JERUJI EMAS PANGGUNG REOG

Oleh: Suroto* Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) 2026 terlah berakhir dengan eforia bagi para pemenang. Namun, gaungnya masih terasa hingga hari ini dengan munculnya kritik keikutsertaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur dan berbagai komentar pro dan kontranya. Tulisan ini tidak bermaksud memperpanjang polemik tersebut tetapi sebuah bentuk kegelisahan sebagai penonton yang hadir saat […]

Realisme Tragik Dardanella dan Sejarah Teater Realis Kita

Oleh: Seno Joko Suyono* Naskah dr Samsi yang ditulis Anjar Asmara dan dimainkan Dardanella pertama kali pada akhir Januari tahun 1931 di Medan (yang di dramatic readingkan mahasiswa-mahasiswa teater IKJ pada Sabtu, 28 Juni untuk menyambut 100 tahun Dardanella)  boleh dibilang merupakah bibit bagi munculnya naskah naskah realisme Indonesia. Naskah ini seratus persen  mengangkat kisah […]

Degradasi Topeng Malang: Catatan dari Rumah-Rumah yang Pelan-Pelan Sepi

Oleh: Muhammad Nasai* Ketika Saya Mengira Topeng Malang Hanya Ada di Pakisaji Ada masa ketika saya sungguh percaya bahwa Topeng Malang hanya hidup di satu tempat. Keyakinan itu bukan lahir dari kesimpulan ilmiah, bukan pula dari penelitian panjang, melainkan dari jalur yang sederhana dan umum terjadi: informasi yang tersedia. Apa yang paling sering disebut, paling […]

Tubuh adalah Tanah yang Tertunda

Oleh : Suroto M.Sn. Catatan Dramaturg atas “Mantau: Hutan yang Tidak Memberi Izin Bagaimana cara membalik panggung semen yang beku, lalu menumbuhkan hutan di atasnya? Pertanyaan ini bukan sekadar urusan teknis tata panggung (scenography), melainkan sebuah gugatan ontologis yang mendasar. Dalam karya koreografi “MANTAU: Hutan yang tidak Memberi Izin” karya Raflesia Meirina, yang dipresentasikan dalam […]

Teater sebagai Infrastruktur Rasa: Membaca Proposal Kota: Mimpi adalah Mimpi sebagai Pesta Rakyat Urban

Oleh: Eko Yuds* Proposal Kota: Mimpi adalah Mimpi tidak berhenti sebagai pertunjukan teater. Karya ini bergerak lebih jauh menjadi peristiwa warga, ruang percakapan, arena sosial, dan pesta rakyat urban. Karya ini terbaca dari pengalaman langsung di tengah kerumunan, ketika panggung, warga, hujan, pedagang, dan percakapan melebur menjadi satu peristiwa kebudayaan. Teater dalam peristiwa ini tidak hanya […]

Tubuh Buruh Pemetik Teh dan Sejarah yang Ditanam

Oleh : Selvi Agnesia Pertunjukan tari Akar Emas Hijau, mengangkat sejarah teh dalam konteks kolonialisme yang beririsan dengan sistem kapitalisme. Disampaikan lewat gestur tubuh-tubuh keseharian buruh pemetik teh yang didisiplinkan. Pencarian “Ketubuhan dan akar diri” adalah dua pondasi utama yang digunakan Ela Mutiara, koreografer asal Sukabumi-Jawa Barat sebagai landasan berkarya. Setelah sejak 2020, ia mengeksplorasi […]

Ketika Loro Sa’e Bernyanyi Bersama Iwan Fals: Sebuah Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Oleh: Almeida Ganefabra* Kehadiran Iwan Fals di TasiFest 2026 edisi  ke tiga di Tasi Tolu, Dili, Timor-Leste, menjadi salah satu peristiwa kebudayaan paling berkesan bagi publik Timor-Leste tahun ini. Bagi banyak pecinta musik di bumi Loro Sa’e, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan momentum emosional dan historis untuk menyaksikan secara langsung seorang musisi legendaris […]

Kafka Pulang ke Eropa sebagai Wayang

oleh : Sigit Susanto* Langit kota Zug biru bertabur cahaya matahari hangat, Sabtu, 9 Mei 2026. Kafe Zündhölzli yang berada di depan stasiun kereta api Zug, tepatnya di Alpenstrasse. 13, kota Zug mulai didatangi tamu. Pentas wayang kulit lakon Metamorfosis karya Kafka akan digelar dua kali dari pukul 15.30-16.15 dan 17.00-17.45. Menjelang pukul 15.00 beberapa […]

Tubuh yang Cair dalam Persimpangan Budaya

Oleh: Brusheila Devi Proboyasti* Kritik atas “Bedhaya Hagoromo” dalam Indonesian Dance Festival 2024 Pada 2 November 2024, rangkaian Indonesian Dance Festival (IDF) 2024 resmi dibuka di Jakarta. Festival dua tahunan yang telah lama menjelma menjadi ruang penting bagi perkembangan tari kontemporer, baik di kancah nasional maupun internasional, pada festival tersebut mengusung tema “Liquid Ranah”. Tema […]

Arsip dan Masa Depan Sejarah Musik Indonesia

Oleh Abad Akbar*   Arsip menjadi jembatan antara masa kini dan masa lalu. Melalui arsip kita mampu memahami apa yang pernah terjadi maupun apa yang tidak terjadi. Sering kali foto atau surat yang tiba-tiba kita temukan memunculkan kembali berbagai kenangan tentang suatu masa. Begitulah pentingnya peran arsip dalam kehidupan kita. Terlepas dari itu, kehadiran arsip […]