Pos

Kongres Kebudayaan Nusantara 2026: Kerinduan Pada Akar Lampau

Oleh: Chrisman Hadi Nanti pada 8 Agustus 2026 sejumlah pemangku adat, penghayat kepercayaan, budayawan, seniman, akademisi, sejarawan, peneliti dan komunitas kebudayaan dari berbagai daerah direncanakan berkumpul di Malang dalam Kongres Kebudayaan Nusantara. Perhelatan yang diselenggarakan Himpunan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tersebut membawa harapsn besar: Menggali kembali nilai-nilai peradaban Nusantara sebagai fondasi pembangunan […]

Performance Art, Politik & Kita di Antaranya

Oleh: Purnawan Andra* Kita hidup di zaman yang semakin sulit membedakan kenyataan dan pertunjukan. Hampir setiap hari publik disuguhi peresmian proyek, kunjungan kerja, konferensi pers, dan berbagai seremoni kenegaraan yang diproduksi dengan estetika visual yang semakin canggih. Politik tidak lagi hanya bekerja melalui kebijakan, tapi juga melalui citra. Yang diperebutkan tidak sekedar keputusan, tapi juga […]

Di Desa Tambi Puspasari Mancari Diri

Oleh: Supali Kasim* Pencarian apa bagi penari Ni Kadek Yulia Puspasari di Desa Tambi? Awalnya ia menunjukkan gerak tari Pendet. Hanya berbusana biasa, bukan busana tari Bali. Gamelan yang mengiringi juga berasal dari audio sederhana, tetapi menggema. Puspasari seakan-akan menunjukkan perjalanan awalnya memang berakar dari Bali. Tetapi, di sini, terlihat sekali ia tidak mengabarkan sebagai […]

Festival Fulan Fehan 2026, Panggung Alam di Perbatasan yang Memukau Dunia

Oleh : Fafa Utami* Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 27 Juni 2026 – Hamparan Padang Savana Fulan Fehan di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, kaki gunung Lakaan, Kabupaten Belu, siang itu kembali menjadi saksi sebuah pertunjukan budaya yang berskala monumental. Festival Fulan Fehan IV berhasil menyatukan sekitar 3.900 penari dalam sebuah pertunjukan kolosal dengan tema “Dance […]

Komunitas Lima Gunung dan Subversi Politik Kebudayaan

Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Ditengah perkembangan politik negeri terbesar keempat dari jumlah penduduk yang semakin represif, yang dibutuhkan tidak hanya politik resistensi tetapi politik subversi. Melihat persiapan dan menyaksikan Festival Lima Gunung yang baru usai diselenggarakan di Dusun Warangan, sebuah dusun di lereng Gunung Merbabu; geliat politik subversif itu kuat dirasakan. Perkembangan politik di negeri kepulauan […]

Haaland, Setelah Vigeland

Oleh:  Agus Dermawan T.*  Pada babak perempat final Piala Dunia 2026 Norwegia dikalahkan Inggris, 1-2. Namun demikian peran Haaland, penyerang Norwegia, sangat merasuk dalam hati. Atraksi Haaland di lapangan melambungkan Norwegia sebagai negeri atraksi seni. ————- Perupa Tisna Sanjaya jelas penggemar sepak bola. Tak ada satu sesi pertandingan Piala Dunia 2026 yang ia tinggalkan. Sambil […]

Film Tari, Membaca Kebudayaan

Oleh: Purnawan Andra* Di masa kini, penyebaran unsur-unsur kebudayaan berlangsung sangat cepat, salah satunya melalui film. Film bukan hanya sebagai representasi, tetapi juga pengalaman dan tindakan melihat. Film menjadi tindakan melihat (act of viewing) dunia seperti yang terlihat, juga sebuah kemampuan (faculty) yang mampu menjembatani dua cara melihat dunia, antara satu cara yang berdasar pada […]

Mati Hidup Topeng Kranggan

Oleh: Muhammad Nasai* Topeng Malang dan perkembangan, serta sejarahnya tidak bisa lepas dari satu daerah yang bernama  Kranggan. Desa Kranggan, kecamatan Ngajum Kab, Malang yang letaknya berada di lereng Gunung Kawi.  Kranggan sendiri adalah daerah kuno, yang mana telah ada sejak era kerajaan, hal ini terlihat dari adanya peninggalan situs kerajaan era Singhasari. Situs peninggalan […]

Studio Plesungan on Stage

Studio Plesungan ON STAGE “ROOT” oleh Hari Ghulur Rabu, 8 Juli 2026 19:30 – 22:00 WIB Di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah ROOT merupakan karya terbaru Hari Ghulur yang mengolah sikap mendak atau tanjak serta hubungan antara tubuh dan objek. Hubungan ini menciptakan koreografi sebagai peristiwa daya tahan dalam menghadapi ketidakstabilan dan ketidaknyamanan. Terpal […]

Dekonstruksi Madipa Deapati di Panggung Kontemporer

Oleh: Yusuf Susilo Hartono* Koreografer dan akademisi Wa Ode Siti Marwiyah Sipala (Wiwiek Sipala) , dengan pertunjukan terbaru Pilihan Madipa Deapati, menempatkan kembali epik romantik sastra lisan Dato Museng dan Maipa Deapati ke dalam medan seni tari kontemporer, dengan pembacaan ulang wacana gender. Epik dari lokus Bugis–Makassar–Sumbawa tradisional tersebut, ratusan tahun hidup dalam bentangan sastra […]