Menggali Warisan: Merumuskan Inovasi (Membaca Film Samsara karya Garin Nugroho)

Oleh: Bambang Supriadi* Samsara (2024) karya Garin Nugroho, yang dibintangi Ario Bayu dan Juliet Widyasari Burnett, hadir di tengah kecenderungan sinema kontemporer yang masih bergantung pada dialog, penjelasan naratif, dan kecepatan dramatik. Berbeda dari kecenderungan tersebut, film ini justru menanggalkan dominasi verbal dan mengembalikan sinema pada fondasi dasarnya: bahasa gambar, tubuh, ritme, dan musik. Dalam […]

Membersihkan Noda Noda: Tubuh Perempuan, Keterdesakan dalam The Cleaning Lady

Oleh: Bambang Supriadi * The Cleaning Lady, sumber IMP Awards Serial The Cleaning Lady merupakan serial drama kriminal yang pertama kali tayang pada tahun 2022, dikembangkan oleh Miranda Kwok sebagai adaptasi dari serial Argentina–Kamboja La Chica Que Limpia. Produksi serial ini Warner Bros. Television dan Fox Entertainment ini penayangan perdana di jaringan FOX serta distribusi […]

Menjadi Papua dan Demokrasi Ekosofis

Oleh: Bambang-K. Prihandono* Di tengah proses formasi oligarki yang gamblang menampilkan segala hasrat untuk meraih kekuasaan politik-ekonomi, hadirlah sebuah film dokumenter Pesta Babi. Film yang menarasikan proses dibabatnya hutan adat dan segala ekosistemnya, yakni manusia, binatang, tumbuhan dan segala semesta bumi, pun hadir membawa kontroversi. Pro-kontra merebak dari berbagai kalangan mempersoalkan objektivitas, etika, bahkan sampai […]

Karya Seni yang Menggelisahkan Waktu

Oleh : Bambang Supriadi *   Manusia modern terjebak dalam labirin paradoks yang ganjil. Kita menciptakan jemari teknologi untuk merajut waktu dan meringankan beban, namun ironisnya, ruang hidup justru terasa kian menyempit. Segalanya bergegas: informasi melesat, komunikasi memintas, pekerjaan memburu, bahkan kehangatan antarmanusia lekas kedaluwarsa. Dunia seolah telah menghapus jeda, enggan memberi ruang sekadar untuk […]

Mina dan Juragan Belanda: Medium Ideologi Kolonial

Oleh Bambang Supriadi*   Pada tahun 1915, kawasan Harmoni di Jakarta menjadi saksi pembuatan film bisu pendek berjudul Mina dan Juragan Belanda (Het Dienstmeisje Gaat Inkoopen Doen), disutradarai oleh L. Heuveldorp (1915). Film berdurasi kurang dari sepuluh menit ini sering disebut sebagai salah satu film pertama yang diproduksi di Indonesia, meskipun klaim ini masih memerlukan […]

Satu Tombol, Seribu Luka: Tipisnya Batas Jarak dan Kemanusiaan

Oleh Bambang Supriadi* Saat jarak menghapuskan pertemuan langsung antar-lawan di medan tempur, esensi kemanusiaan dalam perang pun kian terkikis. Ia tidak lagi hadir sebagai benturan fisik, melainkan sebagai sistem yang bekerja dari kejauhan, rapi, terukur, dan tampak bersih. Perang berubah menjadi operasi, dan manusia menjadi operatornya. Seperti dibaca oleh Grégoire Chamayou, teknologi drone menggeser perang […]

Mendobrak Batas Dinding Imajiner

Oleh Bambang Supriadi* Dahulu, seni peran kerap dipahami sebagai sebuah “ruang kedap” yang menjaga dirinya dari gangguan luar demi merawat keutuhan ilusi. Aktor hadir seolah tidak sedang ditonton, sementara jarak dengan penonton dipertahankan agar dunia lakon tetap terasa utuh. Dalam tradisi realisme teater, jarak ini bukan sekadar konvensi, melainkan cara kerja yang memungkinkan penonton larut […]

Film Pelajar dan Warisan Budaya Lokal di Purbalingga

 Oleh Abdul Wachid B.S.* Festival Film Pelajar Purbalingga (FFP) bukan sekadar arena lomba; ia merupakan laboratorium kultural tempat generasi muda belajar memaknai, merekam, dan mempertahankan akar budaya melalui praktik sinema. Fenomena ini penting karena memperlihatkan bahwa produksi film di tingkat sekolah bukan hanya soal teknik, estetika, atau kompetisi, melainkan praktik representasi yang aktif membentuk pemahaman […]

Film, Perang, dan Peradaban yang Diabaikan

Oleh Purnawan Andra* Perang hari ini tidak hanya bergerak di peta militer, tetapi juga diam-diam menggerus peta kebudayaan. Dalam konflik yang memanas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, kerusakan yang terjadi tidak berhenti pada infrastruktur atau korban jiwa. Ia merambat ke sesuatu yang lebih sunyi yaitu warisan peradaban.  Laporan terbaru menunjukkan bahwa sejumlah situs […]

Robert Redford: Penjaga Suara, Pembuka Jalan Legitimasi

Oleh Bambang Supriadi* Robert Redford telah meninggalkan panggung, tetapi gerakan yang ia mulai terus hidup. Api yang ia nyalakan tetap berkobar di tangan para sineas muda, di cerita-cerita yang lahir di pinggir layar, di karya-karya yang tak selalu terlihat. Keberadaannya kini bukan soal kehadiran fisik, tetapi tentang inspirasi yang terus memicu kreativitas, menggerakkan mereka yang […]