Soewardi Soerjaningrat: Kayu Bakar Pergerakan Kebangsaan

Oleh Imran Hasibuan Hari ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional, yang juga hari kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Tapi, sebelum mendirikan Taman Siswa (pada 5 Juli 1922) dan dikenal luas sebagai pendidik, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat adalah aktivis pergerakan kebangsaan yang ditakuti pemerintah kolonial Hindia Belanda, serta […]

Hidup Harus Lebih Dari Sekadarnya (Mengenang Radhar Panca Dahana (1965-2021))

Oleh Akmal Nasery Basral Indonesia kehilangan lagi seorang sastrawan, budayawan, pemikir sosial, aktivis peradaban dengan wafatnya Radhar Panca Dahana semalam. Seorang penulis prolifik dan eklektik yang ketajaman opininya menjelajahi khazanah susastra sampai politik dengan artikulasi lentur yang bisa memutar-mendakik, bisa pula menghunus-membidik. Dia seorang cempiang nan sulit dicari tandingan. Perkenalan saya dengan Radhar dimulai pada […]

Ukiran Putri Duyung di Danau Sentani dan Kisah Migrasi dari Pasifik

Oleh Hari suroto Danau Sentani merupakan danau air tawar terbesar di Papua. Suku Sentani bermukim di tepi danau dan pulau-pulau di Danau Sentani. Menurut salah satu mitos yang dipercaya oleh suku Sentani, disebutkan bahwa nenek moyang mereka berasal dari Papua Nugini. Mitos yang lain menyebutkan sebagian mereka berasal dari wilayah matahari terbit atau sebelah timur. Hal […]

Cerita Rakyat dari Penemuan Situs di Papua

Oleh Hari Suroto Penelitian arkeologi di Indonesia, terutama di Papua, ternyata tidak melulu diinisiasi oleh peneliti dan institusi pendidikan/penelitian semata. Seringkali penelitian arkeologi didahului dengan penemuan benda-benda arkeologi oleh warga setempat maupun informasi yang sudah ada sebelumnya di antara mereka. Informasi penemuan benda-benda arkeologi oleh penduduk ini ditindaklanjuti dengan survei arkeologi. Survei arkeologi adalah pengamatan […]

Umbu Landu Paranggi, RIP

Aide Memoire bukalah jendela, di luar angin menyiapkan pelaminan kemarau sebelum burung-burung dan daunan luput dari nyalang pandang dukaku catatan-catatan mengubur segala kecewa upacara kecil hari-hari kelampauanku bukalah kerudung jiwa di sini gemakan kenangan pengembaraan sunyi jauh atau dekat, dari ruang ini sebelum sayap-sayap derita dan kerja pergi berlaga mendarahi bumi dan dengan gemas menyerbu […]

Dari Luang Prabhang sampai Vang Vieng

Oleh Yudhi Widdyantoro …Bandar itu sunyi. Hanya terdengar suara dengung laler di jalan-jalan dan kedai. Arca Buddha terbaring di lapangan yang kotor merenungi gerimis yang berdoa kepada daun-daunan dan rumputan. Di jalan ke kuil, sekelompok serdadu yang letih bermain gitar mencari keindahan antara sinar bulan dan bau bangkai… (Abdul Hadi W.M 1975) 1 Abdul Hadi […]

Toleransi di Fakfak

Oleh Hari Suroto Dalam budayanya, masyarakat Fakfak, Papua Barat sangat toleran, hal ini tercermin dari filosofi satu tungku tiga batu. Arti filosofi tungku tiga batu ini adalah masyarakat Fakfak sangat toleran terhadap perbedaan. Sejak zaman dahulu, masyarakat Fakfak terbuka dengan masyarakat baru yang datang dari luar. Masyarakat Fakfak sangat menghormati dan menghargai orang lain. Berbagai […]

Satyagraha: Jurnalis Sulindo Yang Terlupakan

Oleh Imran Hasibuan Lelaki tua itu berdiri di tengah pintu rumah sederhana, di sebuah perumahan, di pingggir Kota Bekasi. Perawakannya sedang, agak membungkuk. Sebuah kacamata tebal menempel di wajahnya yang mengguratkan keramahan. “Perkenalkan, saya Satyagraha. Ayo, silakan masuk,” katanya, sambil bersalaman. Sesaat kemudian ia pun mulai berkisah. Menjelang Pemilu 1955, pemilihan umum pertama setelah kemerdekan […]

Soe Hok Gie dan Kemanusiaan Pasca 1965

Oleh Ramdan Malik Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi Di beranda ini angin tak kedengaran lagi Langit terlepas. Ruang menunggu malam hari Kau berkata: pergilah sebelum malam tiba kudengar musim mendesak ke arah kita Di piano bernyanyi baris dari Rubayat Di luar detik dan kereta telah berangkat Sebelum bait pertama. Sebelum selesai kata Sebelum […]

Prahara Bandung Dan Trias Deventer

Oleh Doddi Ahmad Fauji Patung itu kecil saja ukurannya, ditopang oleh tiang yang tingginya sekira 2,5 meter, yang terpancang di mulut jalan kecil. Tiang dan patungnya tampak kusam, seperti tak pernah mendapatkan perawatan, hingga kehilangan pesonanya sebagai ikon dan tetengger (penanda) sebuah kawasan. Sejujurnya, saya tak sengaja melihatnya, karena ukurannya yang kecil dan tidak mencolok […]