Pos

Ketika Tari Menjadi Pengetahuan

Oleh: Purnawan Andra* Di dunia sastra, kita mengenal Pramoedya Ananta Toer bukan hanya melalui novel-novelnya, tetapi juga melalui cara berpikirnya tentang sejarah, kolonialisme, dan kemanusiaan. Dalam dunia film, Andrei Tarkovsky meninggalkan jejak bukan semata lewat Stalker atau Nostalghia, melainkan juga melalui Sculpting in Time, sebuah buku yang mengubah cara orang memahami sinema. Demikian pula Suka […]

SIMFONI EKSTRAKTIF DI TANAH SURGA: Mengapa Kesejahteraan Indonesia Masih Menjadi Ilusi?

Oleh: Sultonsah* “Kemiskinan sebuah bangsa bukanlah takdir geografis atau kutukan dari langit, melainkan hasil rancangan tangan-tangan serakah yang menguras darah dan keringat rakyatnya untuk membangun istana bagi segelintir elite.” Prologia: Pernahkah kita merenung dalam keheningan malam, menatap realitas negara kita yang dianugerahi tanah subur dan lautan kaya, namun rakyatnya masih harus berdarah-darah hanya untuk bertahan […]

Menjadi Papua: Undangan Terbuka Menuju Hospitalitas Tak Terhingga

Oleh: Indro Suprobo* To approach the Other in conversation is to welcome his expression, in which at each instant he overflows the idea a thought would carry away fromm it. It is therefore to receive from the Other beyond the capaciity of the I, which means exactly: to have the idea of infinity Emmanuel Levinas […]

Kegelisahan Metodologis di Balik Penulisan Metodologi Penciptaan Seni

Oleh: Kasiyan* “Ketika praktik menjadi pengetahuan, dan penciptaan menjelma riset, di sanalah seni berbicara sebagai cara manusia memahami dunia.” Tulisan ini merupakan refleksi penulis atas proses penyusunan buku Metodologi Penciptaan Seni: Refleksi Kritis dan Pendekatan Komprehensif (UNY Press, 2025), setebal 554 halaman, yang mengkaji paradigma dan praktik metodologi penciptaan seni dalam perspektif Practice-Based Research dan […]

Petualangan Anak Kampung di Halaman Majalah-majalah

Oleh: Hikmat Darmawan*   Bagian 1: Majalah Hai dan Expo Benyamin boleh aje punya “wajah kampung, rejeki kota”. Saya sepanjang masa kanak hingga remaja merasa sebagai anak kampung di kota. Belakangan saya tahu, oh, rupanya memang ada konsep dalam kajian urbanisme bernama “kampung-kota”. Berarti, saya anak kampung-kota tulen, sejak kepindahan keluarga saya dari Bandung ke […]

Tari Indonesia di Tengah Perubahan: Konon, Kini, Nanti

Telah terbit! Tari Indonesia di Tengah Perubahan: Konon, Kini, Nanti Sal Murgiyanto, dkk ISI Press, 2025 Full Color, hardcover xxvili + 666 halaman 15,5 x 23 cm Buku ini mengulas kiprah empat koreografer kawakan—Bagong Kussudiardja, Retno Maruti, Huriah Adam, dan Sardono W. Kusumo—melalui kombinasi terjemahan disertasi Sal Murgiyanto dan pembacaan terkini dari Sal Murgiyanto, Fafa […]

Kebijakan Industri dan Nasib Kebudayaan Indonesia

  Oleh: Mochammad Sulton Sahara* Judul : Industrial Policy for Development: Approaches in the 21st Century Penulis : Ana Margarida Fernandes dan Tristan Reed Penerbit : World Bank Group Cetakan : 2026 DOI : 10.1596/978-1-4648-2276-6   Industrial policy is not a magic bullet for any country, Industrial policy is not a magic bullet for any […]

Sistem Desentralisasi sebagai Product-Market Fit yang Belum Sesuai untuk Indonesia

Oleh Kelvin William Judul: MENCARI INDONESIA Jilid 5: Ketimpangan, Ketidakadilan, & Masyarakat Pinggiran Penulis: Riwanto Tirtosudarmo Penerbit: Media Nusa Creative Publishing, Malang Cetakan: I, 2025 Tebal: x–xxiv + 390 halaman Dalam dunia entrepeneuership, istilah product-market fit merujuk pada kondisi ketika sebuah produk benar-benar menemukan pasarnya, yakni dibutuhkan, digunakan, dan diapresiasi oleh penggunanya. Konsep ini sesungguhnya […]

Pohon/Kayu, Monografi Anusapati

Dalam karya-karya Anusapati, isu lingkungan bukan hanya berasal dari penggunaan material pohon dan kayu, namun bermula dari sikap dan dorongan untuk niscaya terhubung dengan alam. Tersebab dorongan inilah ia memilih untuk terlibat dengan material kayu di dalam proses penciptaan karyanya. Bagi Anusapati, keterampilan merupakan pengetahuan yang eksis dan melekat di dalam aktivitas membuat ( making […]

R.J Katamsi Dalam Pusaran Sejarah

Pada 7 Oktober 1922, kapal “Rindjani” bertolak dari pelabuhan Rotterdam menuju Hindia Belanda. Di antara ratusan penumpang di atas kapal itu, nama Katamsi tercatat sebagai penumpang. Dua bulan sebelumnya, Katamsi menerima ijazah sarjana sebagai bukti kompetensinya (akte van bekwaamheid) yang dinilai berdasarkan pengalaman menempuh pendidikan gambar. Kembalinya Katamsi yang baru lulus Strata 1 itu ke […]