Pos

Candi Borobudur Dan Proyek “SON ET LUMIÈRE” (Catatan Kecil 30 Tahun Candi Borobudur Sebagai Warisan Budaya Dunia)

Oleh Nunus Supardi /1/ Pengantar Pada 2021 ini, Candi Borobudur menginjak tahun ke-30 diterima masuk ke dalam Daftar Warisan Budaya Dunia (World Heritage List) oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Tepatnya  diterima pada 13 Desember 1991, dengan nomor urut  348, dan kemudian diperbaharui menjadi No. C 592. Kode ―C‖ berasal dari kata […]

Menghayati Kesucian Borobudur dari Segala Sisi

Oleh Bhadra Ruci, biksu “Dan siapapun, Ananda, yang meninggal ketika berziarah [ke keempat tempat tersebut], dengan hati penuh keyakinan, dia ketika tubuhnya terurai, setelah meninggal, akan terlahir kembali di alam kebahagiaan surgawi.” Kutipan yang diambil dari Mahaparinibbana Sutta, Digha Nikaya 16 ini kerap dianggap sebagai sumber rujukan utama praktik peziarahan agama buddha. Keempat tempat tersebut […]

Perihal Polemik Chattra: Sebuah Usaha Memaknai Ulang Filosofi Stupa

Oleh Stanley Khu   1¹  Dalam pengertiannya yang paling sederhana, sebuah stupa Buddhis adalah gundukan batu tempat menyimpan relik dan sekaligus penyimbol batin Buddha. Tapi, pengertian sederhana ini berisiko mengalihkan kita dari aspek simbolik dan filosofis stupa, yakni stupa sebagai simbol Dharma dan keadaan tercerahkan seorang Buddha. Di India masa pra-Buddhis, jasad para raja dan tokoh […]

Memahami dan Mengalami Sang Hyang Kamahayanikan untuk Jaman Ini

Oleh Dr. G. Budi Subanar Essay ini saya persembahkan kepada Bhikku Shri Pannyavaro yang mengantar, mengajak saya mengalami dan mengenal kehidupan Borobudur lebih dekat dan lebih mendalam, serta memperkaya saya dengan hidup dan ajaran Buddhisme. Sebagaimana menjadi salah satu cara pikir dan cara kerja dalam disiplin ilmu Kajian Budaya, pembahasan sebuah topik biasanya – bisa […]

Memfilmkan Borobudur: Antara Mengawetkan dan Menggali Ilham

Oleh Dr. Budi Irawanto Daoed Joesoef, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan RI (1978-1983), di bagian awal bukunya yang bertajuk Borobudur (2004) menorehkan kenangannya saat pertama kali mengunjungi candi itu pada tahun 1950-an: ”Kami dapati Candi Borobudur  dalam  keadaan yang memprihatinkan. Lorong-lorongnya yang penuh bertaburan relief, tidak ada satu pun yang tegak lurus. Semuanya serba miring […]

Tikus Sawah Pada Relief Cerita Mahakarmawibangga Di Candi Borobudur: Tikus Hama Padi Hingga Tikus Kantor Si Koruptor

Oleh M. Dwi Cahyono “Kisah usang tikus-tikus kantor Yang suka berenang di sungai yang kotor Kisah usang tikus-tikus berdasi Yang suka ingkar janji lalu sembunyi” A. Tikus Sawah si Hama Padi Pertanyaan anak kecil acap lugas, bahkan kritis. Misalnya, “Yah, kenapa candi ini dinamai ‘Candi Tikus’, mana tikusnya ?”, demikianlah tanya Anes ketika diajak berkunjung […]