Pos

(2) Theodoor Van Erp Dari Zeni(man) Menjadi Seniman

Oleh Nunus Supardi /1/ Pengantar Kedatangan Letnan Jenderal Thomas Stamford Raffles menggantikan pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels di bumi Nusantara, khususnya Jawa tahun 1811 telah memberi warna tersendiri bagi perkembangan ilmu pengetahuan Indonesia. Ilmu budaya, sejarah, arkeologi, antropologi, seni, botani, administrasi dll mendapatkan perhatian Sang Gubernur Jenderal. Selama hampir enam tahun memerintah (1811-1816) pada […]

Puisi-Puisi Khanafi

TENTANG BAHAGIA kata yang mengubahmu jadi pemimpi terlempar ke kota-kota paling murung jalan yang menjulur di tiap penjuru mata angin hanyalah lagu langkah sepi keterluntaan kau yang lebih terlunta dari pengemis merasakan sebuah kebanggaan tanpa rumah betapa bodohnya memilih menjadi sendiri dan melarikan diri dari belaian kekasih bahkan malam pun berbisik ke telingamu dengan suara […]

Toponomi Kota-kota di Jawa Timur, Berdasar Rute Mpu Sindok

Oleh Lembu Niskala* I Mpu Sindok memindahkan Mataram Kuno ke Jawa Timur pada tahun 929 M. Dan membangun dinasti baru di Jawa Timur bernama Wangsa Isana. Berdasar persebaran prasasti dapat dilacak rute perjalanan Mpu Sindok dari Jawa Tengah  masuk ke wilayah Jawa Timur tahap demi tahap. Sebelum membangun ibu kotanya (yang belum teridentifikasi jelas di […]

Antiga, Rianto dan Sosok-sosok Tubuh Abstrak

Oleh Benny Krisnawardi Banyak yang beranggapan Dunia tari Tanah Air tak lagi mengeliat seperti dulu. Lesu, mati suri, tak  bisa lagi meliuk dalam irama zaman yang terus berkembang seiring desas desus aura  melenial yang nyaris memupuskan rasa cinta akan warisan agung tari para leluhur bangsa.  Miris rasanya mendengar itu. Sebagai anak bangsa yang pernah dibesarkan […]

Kritikus Adinan Budi Darma Rasa Kafka

Oleh Sigit Susanto Budi Darma menulis kumpulan cerita berjudul Kritikus Adinan. Seperti pada karya lain Orang-Orang Bloomington, tokoh-tokohnya selalu berwatak aneh dan konyol seperti orang sakit jiwa. Kritikus Adinan sejak dari awal diceritakan kedatangan seorang tamu. Ditekankan oleh Budi Darma, pengarangnya bahwa yang ‘menarik’ kedatangan tamu itu pada cara tamu itu masuk pekarangan dengan membunyikan bel sepeda berkali-kali. Dari […]

Puisi-Puisi Hidayat Raharja

DI KETINGGIAN BUKIT BECICI Apa yang kaucari di ketinggian bukit becici Rimbun hutan mengelus langit Dan kota yang karam di curam Gemuruh pujian batang-batang pinus Orang-orang mendaki ketinggian Memandangi lebat dedaun kesepian Apa yang kau cari di ketinggian bukit becici Suara orang berkisah sambil berselfi menyusun kenangan Pohon sirsak, rambutan, dan durian saling bersahutan Di […]

Borobudur, Bung Karno, dan Walter Spies

Oleh Agus Dermawan T. Bagi Presiden Sukarno atau Bung Karno, Istana Bogor selalu membawa sejarah kepada Walter Spies, pelukis Jerman keturunan Rusia yang tutup usia di tengah laut itu. Ceritanya begini.  Syahdan pada 1942 pemerintahan Belanda melemah akibat agresi tentara Nazi pimpinan Hitler di Eropa. Tentara Jepang yang sedang malang melintang di Asia melihat kesempatan […]

Di antara Gunung dan Samudra: Sebuah Ziarah ke Kham-Tibet

Oleh Arahmaiani Pagi itu sebelum matahari terbit dan suasana masih terasa gelap aku dan asistenku Li Mu sudah berdiri didepan hotel darurat yang bentuknya seperti kotak barang di pelabuhan. Karena bangunan hotel sebelumnya hancur dilanda gempa lalu untuk sementara digantikan  kotak-kotak berbahan metal dengan konstruksi sederhana. Dengan tenang walau terasa masih lelah karena tidur yang […]

Keberagaman Stupa di Candi Borobudur

Oleh Karina Chandra Tidak adanya chattra di 72 stupa pendamping di Candi Borobudur seringkali menjadi salah satu argumen untuk menentang pemasangan kembali chattra hasil rekonstruksi van Erp. Padahal, selain chattra merupakan simbol penting dalam berbagai kitab Buddhis maupun di budaya Nusantara, relief Candi Borobudur sendiri amat sering menggambarkan stupa berchattra sebagai objek penghormatan. Bahkan relief Karmawibhangga […]

Krisis Identitas Borobudur: Objek Wisata atau Tempat Suci?

 Oleh: Silvi Wilanda  Belajarlah mencintai dari seorang ibu. Seorang ibu tidak melulu melontarkan sanjungan atau kata-kata indah pada anaknya. Kadang kala, ia memberikan kritik yang tidak mengenakkan telinga. Namun, di balik kritik tersebut tersimpan doa dan harapan. Barangkali kita perlu mencintai Borobudur dengan cara yang sama: tidak melulu dengan pujian, namun juga kritik yang membangun. Pujian […]