Entries by

Antologi Puisi BWCF: Suara-Suara Dari Borobudur

Buku kumpulan puisi dari penyair-penyair yang tampil pada Borobudur Writers and Cultural Festival 2019. Puisi-puisi yang dibacakan pada pergelaran BWCF 2019 ini adalah upaya menggaungkan sisi spiritual yang diemban sang candi Borobudur. Dalam tema spiritual ini ada nama Abdul Hadi W.M. yang dikenal dengan puisi-puisi sufistik. Kemudian ada D. Zawawi Imron menulis soal Ketuhanan. Zawawi […]

Antologi Puisi BWCF: Malam Akshobya

Buku kumpulan puisi dari penyair-penyair yang tampil pada Borobudur Writers and Cultural Festival 2018, yaitu: Zahid M Nasser dari Malaysia, pernah kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo. Ia sering menerjemahkan sajak-sajak penyair Suriah Nizar Qabbani  dan puisi-puisi penyair Palestina Mahmoud Darwish. Arif Bagus Prasetyo, memulai karir kepenyairannya  di Surabaya. Dan kemudian menetap di Bali. Ia […]

Je Tsongkhapa: Risalah Agung Tahapan Jalan Menuju Pencerahan

Terjemahan buku Je Tsongkhapa yang terdiri dari 3 Jilid, yaitu: Jilid I. Penjelasan mendalam mengenai Sesi Meditasi, Kehidupan Mendatang, berlindung kepada Triatna, Karma, Kedelapan Jenis Penderitaan, Pratitya-Samutpada, Ketiga Jenis Latihan, dsb. Jilid II. Penjelasan mendalam mengenai Karuna Pintu Masuk Mahayan, Tujuh Instruksi Sebab dan Akibat, Bodhicitta, pon Latihan Mahayana, Enam Paramita. Jilid III. Penjelasan mendalam […]

Tuhan & Alam: Membaca Ulang Gagasan Pantheisme dan Tantrayana di Nusantara

Buku kumpulan makalah Borobudur Writers and Cultural Festival 2019. Pemakalah: Dr. Andrea Acri, Prof. Dr. Peter Carey, Prof. Dr. Wilem Van Der Molen, Prof.Dr. Abdul Kadir Riyadi, Dr. Maharsi, Tommy Christomy, Ph.D, Dr. Jajang A. Rohmana, Drs. Ida Suamba,MA., Ph.D, Eri Soedewo, M.Hum, Dr. Lydia Kieven, Hadi Sidomulyo, Dr. I Made Suastika, Dr. Titi Surti […]

Si Gurita: Dan Setelahnya

Oleh Nirwan Dewanto —untuk Ketut Putrayasa Jika saya mencoba masuk ke dalam pikiran bung, jika saya menyatukan irama langkah saya yang lambat dengan langkah bung yang cepat, jika saya terheran-heran kenapa bung membuat sebuah “patung” gurita berukuran raksasa di Pantai Berawa, Canggu, Bali Selatan, pada bulan April lalu, maka saya berpikir tentang tiga jenis kesenian […]

Yoga, Post-Truth, dan Suryometaram

Oleh Yudhi Widdyantoro Tahun baru berganti, Amerika Serikat bikin geger dunia. Adalah Presiden Trump tidak mau mengakui kekalahannya. Ucapan dan cuitannya di Twitter memprovokasi pendukung setianya untuk menduduki The Capitol –gedung DPRnya negara kampium demokrasi—saat pengumuman resmi kemenangan Joe Biden sebagai presiden terpilih. Empat orang meninggal dunia dalam insiden itu. Saat pemilihan presiden langsung beberapa […]

Puisi-Puisi Djoko Saryono

KEZALIMAN hutan adalah lebat pepohonan yang dicahayai kerahmanan: dikawani hijau, dijaga derau dilingkungi kosmogoni, dikitari pemali dipandu jiwa bersih, dibela hati ganih rimba adalah rimbun pepohonan yang dibinari kerahiman: ditemani kicau, dilindungi desau dilingkupi mitologi, dilingkari mantra suci dikawal pikiran putih, dipiara nalar jernih hutan adalah mata air kehidupan alami – bersari rabani: tempat rajah […]

Puisi-Puisi Akhmad Sekhu

Memo Kecemasan untuk Ronggowarsito Berkas-berkas kertas kini hanya bertuliskan cemas Anak-anak sudah tak lagi bebas pergi ke sekolah Tak ada lagi belajar, semua tenggelam permainan layar Curahan hati orangtua didedahkan pada media sosial Tak ada lagi komunikasi, semua asyik sibuk sendiri Jurang-jurang kesenjangan semakin lebar menganga Memperlihatkan kengerian jiwa penuh keterasingan Rumah-rumah menutup pintu-jendela begitu […]

Sastra, Memori, dan Wabah Pandemi

Oleh Djoko Saryono /1/ Ada bermacam wujud rangsang-rangsang kreatif dan imajinatif bagi pengarang ketika mencipta karya sastra. Peristiwa dan pengalaman merupakan dua di antaranya. Selain gagasan tertentu, pertistiwa dan pengalaman insani tertentu banyak memantik imajinasi dan kreativitas pengarang. Tak heran, Umar Junus, salah seorang kritikus terkemuka, dalam buku Dari Peristiwa ke Imajinasi merumuskan adagium sastra […]