Sebelum Kamera Bergerak

Oleh: Bambang Supriadi* Ada anggapan yang diam-diam telah menjadi keyakinan banyak pembuat film: sinematografi dimulai ketika kamera dioperasikan. Sejak saat itu perhatian tertuju pada spesifikasi kamera, karakter lensa, stabilizer, drone, atau berbagai perangkat pendukung lain yang menjanjikan gambar semakin berkualitas. Seolah-olah kualitas sinema dapat diukur dari kecanggihan alat yang digunakan untuk merekamnya. Padahal kamera hanyalah […]

Jika Dua Sastrawan Austria dan Swiss Jatuh Cinta

Oleh: Sigit Susanto* Pada 21 Juni 2026 stasiun TV SRF Swiss menayangkan film berjudul Perjalanan di Gurun (Reise in die Wüste). Film berdurasi 110 menit ini menceritakan tentang cinta dua sastrawan beken, Ingeborg Bachmann dari Austria dan Max Frisch dari Swiss. Seperti publik sastra tahu, bahwa kedua sastrawan tersebut memang dalam realitas kariernya menjalin tali […]

Menggosok Barang Lama: Film Kantata Takwa

Oleh: Bambang Supriadi Film Kantata Takwa, karya Erros Djarot dan Gotot Prakosa, menempuh perjalanan panjang hampir 19 tahun sebelum akhirnya menemukan ruang rilisnya. Film ini lahir pada tahun 1991 dan baru muncul ke publik pada tahun 2010, seolah melewati satu putaran waktu yang nyaris utuh dalam diam. Sebuah rentang yang tidak lazim dalam sejarah produksi […]

Ebu Gogo: Antara Mitos dan Sains

Oleh: Bambang Supriadi* Di Flores, tersimpan sebuah kisah lama yang terus diwariskan secara turun-temurun. Kisah itu berbicara tentang Ebu Gogo, makhluk misterius yang konon pernah menghuni hutan-hutan terpencil dan gua-gua batu di pulau tersebut. Dalam tradisi lisan masyarakat setempat, Ebu Gogo digambarkan sebagai sosok bertubuh kecil, berbulu lebat, bergerak dengan cara yang janggal, memiliki kemampuan […]

Menggali Warisan: Merumuskan Inovasi (Membaca Film Samsara karya Garin Nugroho)

Oleh: Bambang Supriadi* Samsara (2024) karya Garin Nugroho, yang dibintangi Ario Bayu dan Juliet Widyasari Burnett, hadir di tengah kecenderungan sinema kontemporer yang masih bergantung pada dialog, penjelasan naratif, dan kecepatan dramatik. Berbeda dari kecenderungan tersebut, film ini justru menanggalkan dominasi verbal dan mengembalikan sinema pada fondasi dasarnya: bahasa gambar, tubuh, ritme, dan musik. Dalam […]

Membersihkan Noda Noda: Tubuh Perempuan, Keterdesakan dalam The Cleaning Lady

Oleh: Bambang Supriadi * The Cleaning Lady, sumber IMP Awards Serial The Cleaning Lady merupakan serial drama kriminal yang pertama kali tayang pada tahun 2022, dikembangkan oleh Miranda Kwok sebagai adaptasi dari serial Argentina–Kamboja La Chica Que Limpia. Produksi serial ini Warner Bros. Television dan Fox Entertainment ini penayangan perdana di jaringan FOX serta distribusi […]

Menjadi Papua dan Demokrasi Ekosofis

Oleh: Bambang-K. Prihandono* Di tengah proses formasi oligarki yang gamblang menampilkan segala hasrat untuk meraih kekuasaan politik-ekonomi, hadirlah sebuah film dokumenter Pesta Babi. Film yang menarasikan proses dibabatnya hutan adat dan segala ekosistemnya, yakni manusia, binatang, tumbuhan dan segala semesta bumi, pun hadir membawa kontroversi. Pro-kontra merebak dari berbagai kalangan mempersoalkan objektivitas, etika, bahkan sampai […]

Karya Seni yang Menggelisahkan Waktu

Oleh : Bambang Supriadi *   Manusia modern terjebak dalam labirin paradoks yang ganjil. Kita menciptakan jemari teknologi untuk merajut waktu dan meringankan beban, namun ironisnya, ruang hidup justru terasa kian menyempit. Segalanya bergegas: informasi melesat, komunikasi memintas, pekerjaan memburu, bahkan kehangatan antarmanusia lekas kedaluwarsa. Dunia seolah telah menghapus jeda, enggan memberi ruang sekadar untuk […]

Mina dan Juragan Belanda: Medium Ideologi Kolonial

Oleh Bambang Supriadi*   Pada tahun 1915, kawasan Harmoni di Jakarta menjadi saksi pembuatan film bisu pendek berjudul Mina dan Juragan Belanda (Het Dienstmeisje Gaat Inkoopen Doen), disutradarai oleh L. Heuveldorp (1915). Film berdurasi kurang dari sepuluh menit ini sering disebut sebagai salah satu film pertama yang diproduksi di Indonesia, meskipun klaim ini masih memerlukan […]

Satu Tombol, Seribu Luka: Tipisnya Batas Jarak dan Kemanusiaan

Oleh Bambang Supriadi* Saat jarak menghapuskan pertemuan langsung antar-lawan di medan tempur, esensi kemanusiaan dalam perang pun kian terkikis. Ia tidak lagi hadir sebagai benturan fisik, melainkan sebagai sistem yang bekerja dari kejauhan, rapi, terukur, dan tampak bersih. Perang berubah menjadi operasi, dan manusia menjadi operatornya. Seperti dibaca oleh Grégoire Chamayou, teknologi drone menggeser perang […]