Mendobrak Batas Dinding Imajiner

Oleh Bambang Supriadi* Dahulu, seni peran kerap dipahami sebagai sebuah “ruang kedap” yang menjaga dirinya dari gangguan luar demi merawat keutuhan ilusi. Aktor hadir seolah tidak sedang ditonton, sementara jarak dengan penonton dipertahankan agar dunia lakon tetap terasa utuh. Dalam tradisi realisme teater, jarak ini bukan sekadar konvensi, melainkan cara kerja yang memungkinkan penonton larut […]

Film Pelajar dan Warisan Budaya Lokal di Purbalingga

 Oleh Abdul Wachid B.S.* Festival Film Pelajar Purbalingga (FFP) bukan sekadar arena lomba; ia merupakan laboratorium kultural tempat generasi muda belajar memaknai, merekam, dan mempertahankan akar budaya melalui praktik sinema. Fenomena ini penting karena memperlihatkan bahwa produksi film di tingkat sekolah bukan hanya soal teknik, estetika, atau kompetisi, melainkan praktik representasi yang aktif membentuk pemahaman […]

Film, Perang, dan Peradaban yang Diabaikan

Oleh Purnawan Andra* Perang hari ini tidak hanya bergerak di peta militer, tetapi juga diam-diam menggerus peta kebudayaan. Dalam konflik yang memanas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, kerusakan yang terjadi tidak berhenti pada infrastruktur atau korban jiwa. Ia merambat ke sesuatu yang lebih sunyi yaitu warisan peradaban.  Laporan terbaru menunjukkan bahwa sejumlah situs […]

Robert Redford: Penjaga Suara, Pembuka Jalan Legitimasi

Oleh Bambang Supriadi* Robert Redford telah meninggalkan panggung, tetapi gerakan yang ia mulai terus hidup. Api yang ia nyalakan tetap berkobar di tangan para sineas muda, di cerita-cerita yang lahir di pinggir layar, di karya-karya yang tak selalu terlihat. Keberadaannya kini bukan soal kehadiran fisik, tetapi tentang inspirasi yang terus memicu kreativitas, menggerakkan mereka yang […]

Sinema Saku: Literasi Visual Kini

Oleh Bambang Supriadi* Dalam diskursus kebudayaan kita, istilah “literasi” sering kali masih terpenjara dalam definisi klasik: kemampuan mengeja huruf dan memahami teks. Namun, di era ketika realitas semakin banyak hadir melalui layar, kita membutuhkan definisi literasi yang lebih luas dan berdaulat. Literasi hari ini adalah kemampuan memahami, mengolah, dan yang tak kalah penting adalah memproduksi […]

Sinema Membaca Zaman: Dari One Battle for Another ke Hari Film Nasional 30 Maret

Oleh Purnawan Andra* Kemenangan film One Battle for Another karya sutradara Paul Thomas Anderson di ajang Oscar yang digelar 15 Maret 2026 lalu perlu dibaca lebih dari sekadar capaian industri atau prestise festival. Ini karena yang ditawarkan film yang dibintangi Leonardo DiCaprio, Sean Penn, Benicio del Toro tersebut bukan hanya kualitas teknis, tapi kemampuan membaca […]

Sisi Gelap Intelektualitas dan Inovasi Kreatif dalam Seri Vladimir

Oleh Bambang Supriadi* Mini seri Vladimir merupakan produksi Amerika Serikat yang diproduksi pada tahun 2025, dirilis di Netflix  Maret 2026.  Mini seri delapan episode, diadaptasi dari novel karya Julia May Jonas. Penyutradaraannya digarap oleh Shari Springer Berman, Robert Pulcini, Francesca Gregorini, dan Josephine Bornebusch. Secara genre, seri ini berada dalam ranah drama psikologis yang dikemas […]

Merandai Jejak Identitas Sinema Indonesia Melalui Lensa Lokalitas

Oleh Bambang Supriadi*   Diskursus mengenai identitas sinema sering kali merujuk pada karakteristik yang mapan dan diakui secara global. Sinema India, misalnya, identik dengan formula “Masala” istilah sinema India untuk film yang mencampur berbagai genre, yaitu drama, komedi, aksi, romansa, dan musik. Sinema Jepang kerap diasosiasikan dengan estetika meditatif, presisi visual seperti camera angle Tatami, […]

Femme Fatale: Obsesi dalam Serial Obsession

Oleh Bambang Supriadi* Ada kisah kisah tertentu dalam sinema yang tidak dibangun dari peristiwa besar, melainkan dari getaran perasaan yang subtil tetapi menghancurkan. Serial Obsession bergerak di wilayah itu. Ia tidak tergesa menjelaskan konflik, tetapi perlahan memperlihatkan bagaimana ketertarikan dapat tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap.  Cerita berpusat pada William Farrow, seorang ahli bedah […]

Russian Ark: Inovasi Long Take Sokurov

Oleh Bambang Supriadi* Pada penghujung abad kesembilan belas, ketika sinema baru saja dirintis, dua bersaudara dari Prancis, Auguste Lumière dan Louis Lumière, menghadirkan sebuah keajaiban sederhana yang kemudian mengubah sejarah visual manusia. Melalui perangkat yang mereka ciptakan, Cinématographe, gambar bergerak untuk pertama kalinya dipertontonkan kepada publik pada tahun 1895.  Beberapa film Lumiere Brother yang  dikenal […]