Pos

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI SUNAN KALIJAGA malam tidak jatuh malam datang seperti ibu tua yang berdiri di pagar bambu memanggil anaknya pulang lampu-lampu minyak dipadamkan satu per satu dari serambi langgar angin menggeser bau tikar pandan dan membawa sisa doa yang belum selesai diaminkan ada suara bukan dari mulut bukan dari langit tetapi dari […]

Mengukur Kemabruran Haji: Merintis Jalan Menuju Kesalehan Sosial

Oleh: Prof Dr Fauzi M.Ag* Pada musim haji 2026M/1447H ini, jamaah haji Indonesia berjumlah 221.000 jamaah yang terdiri dari 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. Mereka saat ini telah melaksanakan inti haji yaitu wukuf di Arofah, dan tengah melanjutkan menyelesaikan rangkaian rukun dan wajib haji. Seluruh rangkaian ibadah yang dijalankan bertujuan pada […]

Iduladha dan Teologi Pembebasan

Oleh: Dimas Indianto S.* Iduladha hadir bukan sekadar sebagai perayaan ritual yang menandai musim kurban, melainkan sebagai ruang kontemplasi tentang kebebasan manusia dari belenggu paling purba. Di tengah gema takbir yang melintas dari surau ke surau, manusia diajak menafsir ulang hubungan antara pengorbanan dan kemerdekaan batin. Kisah Nabi Ibrahim tidak berhenti sebagai narasi kepatuhan spiritual […]

Kamera Rakyat: Merawat Kebersamaan

Oleh : Bambang Supriadi* Erupsi Gunung Merapi tahun 2010 bukan sekadar letusan gunung berapi. Ia adalah dentuman yang merobek ingatan, memisahkan manusia dari rumahnya, dan meninggalkan abu di atas kehidupan yang sebelumnya tumbuh tenang. Asap pekat membubung ke langit, lahar meluncur menelan ladang dan ternak, sementara ribuan orang berlari meninggalkan kampung yang selama puluhan tahun […]

Cannes, Pesta Babi, dan Cara Kita Membaca Film

Oleh : Purnawan Andra* Ada satu hal yang selalu menarik dari film. Ia bisa mengantar nama sebuah negara ke panggung dunia, tetapi pada saat yang sama juga bisa membuat negara itu gugup ketika isi ceritanya terlalu dekat dengan urusan sendiri. Film adalah pedang bermata dua. Tahun 2026 ini, Indonesia hadir di Festival de Cannes lewat […]

Karya Seni yang Menggelisahkan Waktu

Oleh : Bambang Supriadi *   Manusia modern terjebak dalam labirin paradoks yang ganjil. Kita menciptakan jemari teknologi untuk merajut waktu dan meringankan beban, namun ironisnya, ruang hidup justru terasa kian menyempit. Segalanya bergegas: informasi melesat, komunikasi memintas, pekerjaan memburu, bahkan kehangatan antarmanusia lekas kedaluwarsa. Dunia seolah telah menghapus jeda, enggan memberi ruang sekadar untuk […]

Borobudur, Ketahanan Pangan, dan Kita yang Kerap Lupa

Oleh : Purnawan Andra* Di banyak tempat, candi diperlakukan seperti benda masa lalu yang harus dijaga dari lumut, debu dan turis. Tapi candi Borobudur tidak sesederhana itu. Ia bukan hanya monumen agama, tetapi juga semacam buku batu yang menyimpan cara hidup. Di tubuh candinya terdapat sekitar 2.672 relief, dengan 1.460 panel naratif yang menutupi kurang […]

Mendengar Banyumas Dari Dalam:Sebuah Pembacaan atas Balada Abdul Wachid B.S. dalam Kumpulan Balada Banyumas

Oleh : Talitha Salsabila* Ada cara tertentu orang Banyumas memandang dunia: tidak dari atas, tidak dari kejauhan, tetapi dari samping, sambil duduk, dengan tawa yang tidak tergesa dan kejujuran yang tidak memerlukan izin. Cara pandang itulah yang menjadi napas kumpulan puisi Abdul Wachid B.S. bertajuk Balada Banyumas, yang diterbitkan secara berseri di borobudurwriters.id sepanjang Desember […]

Membaca Puisi-Puisi Umi Kulsum Binti Jaenudin: Kesunyian Spiritual Gen Z dan Estetika “Keindahan yang Tidak Berisik”

oleh: Abdul Wachid B.S.* Puisi-puisi generasi muda hari ini banyak lahir dalam arus yang serba cepat. Media sosial membuat puisi sering hadir seperti kilatan singkat: menarik perhatian sesaat, mudah dikutip, lalu segera tenggelam dalam guliran berikutnya. Larik dipendekkan agar mudah dibagikan. Diksi dipilih bukan selalu demi kedalaman makna, melainkan demi efek cepat pada pembaca. Dalam […]

Puisi-puisi Umi Kulsum binti Jaenudin

HAKIKAT KEINDAHAN I Banyak yang mengira, Keindahan tinggal Di pelukan senja Atau cahaya bulan Yang menempel di pipimu Pasir membelai tubuh Dan bulu matamu Menggiring desir ke jantungku Namun, sesungguhnya, Keindahan kadang bersembunyi Di rintih perempuan lapar Yang tak bernama, Yang dibungkam jalan-jalan Dan pandangan orang-orang Yang sibuk menuju diri mereka sendiri Kau hadir, Bukan […]