Pos

Sepi Sunyinya SEKOLAH KAMI

Oleh Agus Dermawan T. Pada 60 tahun silam para pemerhati pendidikan di Rogojampi mendorong pemerintah untuk mendirikan Sekolah (Negeri). Kini sekolah “penampung siswa” yang dulu sangat berperan : kesepian dan merana. ————————— PADA minggu-minggu terakhir dunia pendidikan SMAN (Sekolah Menengah Atas Negeri) di Indonesia dihebohkan oleh kasus penerimaan siswa di sekolah baru.  Kebijakan pemerintah yang […]

Lintas Zaman Topi Seniman

Oleh Agus Dermawan T. Baret ternobatkan sebagai topi seniman, walau baret juga trade mark tukang copet dan preman. Namun topi fedora, yang disebut sebagai topi mafia, diam-diam menggeser baret ke pinggiran. Selintas tinjauan kosmologis. ———– Pada suatu hari di tahun 1984 Basoeki Abdullah gugup. “Wah, Perry sudah datang! Mana baret saya?” Sekretarisnya, Bernadetta, segera mengambil baret […]

The Voice of Archipelago : Membisikkan Cinta di Tengah Gejolak Ekstrem Sayap Kanan

Oleh Azuzan JG PCINU Belanda menggelar Festival Islam Kepulauan dengan tema The Voice of Archipelago. Kegiatan ini diselenggarakan di berbagai kota di Belanda. Meski telah usai, kegiatan ini cukup aktual menjawab persoalan sejauh mana ekspresi Islam di ranah kebudayaan bermanfaat bagi kehidupan. Perlu dicatat, festival ini berlangsung ditengah-tengah merebaknya gerakan anti Islam di Eropa.   “Melalui […]

Buku Cerita Yang Menggugah Human History

 Oleh Ninuk Kleden-P Fiction is history, Human History or it is nothing (Joseph Conrad) —— Buku Cerita Dalam menorehkan  penanya untuk  SAKSI MATA yang merupakan kumpulan 16 cerpen, Seno Gumira Ajidarma (SGA) tidak dipungkiri boleh bergelar maestro sastra. Gelar lain layak disandangnya, akademisi, politisi yang mempunyai suara politik yang disenandungkan dengan caranya sendiri. Eseis atau features kalau mau, seperti […]

Perginya Guru Besar Ilmu Biarin

Mengenang Yudhistira Massardi (1954 – 2024)  Oleh Akmal Nasery Basral* … kamu bilang aku bajingan. Aku bilang biarin kamu bilang aku perampok. Aku bilang biarin … kamu bilang hidup ini melelahkan. Aku bilang biarin. kamu bilang hidup itu menyakitkan. (“Biarin”, Yudhistira ANM Massardi, 1974) 1/ Jum’at malam, 24 Maret 1995, sehari sebelum konser Phil Collins […]

Perjalanan Luka

Oleh Sugiarto B Darmawan   PERJALANAN LUKA Suatu malam di penghujung tahun 1984, bertempat di pendapa Sasana Mulya keraton Surakarta, untuk pertama kalinya aku, melihat pembacaan puisi. Malam itu yang tampil penyair muda Solo yang lagi naik daun, Kristanto Agus Purnomo (Kriapur). Tampil sederhana, Kriapur membacakan puisi puisinya yang terkumpul dalam antologi tunggal di bawah […]

Unveiling the Multifaceted World of Archipelagic Islam in a 20-day-Festival in the Netherlands

A personal reflection of an Indonesian Cultural Figure, Sutanto Mendut   By Brian Trinanda K. Adi Something truly special is about to happen in the heart of the Netherlands, a festival, that will honor the rich history and culture of Islam. This grand festival will last for 20 days in several places in the Netherlands. The […]

Gelassenheit dan Samadhi: Percakapan Nishitani dengan Heidegger

Oleh: Tony Doludea*   Frank Weld, seorang veteran garong perhiasan yang sudah sangat terkenal reputasinya. Keluar masuk penjara itu hal biasa. Frank tinggal di sebuah rumah di tepi hutan Cold Spring, New York. Frank menderita dementia. Oleh penyakit itu, bahkan ia tidak dapat mengenali Jennifer, petugas perpustakaan yang rajin ia kunjungi itu adalah mantan istrinya. […]

Gambar-Timbul Medali Asian Games

Oleh Agus Dermawan T. Memahami gambar-timbul dalam medali Asian Games XIX Hangzhou, Asian Games IV Jakarta, dan Asian Games XVIII Jakarta-Palembang. Banyak ceritanya, luas mendalam maknanya. ———– PADA 8 OKTOBER 2023 olahragawan seluruh Asia telah selesai memperebutkan medali dalam pesta olahraga Asian Games XIX di Hangzhou, Tiongkok. Para juara pertama, kedua dan ketiga telah dikalungi medali […]

Ignas Kleden

Oleh: Riwanto Tirtosurdarmo*   Dalam sebuah percakapan dengan Salman Rushdie, mungkin menjadi wawancara terakhir sebelum wafat karena penyakit leukemia yang dideritanya, Edward Said, mengkritik penggunaan istilah intelektual publik – yang menurutnya “redundance”. Edward Said mengatakan bahwa seorang intelektual sudah dengan sendirinya publik, tidak ada seorang intelektual yang tidak publik. Daniel Dhakidae, Mochtar Pabottingi dan Ignas […]