Kritikus Adinan Budi Darma Rasa Kafka

Oleh Sigit Susanto Budi Darma menulis kumpulan cerita berjudul Kritikus Adinan. Seperti pada karya lain Orang-Orang Bloomington, tokoh-tokohnya selalu berwatak aneh dan konyol seperti orang sakit jiwa. Kritikus Adinan sejak dari awal diceritakan kedatangan seorang tamu. Ditekankan oleh Budi Darma, pengarangnya bahwa yang ‘menarik’ kedatangan tamu itu pada cara tamu itu masuk pekarangan dengan membunyikan bel sepeda berkali-kali. Dari […]

Kafka dan Novel Der Prozess

Oleh Sigit Susanto Pertama kali nama Josef K muncul pada 29 Juli 1914 pada Buku Harian Franz Kafka. Ia tulis, “Josef K, anak seorang pengusaha kaya pada suatu malam bertengkar keras dengan ayahnya. Si ayah memprovokasi sebuah kehidupan yang moralis dan minta segera sebuah sikap, tanpa tujuan yang pasti…di gedung perusahaan.“ Pada 15 Agustus 1914, […]

Keys to a Contemplative Approach to Art-making and Art-living

by Diane Denis A contemplative approach to the arts is not only a professional consideration, but an actual life-giving operation. It reminds us that the development of awareness (both physical and mental) involves a re-visiting of presumptions, of patterns and habits, hence the idea of Charnel Ground; it brings to light the ever-changing nature of […]

Leo Tolstoy: “Apa itu Seni?” Sebuah Perjuangan Memulihkan Seni Modern

Oleh Tony Doludea Secara umum disepakati bahwa seni merupakan sesuatu yang indah dan bermakna, yang diciptakan oleh manusia secara sadar menggunakan keahlian dan imajinasi. Bagaimana orang menentukan apa itu seni? Hakikat seni dan penting tidaknya seni secara sosial? Ada tiga kategori untuk membahas pertanyaan tersebut, yaitu representasi, ekspresi dan bentuk. Seni sebagai representasi (mimesis) atau peniruan, […]

Mengadili Ibrahim

Oleh Taufiqurrahman Beberapa tahun terakhir ini, setiap kali Idul Adha, saya selalu dihantui pertanyaan: Tidakkah ritual kurban itu mencerminkan watak agama yang antroposentris, yang lebih mengutamakan kepentingan manusia daripada makhluk hidup lain di dunia? Mungkinkah kita beragama tanpa terjebak ke dalam antroposentrisme? Namun, pertanyaan-pertanyaan itu hanya muncul untuk kemudian hilang begitu saja, bersamaan dengan hilangnya […]

Jalan Setapak Umat Ibrahim (Sebuah Esai Menyambut Hari Puisi)

Oleh Arip Senjaya karena aku ingin merdeka dan menemukan diri. (Subagio Sastrowardoyo, “Kampung”1) Kapak penyair Puisi adalah tentang sejarah kesulian pengucapan yang bersifat individualistik. Ada kesulitan pada setiap penyair untuk mengatakan sesuatu dan akhirnya masing-masing mencari jalan ucap sendiri-sendiri, dan dengan demikian sejarah puisi selalu sebagai sejarah kesulitan per individu penyair, bukan sejarah mereka secara […]

Cincin Gyges, Sebuah Cerita tentang Yang Adil

Oleh Tony Doludea Pada suatu hari, seorang gembala istana kerajaan Lydia sedang merumput. Datanglah badai topan hebat. Disusul oleh gempa kuat, yang membuat bumi di situ terbelah. Gyges lalu turun ke dalam celah tersebut dan menemukan sebuah kuda yang terbuat dari perunggu, yang sebuah memiliki pintu. Gyges membuka pintu itu dan melihat sebuah kerangka tengkorak […]

Toron; Kembali ke Kampung Halaman

Oleh Hidayat Raharja “Sajegghâ êaddheg glâdhâk Suramadu, toron kaêlangan bhungana. Lambâ’ sabellunna bâdâ glâdhâk Suramadu toron rassana cê’ pêragghâ. Nyiap aghi kalambhi anyar, sapatu anyar bân lê-ollê êbâddhâi kardus. Antrean lanjang ê palabbhuwân Ujung Anyar sê ongghâah ka kapal tongkang “Jokotole” nyabranga ka palabbhuwân Kamal. Ê bulân molod, tellasan ajjhi, bân idul fitri bannya’ orêng […]

Belajar Merdeka

Oleh Iwan Pranoto kita telah mengalami dan menyaksikan sebuah bangsa yang tidak rusak, melainkan hanya belum terrampungkan. Amanda Gorman, The Hill We Climb, Pelantikan Presiden AS, 20 Januari 2021. Belajar sebagai bangsa merdeka adalah sebuah tindakan, kalau bukan satu-satunya, yang paling masuk akal untuk dipilih, khususnya oleh bangsa pascapenjajahan. Bagaimana memuliakan, merayakan, serta merawat kemerdekaan […]

Dalam Kesunyian Padang Rumput Mongolia

Oleh Petrus E. Handoyo Tulisan ini bertalian dengan budaya nomaden Mongol di padang rumput, yang terletak di Republik Mongolia, Asia Tengah. Selama berabad-abad, orang Mongol secara batin dikenal sebagai orang-orang nomad. Budaya subjektif nomaden mereka tampak jelas sekali saat mereka yang sudah menetap di wilayah perkotaan pulang kembali ke padang-padang, entah padang rumput atau padang […]