Pos

Ekosistem Musik Klasik Kita Belum Seindah Bunyi Musiknya

Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+), kompetisi musik klasik terbesar di Indonesia saat ini telah memasuki tahap akhir. Diselenggarakan di 10 kota sejak Agustus lalu, 7 kota telah terlewati, tinggal Surabaya (7 November), Denpasar, Bali (28 November) dan Jakarta (5 Desember), sebelum babak Grand Final di Jakarta, 11-13 Desember. Di semua kota Ananda Sukarlan bertindak sebagai […]

Jejak Keluarga dalam Museum Antologi Puisi Korea

Oleh: Kim Young Soo* Ketika ingin memahami apa itu puisi, kita mungkin akan mulai dengan membaca berbagai buku teori sastra. Namun, semakin banyak membaca, semakin kita menyadari bahwa tidak ada satu definisi pun yang dapat menjelaskan puisi secara utuh. Para penyair pun memiliki pandangan masing-masing tentang puisi. Bagi saya, puisi adalah karya sastra yang mempertemukan […]

Menggugat Filsafat sebagai Estetisasi Retoris: Ketika Logos, Ethos, dan Pathos Tak Lagi Harmonis

Oleh: Kasiyan* ————– Ada sesuatu yang menarik dalam hubungan manusia dengan keindahan. Sesuatu yang berkilau belum tentu menerangi. Cahaya membantu kita melihat, tetapi kilau kadang justru membuat mata terpukau sehingga kita tidak lagi memperhatikan apa yang sesungguhnya ada di baliknya. Dalam seni, bentuk yang indah tidak selalu menjamin kedalaman makna. Hal serupa, saya kira, juga […]

Ketika Borobudur Hanya Menjadi Backdrop

Oleh: Teguh Ostenrik* Catatan Kritis atas Konser Andrea Bocelli di Pelataran Candi Borobudur Saya datang jauh-jauh ke Yogyakarta untuk menyaksikan Andrea Bocelli bernyanyi di pelataran Candi Borobudur. Setelah penerbangan dan perjalanan darat sekitar satu setengah jam dari bandara, akhirnya saya duduk di kursi penonton. Belum sampai dua menit, saya mulai gelisah. Di hadapan saya berdiri […]

Ruang Ambang: Sanggar, Komunitas, Dan Relevansi Ruang Alternatif Dalam Seni Rupa Kontemporer

Oleh: Edo Pop* Membaca Kembali Tradisi dan Ruang Alternatif melalui Perspektif Liminalitas Ketika Gagasan Lama Dipertanyakan Kembali Dalam perkembangan seni rupa Indonesia, sanggar dan komunitas memiliki sejarah panjang sebagai ruang tumbuhnya praktik artistik, pertukaran gagasan, serta pembentukan jejaring antarperupa. Jauh sebelum ekosistem seni rupa berkembang seperti sekarang, sanggar menjadi salah satu tempat penting bagi seniman […]

Arah Baru Seni Rupa Dalam Peta Buta ?

Oleh : Yaksa Agus* Jawaban untuk tulisan Mayek Prayitno  dan Edo Pop  “ Arah Baru Seni Rupa Kontemporer Indonesia” Begitu membaca tulisan Mayek Prayitno tentang “Membaca Arah Baru Seni Rupa Kontemporer Indonesia”, saya sepakat. Tulisan itu jujur dalam menggambarkan dengan tepat kegelisahan seni rupa metropolitan, membicarakan “ketika material sudah terlalu cair,  karya sudah menjadi data, […]

Sesuatu Proyek Y Tanah Tubuh dan Kemungkinan Pulang

Oleh: Eko Yuds* Arahan Ari Sumitro • Festival Film Madani 2026 Minggu, 11 Oktober 2026 • 19.00–21.00 WIB Teater Tuti Indra Malaon, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat Seorang perempuan hadir membawa bibit pohon yang kering. Di dalam Sesuatu Proyek Y, benda kecil itu menyimpan ketegangan antara harapan untuk tumbuh dan kehidupan yang telah […]

Seni Rupa Kontemporer: Kita Sedang Bergerak ke Mana?

Oleh: Edo Pop* Ada hal yang kadang membuat saya bertanya-tanya ketika melihat perkembangan seni rupa hari ini. Pameran semakin beragam, cara berkarya semakin terbuka, teknologi menawarkan kemungkinan yang nyaris tanpa batas, dan nama-nama seniman terus bermunculan. Dunia seni tampak bergerak ke mana-mana. Namun, di tengah kesibukan itu, saya sesekali ingin berhenti sebentar dan bertanya: sebenarnya, […]

Membaca Ulang Sejarah dari Pesisir

Oleh: Purnawan Andra* Sejarah tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi pada masa lalu, tetapi juga oleh siapa yang mencatatnya, apa yang dianggap penting, dan bagaimana catatan itu diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, membaca sejarah bukan sekadar mengumpulkan fakta tentang masa silam. Kita juga perlu memeriksa cara fakta tersebut disusun menjadi cerita, termasuk sudut […]

Kebudayaan dan Konstruksi Realitas dalam Masyarakat Digital

Oleh: Intan Pusvitasari* Kebudayaan sebagai Sistem Pembentukan Pengetahuan Manusia hidup dalam realitas yang sama dengan pengalaman pemahaman yang beragam. Sebuah peristiwa dapat dianggap sebagai suatu keberhasilan oleh seseorang, ancaman oleh orang lain, maupun sesuatu yang tidak berarti bagi orang berikutnya. Perbedaan tersebut berkaitan dengan pengalaman, pengetahuan, nilai, serta kerangka penafsiran yang digunakan untuk memahami peristiwa. […]