Pos

Puisi-Puisi Sugiarto. B Darmawan

Menyambut Hari Bumi, 22 April 2024     BILA ENGKAU BANGUN PAGI INI Bila engkau bangun pagi ini kawan Jangan lagi berharap akan disambut riuh ocehan kutilang Seperti masa kecilmu Dimana orkestra nyanyian burung bersahut sahutan Dari pucuk pohon randu kepodang dengan warna bulu kuning keemasan Perkutut yang baru bangun malas malasan mengucapkan salam Jalak […]

Perginya Guru Besar Ilmu Biarin

Mengenang Yudhistira Massardi (1954 – 2024)  Oleh Akmal Nasery Basral* … kamu bilang aku bajingan. Aku bilang biarin kamu bilang aku perampok. Aku bilang biarin … kamu bilang hidup ini melelahkan. Aku bilang biarin. kamu bilang hidup itu menyakitkan. (“Biarin”, Yudhistira ANM Massardi, 1974) 1/ Jum’at malam, 24 Maret 1995, sehari sebelum konser Phil Collins […]

Puisi-Puisi Sugiarto B Darmawan

DUA KENANGAN DARI TIMOR 1. Kupang O.. Kupang Aku dengar dentang lonceng gereja mu. Sayup. Tarian ombak menyapu pantaimu. Lembut. Teriak nyaring pedagang ikan berjalan dalam naungan rimbun daun lontar. Rumah rumah adat berdiri sunyi di tengah kebun. Sungai sungai kecil membelah tanah kapur. Di ranting cendana seekor kutilang menari. Nyanyi sendiri berteman sepi. O… […]

 Dimensi Lain dari Film Agak Laen

Oleh  Agus Dermawan T. Film Agak Laen adalah refleksi komedis tentang pengangguran anak muda di Indonesia. Di balik tawa, tersimpan keadaan sosial yang terluka. ———- SATU ADEGAN yang lucu tapi pilu, di sehampar Pasar Malam. Oki (Oki Rengga), pemuda tinggi besar gagah perwira, duduk di “kursi panas” permainan Lempar Kuyup. “Kursi panas” Oki dihubungkan dengan […]

Mengenang Abdul Hadi WM di PSD HB Jassin

“Abdul Hadi W.M Dalam Pusaran Arus Sastra, Kebudayaan dan Kebangsaan” Sabtu, 3 Februari 2024 14.00 – 16.00 WIB, Aula PSD HB Jassin Taman Ismail Marzuki  Jln. Cikini Raya NO.73. Jakarta Pusat —— Tuhan Kita begitu dekat Sebagai api dan panas Aku panas dalam apimu… ——- Para wartawan yang terhimpun dalam Forum Wartawan Pecinta Peradaban dan […]

Sajak-Sajak Seno Joko Suyono

Bukit Semut Siwa menjelma menjadi bukit tandus ini Agar semut-semut bisa merayap dan memujaNya di puncak Suatu hari datang seorang laki-laki gamang di kaki undakan Ia membaca aksara-aksara yang tergores di batu Ia tak mengerti rahasia apa yang tertoreh Ia hanya tak ingin menoleh Pada pandita buta yang tengah mandi Menggosok dakinya di danau penuh […]

 Sejak Laut Belum Pasang: Sebuah Eulogi  

Oleh Nirwan Dewanto Ia adalah seorang yang sering saya jumpai sejak kuartal kedua 1987 hingga setahun berikutnya, mungkin sekitar 3-4 kali sepekan, bukan karena saya hendak menemuinya, tapi karena saya selalu mampir untuk mencari tempat berteduh, yaitu di sekretariat Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) di Cikini Raya 73, tepatnya untuk menghindari cuaca Jakarta yang panas dan […]

Puisi-Puisi Rifqi Septian Dewantara

Merayakan Kekalahan Kodeks-kodeks yang tercecer melalui transmisi digital, algoritma terjebak; mencari makna distorsi dan kegagalan Bukannya kecewa, untuk mengungkapkan hal ini sebagai konstruksi diri yang semakin kuat Dalam setiap bug teknologi, aku; seperti menemukan celah untuk masa kini Aku terjun bebas di jalur pengaman kode, melompati satuan komputasi bit dan byte; menyusuri aliran data yang […]

Puisi-Puisi Yohan Mataubana

TUA KOLO PANGGIL PULANG tua kolo 1 su2 bikin mabuk musim hujan saat natal beri kabar kalau mercun sudah pikul warna perpisahan akhir tahun   di lopo3 dan sane4 ain manu pasti bikin laku tobe5 tambah ut’luat 6 bikin sa7 pun air liur meleleh usi amakoet dan usi amatani bilang ayam jantan dan kambing mau disembelih […]

Puisi-Puisi M. Anton Sulistyo

TENTANG EKSIL SESUDAH MENDENGAR LAGU WHEN I’M 64  *) -1- ketika lampu kenangan mulai padam satu-satu kata-kata kadang kehilangan makna, barangkali  makna memang tak perlu kata-kata. Seperti tamsil  dalam puisi penyair eksil tanpa negara, tanpa nama,  tanpa titimangsa. Seperti suara yang menggigil lebih lirih dari embusan angin, jauh + terpencil tapi sangat mengusik batin:  “bersiaplah […]