat, menjelma jadi lapangan horor sosial-politik menyeramkan. Mari mengingat sejarah kecil taman artistik yang berusia seabad lebih ini. ———– TAMAN Suropati, yang bersentuhan dengan Jalan Diponegoro dan Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, adalah taman legendaris di Jakarta. Alkisah taman ini dibangun oleh F.J.Kubatz […]

Rumah Seribu Kisah

Oleh HMMC J WIRTJES XVI (YANCE)* Di Medan tidak ada rumah lain selain rumah Bang Jim Siahaan yang menyimpan ribuan kisah drama kemanusiaan. Rumah yang sudah berusia seabad itu terletak di jalan Letjend R Suprapto No 11, Medan.Hal itu dapat terjadi berkat ribuan artefak yang tersimpan di sana. Pada kesempatan ini saya menampilkan satu kisah […]

Melanjutkan Jejak Intelektual Syekh Yusuf al-Makassari

Oleh: Fathurrochman Karyadi* Pada 28 April 2026, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) menggelar Peringatan 400 Tahun Kelahiran Syekh Yusuf al-Makassari di Masjid Agung Banten Lama. Acara ini juga diisi dengan diskusi intelektual oleh Oman Fathurahman, Muzdalifah Sahib, Upi Asmaradhana, pameran manuskrip, pertunjukan musik religi oleh Debu, Tari Rampak Bedug, Tari Ratoh Jaroe, dan pembacaan […]

Arsip dan Masa Depan Sejarah Musik Indonesia

Oleh Abad Akbar*   Arsip menjadi jembatan antara masa kini dan masa lalu. Melalui arsip kita mampu memahami apa yang pernah terjadi maupun apa yang tidak terjadi. Sering kali foto atau surat yang tiba-tiba kita temukan memunculkan kembali berbagai kenangan tentang suatu masa. Begitulah pentingnya peran arsip dalam kehidupan kita. Terlepas dari itu, kehadiran arsip […]

Film Pelajar dan Warisan Budaya Lokal di Purbalingga

 Oleh Abdul Wachid B.S.* Festival Film Pelajar Purbalingga (FFP) bukan sekadar arena lomba; ia merupakan laboratorium kultural tempat generasi muda belajar memaknai, merekam, dan mempertahankan akar budaya melalui praktik sinema. Fenomena ini penting karena memperlihatkan bahwa produksi film di tingkat sekolah bukan hanya soal teknik, estetika, atau kompetisi, melainkan praktik representasi yang aktif membentuk pemahaman […]

Menjaga Ribuan Cerita di Tengah Perubahan Zaman di Museum Wayang Kekayon Yogyakarta

Oleh Anisyah Padmanila Sari* Setiap hari, ribuan kendaraan menderu di depan gerbangnya, memacu mesin menuju pantai-pantai eksotis di Gunungkidul. Deru knalpot, klakson, dan laju wisata seakan tak pernah berhenti. Jalan raya itu seperti arteri utama yang mengalirkan manusia menuju lanskap-lanskap indah di selatan hingga timur, cepat, padat, dan tanpa jeda. Namun, tepat di kilometer tujuh […]

Estetika Pesisir: Bedah Seni Visual dan Materialitas Kelenteng Cu An Kiong Lasem

Oleh Muh Nur Khusen* Di tepian Sungai Lasem, berdiri sebuah bangunan yang telah menyaksikan perputaran waktu selama lebih dari lima abad. Kelenteng Cu An Kiong, yang namanya berarti “Istana Ketentraman Welas Asih“, bukan sekadar artefak religi melainkan sebuah Gesamtkunstwerk atau “Karya Seni Total” di mana arsitektur, seni lukis, seni ukir, dan tata ruang menyatu dalam harmoni […]