Pos

Dua Timur, Satu Pesona Gandrung

Oleh: Almeida Ganefabra*     Perjalanan akademik sering kali dipahami sekadar sebagai kegiatan belajar di luar ruang kelas. Padahal, di balik agenda resmi, selalu tersimpan pengalaman manusiawi yang jauh lebih berkesan daripada catatan materi kuliah. Begitulah yang saya rasakan saat mengikuti eskursi akademik ke Banyuwangi, sebuah perjalanan menuju ujung timur Pulau Jawa yang menghadirkan sensasi […]

TALK SHOW & RETREAT 2026 BHANTE SUJATO “BE. HERE. NOW.”

TALK SHOW & RETREAT 2026 BHANTE SUJATO “BE. HERE. NOW.” PELUNCURAN BUKU “ASK BHANTE” Bhikkhu 33 vassa. Tradisi hutan silsilah Ajahn Chah. Pendiri website SuttaCentral. Penerjemah Tipitaka. Pendiri Pertapaan Lokanta, Sydney. WAISAK PUJA ============ JAKARTA Minggu, 31 Mei, 14.30 V. Dharma Sukha 1.500 kursi 081283604671   TALKSHOW ========== PEKANBARU Selasa, 2 Jun, 18.00 Hotel Furaya […]

Dalí yang Mungil di Lantai 53

Oleh: Kristian S* Seni modern sering kali adalah sebuah ilusi megah yang dikelola dengan sangat rapi melalui dinding-dinding putih museum. Ia mematri kanon di kepala kita, mendikte apa yang agung dan apa yang banal, melalui buku-buku teks sejarah yang ditulis oleh tangan-tangan Barat. Namun, ilusi itu menuntut untuk diuji secara fisik. Perjalanan saya untuk menguji […]

Melanjutkan Jejak Intelektual Syekh Yusuf al-Makassari

Oleh: Fathurrochman Karyadi* Pada 28 April 2026, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) menggelar Peringatan 400 Tahun Kelahiran Syekh Yusuf al-Makassari di Masjid Agung Banten Lama. Acara ini juga diisi dengan diskusi intelektual oleh Oman Fathurahman, Muzdalifah Sahib, Upi Asmaradhana, pameran manuskrip, pertunjukan musik religi oleh Debu, Tari Rampak Bedug, Tari Ratoh Jaroe, dan pembacaan […]

Menjaga Ribuan Cerita di Tengah Perubahan Zaman di Museum Wayang Kekayon Yogyakarta

Oleh Anisyah Padmanila Sari* Setiap hari, ribuan kendaraan menderu di depan gerbangnya, memacu mesin menuju pantai-pantai eksotis di Gunungkidul. Deru knalpot, klakson, dan laju wisata seakan tak pernah berhenti. Jalan raya itu seperti arteri utama yang mengalirkan manusia menuju lanskap-lanskap indah di selatan hingga timur, cepat, padat, dan tanpa jeda. Namun, tepat di kilometer tujuh […]

Estetika Pesisir: Bedah Seni Visual dan Materialitas Kelenteng Cu An Kiong Lasem

Oleh Muh Nur Khusen* Di tepian Sungai Lasem, berdiri sebuah bangunan yang telah menyaksikan perputaran waktu selama lebih dari lima abad. Kelenteng Cu An Kiong, yang namanya berarti “Istana Ketentraman Welas Asih“, bukan sekadar artefak religi melainkan sebuah Gesamtkunstwerk atau “Karya Seni Total” di mana arsitektur, seni lukis, seni ukir, dan tata ruang menyatu dalam harmoni […]

Membaca Ulang Pakaian Khas pada Ulang Tahun Kota Malang ke-112

Prolog: Antara Perayaan dan Paradoks Oleh Yusuf Munthaha*   Ada sesuatu yang menggelisahkan ketika sebuah kota merayakan ulang tahunnya dengan mengenakan pakaian yang secara historis merepresentasikan era penindasan kolonial. Pemerintah Kota Malang dalam peringatan hari jadinya yang ke-112 memilih konsep yang mereka sebut “kolonial tradisional” sebagai identitas visual perayaan. Seragam dengan estetika Hindia Belanda itu […]

Jejak Mimpi Satu Abad Lalu: 5 Refleksi Radikal dari Manifesto Jong Sumatranen Bond (1917-1922)

Oleh Shohibul Anshor Siregar* Dokumen yang dibahas dalam ini adalah edisi peringatan lima tahun organisasi pemuda Jong Sumatranen Bond yang diterbitkan antara tahun 1917 hingga 1922. Sumber ini memuat berbagai artikel dari tokoh intelektual, termasuk Dr. B. Schrieke dan Mohammad Hatta, yang membahas gagasan mengenai nasionalisme dan persatuan di Sumatra. Penulis dalam teks ini mengevaluasi […]

Dekonstruksi Historiografi dan Politik Memori: Analisis Kritis Terhadap Kedudukan Raja Sang Naualuh Damanik dalam Narasi Kolonial dan Lokal Sumatera Utara

 Oleh Shohibul Anshor Siregar* Wacana sejarah mengenai Raja Sang Naualuh Damanik, penguasa ke-14 dari Kerajaan Siantar, menempati ruang yang unik sekaligus kontroversial dalam historiografi Indonesia. Di satu sisi, ia diagungkan dalam memori kolektif masyarakat Simalungun sebagai simbol perlawanan, pionir pembangunan kota Pematangsiantar, dan pelindung spiritual yang membawa Islam ke wilayah pedalaman. Namun, di sisi lain, […]

Kehangatan Rumah Jawa Kolonial dan Kopi Dingin

Oleh Lutfi Priambodo* Perjalanan menuju ruang dimensi waktu dan sejarah, membawa kehangatan di setiap sudut dan detailnya, warna yang dominan putih dan tiang tiang penyangga atau orang jawa menyebutnya sebagai “Saka” memberikan nuansa pengingat suatu era. Tertulis 1890 di suatu Rumah bergaya  Kolonial memberikan jawaban atas ingatan masa lalu bawa sejarah pernah terbentuk dan menjadi […]