Pos

Tutari MegArt Lithic – Koreografi Site Specific Situs Megalitik Tutari

Oleh IBG. Surya Peradantha, S.Sn., M.Sn. 1 Siang itu,  November 2019  saya ingat saya  diajak teman-teman dari Balai Arkeologi Papua  terlibat dalam acara Rumah Peradaban  di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Saya  mewakili kampus saya, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Rumah peradaban adalah acara tahunan Balai Arkeologi Papua. Selain saya dari ISBI Tanah […]

Yogya dan Pergumulan Sunyi Seorang Feminis

Oleh Seno Joko Suyono Dalam katalog pameran: The Submissive Feminist yang diselenggarakan di Kiniko Art Gallery Yogya dari tanggal 5-26 juni ini, Nadiah Bamadhaj menulis: “ …The exhibition borrow heavily from the iconography within my immediate environment of Yogyakarta.But that iconography is also reclaimed to manifest metaphors of my own personal experience. Batik, keris, wayang, […]

Keberagaman Stupa di Candi Borobudur

Oleh Karina Chandra Tidak adanya chattra di 72 stupa pendamping di Candi Borobudur seringkali menjadi salah satu argumen untuk menentang pemasangan kembali chattra hasil rekonstruksi van Erp. Padahal, selain chattra merupakan simbol penting dalam berbagai kitab Buddhis maupun di budaya Nusantara, relief Candi Borobudur sendiri amat sering menggambarkan stupa berchattra sebagai objek penghormatan. Bahkan relief Karmawibhangga […]

Hunian Prasejarah Masa Perundagian di Raja Ampat

Oleh Hari Suroto Kepulauan Raja Ampat berada di bagian paling barat Pulau Papua, membentang di area seluas kurang lebih 4,6 juta hektar. Saat ini, Raja Ampat merupakan bagian dari Provinsi Papua Barat, yang terdiri dari empat pulau besar yaitu Pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool, dan lebih dari 600 pulau-pulau kecil, atol dan taka dengan […]

Puisi-Puisi Eddy Pranata PNP

RUMAH KECIL DI ATAS KARANG telah kubangun rumah kecil di atas bongkah karang dengan empat jendela selalu terbuka tiada meja kursi, hanya selembar tikar di dalamnya setiap lepas subuh, aku biarkan matahari menyergap seluruh ruangan terkadang empat, lima ekor camar hinggap di jendela dan di luar ombak bergulung memecah serupa zikir tak henti-henti : “di […]

Dicky Senda dan Gastrosofi Mollo

Oleh Royyan Julian Diakui atau tidak, makanan adalah episentrum yang menggerakkan sejarah peradaban Homo sapiens. Seluruh aktivitas, ekspresi, dan hasrat manusia berpusat pada makanan. Hal ini masuk akal karena makanan merupakan kebutuhan dasariah serta sumber nutrisi paling sahih yang memungkinkan manusia—dan makhluk hidup lainnya—sintas. Nuansa gastronomis inilah yang begitu pekat terhidu di dapur Dicky Senda […]

Dramaturgi dalam Film: Bollywood Vs. Hollywood

Oleh Panji Wibowo Intro Sinema India dalam wacana perfilman dunia seringkali dipandang sebelah mata. Sebuah wahana yang tersisih dari tilikan estetik dibanding dengan Hollywood atau sinema Eropa. Bahkan seringkali sinema India digeneralisasi dengan sebutan “Bollywood”, sebuah sebutan yang pada awalnya merupakan sebuah lelucon yang ditujukan bagi film-film berbahasa Hindi yang diproduksi sebuah studio di Mumbai […]

Gita Si Ari-Ari

Oleh Elizabeth Inandiak Pengantar redaksi: Elizabeth Inandiak, (62 tahun Juni ini) akan menerbitkan sebuah buku tentang pengalamannya 30 tahun tinggal di Indonesia. Elizabeth berasal dari Perancis. Ia tinggal di Yogja. Ia dikenal sebagai sastrawan, penerjemah, wartawati yang mempelajari kebudayaan Jawa dan menghasilkan banyak buku. Pada tahun 2002, ia menerbitkan buku berjudul Les Chants de lile […]

Budaya Dong Son Di Kawasan Danau Sentani Papua

Oleh Hari Suroto Danau Sentani memiliki luas 25,5 km2 atau sekitar 9.630 ha dan kedalamannya bervariasi sampai mencapai 140 m. Masyarakat Sentani bermukim di tepi Danau Sentani dan pulau-pulau di Danau Sentani. Meskipun lokasi pemukiman danau cukup terbatas, hubungan dengan masyarakat luar danau tidak terputus. Hubungan itu, pada umumnya merupakan hubungan dagang. Akibat yang terjadi […]

Stupa Ber-Chattra Di Goa Gajah Bali

Oleh Sramanera Guna Sagara Situs Goa Gajah bertempat di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Keberadaan situs ini pertama kali diwartakan oleh L.C. Heyting di buletin arkeologi pemerintah Hindia Belanda, Oudheidkundig Verslag (OV) tahun 1923. Lalu pada tahun 1925, Stutterheim melakukan survei lebih lanjut dan melaporkannya lewat media yang sama. Namun, keduanya belum menuliskan […]