Pos

Dicky Senda dan Gastrosofi Mollo

Oleh Royyan Julian Diakui atau tidak, makanan adalah episentrum yang menggerakkan sejarah peradaban Homo sapiens. Seluruh aktivitas, ekspresi, dan hasrat manusia berpusat pada makanan. Hal ini masuk akal karena makanan merupakan kebutuhan dasariah serta sumber nutrisi paling sahih yang memungkinkan manusia—dan makhluk hidup lainnya—sintas. Nuansa gastronomis inilah yang begitu pekat terhidu di dapur Dicky Senda […]

Memperingati Hari Buku 17 Mei: Eks Kombatan Teroris sebagai Jihadis Literasi

Oleh Soffa Ihsan Sebuah rumah di bilangan Jakarta Selatan itu laiknya sebuah rumah hunian biasa. Suasana cukup asri dengan pohon dan tanaman yang rindang di sekitar rumah, membuat terasa  adhem. Rumah yang berada dalam komplek perumahan itu sesungguhnya adalah sebuah ‘markas’. Ya tempat kumpul bagi mereka yang fokus bergerak di aktivitas deradikalisme dan gerakan penyadaran […]

Mengenang Van Hoevell dan Gerakan 22 Mei 1848

Oleh Imran Hasibuan Max Havelaar, maha karya Eduard Douwes Dekker alias Multatuli, kita semua tahu telah menginspirasi banyak penulis dan menggerakkan berbagai peristiwa penting di dunia, terutama di Indonesia. Tapi, tak banyak yang tahu bahwa salah satu sumber inspirasi Douwes Dekker adalah  W.R. van Hoëvell (1812-1879).  Jauh sebelum politik etis digaungkan di awal abad 20, […]

Soewardi Soerjaningrat: Kayu Bakar Pergerakan Kebangsaan

Oleh Imran Hasibuan Hari ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional, yang juga hari kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Tapi, sebelum mendirikan Taman Siswa (pada 5 Juli 1922) dan dikenal luas sebagai pendidik, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat adalah aktivis pergerakan kebangsaan yang ditakuti pemerintah kolonial Hindia Belanda, serta […]

Hidup Harus Lebih Dari Sekadarnya (Mengenang Radhar Panca Dahana (1965-2021))

Oleh Akmal Nasery Basral Indonesia kehilangan lagi seorang sastrawan, budayawan, pemikir sosial, aktivis peradaban dengan wafatnya Radhar Panca Dahana semalam. Seorang penulis prolifik dan eklektik yang ketajaman opininya menjelajahi khazanah susastra sampai politik dengan artikulasi lentur yang bisa memutar-mendakik, bisa pula menghunus-membidik. Dia seorang cempiang nan sulit dicari tandingan. Perkenalan saya dengan Radhar dimulai pada […]

Ukiran Putri Duyung di Danau Sentani dan Kisah Migrasi dari Pasifik

Oleh Hari suroto Danau Sentani merupakan danau air tawar terbesar di Papua. Suku Sentani bermukim di tepi danau dan pulau-pulau di Danau Sentani. Menurut salah satu mitos yang dipercaya oleh suku Sentani, disebutkan bahwa nenek moyang mereka berasal dari Papua Nugini. Mitos yang lain menyebutkan sebagian mereka berasal dari wilayah matahari terbit atau sebelah timur. Hal […]

Cerita Rakyat dari Penemuan Situs di Papua

Oleh Hari Suroto Penelitian arkeologi di Indonesia, terutama di Papua, ternyata tidak melulu diinisiasi oleh peneliti dan institusi pendidikan/penelitian semata. Seringkali penelitian arkeologi didahului dengan penemuan benda-benda arkeologi oleh warga setempat maupun informasi yang sudah ada sebelumnya di antara mereka. Informasi penemuan benda-benda arkeologi oleh penduduk ini ditindaklanjuti dengan survei arkeologi. Survei arkeologi adalah pengamatan […]

Umbu Landu Paranggi, RIP

Aide Memoire bukalah jendela, di luar angin menyiapkan pelaminan kemarau sebelum burung-burung dan daunan luput dari nyalang pandang dukaku catatan-catatan mengubur segala kecewa upacara kecil hari-hari kelampauanku bukalah kerudung jiwa di sini gemakan kenangan pengembaraan sunyi jauh atau dekat, dari ruang ini sebelum sayap-sayap derita dan kerja pergi berlaga mendarahi bumi dan dengan gemas menyerbu […]

Toleransi di Fakfak

Oleh Hari Suroto Dalam budayanya, masyarakat Fakfak, Papua Barat sangat toleran, hal ini tercermin dari filosofi satu tungku tiga batu. Arti filosofi tungku tiga batu ini adalah masyarakat Fakfak sangat toleran terhadap perbedaan. Sejak zaman dahulu, masyarakat Fakfak terbuka dengan masyarakat baru yang datang dari luar. Masyarakat Fakfak sangat menghormati dan menghargai orang lain. Berbagai […]

Soe Hok Gie dan Kemanusiaan Pasca 1965

Oleh Ramdan Malik Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi Di beranda ini angin tak kedengaran lagi Langit terlepas. Ruang menunggu malam hari Kau berkata: pergilah sebelum malam tiba kudengar musim mendesak ke arah kita Di piano bernyanyi baris dari Rubayat Di luar detik dan kereta telah berangkat Sebelum bait pertama. Sebelum selesai kata Sebelum […]