Nova Ruth, Arka Kinari dan Mimpi Besar

Oleh Yono Ndoyit “Jaket kuning ini dipakai dalam pertunjukan di atas kapal. Pengingat bahwa emas menyilaukan, sedikit adalah cukup. Sinar matahari lebih baik dan boleh dipakai sebanyak-banyaknya.” Keterangan yang tertulis pada secarik kertas, melekat di lantai dekat tangga menuju lantai dua gedung rakyat, di bawah sepasang jaket kuning keemasan yang pernah dipakai Nova dan Grey […]

Perempuan dan Tranvesti dalam Pentas Teater Dulmuluk Tunas Harapan Palembang

Oleh Tri Puji Handayani  Teater Dulmuluk lahir dan berkembang di Sumatera Selatan. Perbedaan bentuk ekspresi masyarakat, kondisi masyarakat, sikap budaya masyarakat, sumber dan tata-cara di wilayah lahir dan berkembangnya Dulmuluk di Sumatra Selatan menyebabkan teater ini berbeda dengan teater tradisional dari daerah lainnya. Dalam pertunjukannya Teater Dulmuluk sering memfokuskan diri pada sosok tokoh perempuan.   […]

Rasa Sebagai Konsep Estetika Tari Jawa: Dari Relief Candi sampai Pulung Gelung Drupadi

Oleh Matheus Wasi Bantolo Menawi gangsa sampun mapan iramanipun, kedah lajeng ndengek sapemandeng, asta kalih kapangku, sikut mangenceng, driji ganda maru, menawi gangsa ngelik lajeng ngaras sareng gong; Punika pralambang ; menawi manungsa sampun pirsa lenggah dumadi, sarana taklim,lajeng amawasa kanthi kapurunan, ingkang ngantos kecepeng guthithanipun; dununging kawula gusti yen saget tamat dumugi raos, lajeng […]

Mereka yang Menunggu di Banda Naira: Pertemuan Ideologis di Negeri Buangan

Oleh Irfan Suparman Seseorang akan kaget mendengar cerita tentang Banda Naira, kenapa? Sebuah pulau yang indah permai ini dulunya adalah tempat pengasingan bagi tahanan politik dalam masa pemerintahan Hindia-Belanda. Orang menyebut Indonesia sebagai Hindia, tempat kongsi dagang Vereenigde oost Compagnie (VOC) memulai koloninya di tenggara Asia. Banda Neira merupakan salah satu dari sepuluh pulau vulkanik di […]

Antiga, Rianto dan Sosok-sosok Tubuh Abstrak

Oleh Benny Krisnawardi Banyak yang beranggapan Dunia tari Tanah Air tak lagi mengeliat seperti dulu. Lesu, mati suri, tak  bisa lagi meliuk dalam irama zaman yang terus berkembang seiring desas desus aura  melenial yang nyaris memupuskan rasa cinta akan warisan agung tari para leluhur bangsa.  Miris rasanya mendengar itu. Sebagai anak bangsa yang pernah dibesarkan […]

“Genta-Genta Mendut“ Merangkul Dunia Karya Epi Martison

Oleh Benny Krisnawardi Mendaki  bukit dengan melewati seribu lebih anak tangga di Negara Gajah Putih Thailand beberapa tahun yang lalu menjadi catatan tersendiri bagi Epi Martison. Ia seakan tak pernah berhenti untuk terus menggali kemampuan diri, mengasah, membolak balik segala sesuatu yang ditemui menjadi  bunyi.  Di puncak bukit itu, saat engahan nafas masih terdengar sesak, […]

Seni Pertunjukan Yang Divirtualkan

Review singkat pertunjukan Rianto, Epi Martison dan Tanto Mendut di kanal BWCF Oleh Azuzan JG I Seni pertunjukan di media digital memiliki karakter berbeda dengan seni pertunjukan di media pentas nyata. Ruang pertunjukan dua belas meter di pentas nyata menciut ke seukuran 6 inci telpon genggam, tetapi bisa meraksasa kalau diproyeksikan di billboard digital kota […]

Napas Jiwa

Oleh Azuzan JG Saya baru selesai menonton “Napas Jiwa” di kanal Indonesiana tv. Cukup menarik, menggelitik untuk mengamatinya dari segi proses dan teknik pembuatannya. Jay Subiakto adalah salah seorang fotograper handal yang dipunyai Indonesia. Ia didaulat sebagai sutradara dalam karya tari Atila ini. Kejelian Jay dalam menangkap momen demi momen dalam tarian Napas Jiwa ini […]

Memetik Kebajikan Gaung Genta-Genta Mendut Epi Martison

Oleh: Prof. Dr. H. Edyanus Herman Halim, Datuak Bisai XII*) Sebagai seorang yang bergelut dari ilmu manajemen dan selama lebih kurang tiga puluh dua tahun menjadi pengajar dalam bidang konsentrasi manajemen keuangan perbankan agak sulit rasanya memahami makna dan tenden yang disampaikan dalam sebuah seni pertunjukan maupun sebuah lagu. Jika mendengar lagu mungkin sedikit dapat […]

Arsitektur Dapur dan Gender dalam Pertunjukan

Oleh Beri Hanna Dalam buku Arsitektur yang Lain, Avianti Armand, menyebut fenomena unik dalam tipologi rumah tinggal kelas menengah atas sejak sekitar akhir delapan puluhan, yaitu berupa dua macam dapur dengan pembagian fungsi juga pengguna sebagai “dapur kotor” dan “dapur bersih”. Dapur bersih akrab dengan ruang informal yang sanggup mengakomodasi fungsi-fungsi sosial, sementara dapur kotor […]