Pos

“Apa itu Sesuatu?” Belajar Memakna bersama Heidegger dan Janaka

Oleh Tony Doludea Diceritakan bahwa ketika berumur 12 tahun, Ashtavakra tertarik untuk hadir dan mendengarkan perdebatan filsafat di istana Raja Janaka. Janaka adalah raja Kerajaan Mithila. Janaka adalah Raja Mithila yang ketiga, yang ia warisi dari ayahnya, Danupati. Raja Mithila ini adil dan bijaksana, sehingga rakyatnya hidup damai. Janaka memiliki seorang puteri angkat, yaitu Shinta, […]

Romo Sindhunata: Menulis adalah lelaku

Foto hitam putih almarhum sastrawan Pramoedya Ananta Toer itu dipasang di Bentara Budaya, Yogyakarta, mulai tanggal 17 Mei lalu (sampai 22 Mei). Pramoedya tampak bersinglet kaos putih, berkaca mata menghadapi sebuah mesin tik besar. Ia tampak serius mengetik. Ia terlihat berada dalam sebuah ruangan sederhana. Foto itu dijepret oleh Romo Sindhunata di tahun 1977. Saat itu […]

Bincang Buku Sketsa-Sketsa Franz Kafka di Zürich

Oleh Sigit Susanto Zürich: Gedung Collegium Helveticum di Schmelzbergstrasse 25 Zürich, Switzerland pada 28 Maret 2022, Senin sore mulai didatangi banyak orang. Saya datang karena mendapat undangan dari Andreas Kilcher, editor buku Sketsa-Sketsa Franz Kafka (Die Zeichungen). Saya mengenal Andreas Kilcher, karena resensi saya tentang buku terbaru Kafka ini dimuat majalah Tempo, edisi Sabtu, 12 […]

Resi Durna dan Masalah Ketidakadilan Moral

Oleh Tony Doludea* Pada suatu pagi di mercapada, Durna hilir mudik di jalan hanya berbalut secarik kain sambil terus memanggil-manggil nama Bratasena. Drona mengungkapkan penyesalan mendalam atas perintah yang mencelakakan muridnya sendiri. Beberapa waktu sebelumnya, Sengkuni nayaka praja Negara Astina, patih yang diutus Prabu Duryudana datang ke Padepokan Sokalima. Prabu Duryudana ingin tahu apakah Drona […]

Fasisme dan Buku

Oleh Joss Wibisono Tiga perkara melatarbelakangi penulisan esai ini. Pertama, perbandingan yang tidak begitu tepat pada salah satu tulisan terdahulu, jadi ini semacem revisi. Kedua, hasrat mencari perspektif bagi karya sastra Indonesia yang ditulis oleh mereka yang hidup di pengasingan, dan ketiga, di tanah air berkali-kali terjadi razia terhadap apa yang dicap sebagai buku komunis/kiri. […]

Mise-en-scene Budaya Nusantara Dalam Film Ayat-Ayat Cinta, Sang Pencerah dan Kartini

Oleh Ferdinanda* Dalam  estetika formalis film, Mise-en-scene berkaitan dengan seluruh aspek visual yang ada saat memproduksi film atau teater. Setting, properti, lighting , kostum, akting dan sebagainya adalah sebuah kesatuan Mise-en-scene. Seorang aktor tentu dalam menjalankan adegan di sebuah scene harus berhubungan dengan seluruh unsur Mise-en-scene.  Tulisan ini ingin menganalisis aspek mise-en-scane dalam film Ayat-Ayat […]

Siti Munjiyah, Peran Perempuan dan Feminisme Jawa

Oleh Chubbi Syauqi Persoalan mengenai perempuan, sekiranya sampai hari ini masih menyisakan perdebatan yang tak kunjung usai. Secara eksternal permasalahan perempuan yakni berupa budaya patriarki yang lestari, hingga menimbulkan ketimpangan gender. Adanya kegelisahan ini dipicu oleh gerakan feminisme yang mengklaim bahwa perempuan berada dalam bayang-bayang “hegemoni”, kekuasaaan, dan (maaf) “penjajahan” para lelaki. Seolah ada peran […]

Mengeksplorasi Alam Baka Metaverse

Oleh Khaidir Asmuni Pada dasarnya, keabadian selamanya dipertanyakan, ujar Maggi Savin-Baden dan Victoria Mason-Robbie dalam buku Digital Afterlife. Digital Afterlife atau jika di Indonesiakan secara bebas adalah “akhirat digital” atau juga “alam baka digital” memberikan gambaran bahwa sekalipun manusia mampu berpikir melambung jauh mengenai kehidupan setelah mati, termasuk yang membuatnya abadi dalam digital, dia akan […]

Raskolnikov dan Sonya: Cerita Perjalanan Individuasi Jungian dan Penebusan

Oleh Tony Doludea Pada sekitar tahun 1860-an di St. Petersburg, Rodion Romanovich Raskolnikov, pemuda berumur 23 tahun, mantan mahasiswa hukum, tinggal di loteng kecil di atap sebuah apartemen. Ia tidak begitu sehat, mengenakan pakaian usang, kekurangan uang, murung, menyendiri dan sering berbicara sendiri. Tubuhnya tinggi dan gagah, matanya hitam dan rambut coklat gelap, tampan serta […]

Ayub dan Frankl: Menemukan Makna Dalam Kehampaan Eksistensial

Oleh Tony Doludea Kitab Ayub ditulis sekitar 2500 tahun yang lalu itu menceritakan bahwa ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub, orang itu saleh dan jujur, menjauhi kejahatan dan takut akan Allah. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus […]