Susastra Alit, Tansah Amrucut Saking Tatananing Nalar Winingit

Oleh Indro Suprobo*   “How many people today live in a language that is not their own? Or no longer, or not yet, even know their own and know poorly the major language that they are forced to serve? This is the problem of immigrants, and especially of their children, the problem of minorities, the […]

American Crusade Hegseth: Jihad Budaya Barat yang Rapuh, Hancur di Hadapan Ketangguhan Persia

Oleh Mochammad Sulton Sahara*  Judul : American Crusade: Our Fight to Stay Free Penulis : Pete Hegseth Penerbit : Center Street (Hachette Book Group) Cetakan : Pertama (First Edition), Mei 2020 Tebal : 304 halaman  Prolog Budaya: Seruan Perang Abad 21 yang Busuk  Bayangkan sebuah buku yang keluar Mei 2020 dari Center Street, sebuah manifesto […]

PM. Laksono dan Puisi Pantik: Peristiwa dan Undangan untuk Melintas secara Otentik

Oleh Indro Suprobo*   “The self is only a threshold, a door, a becoming between two multiplicities” ― Gilles Deleuze,A Thousand Plateaus: Capitalism and Schizophrenia Kutipan yang diambil dari pemikir Perancis bernama Gilles Deleuze ini secara garis besar hendak menyatakan bahwa diri, atau subyek, merupakan suatu ambang, yakni suatu titik tempat terjadinya suatu perubahan, sehingga dapat […]

Budaya sebagai Mesin Ekonomi: Provokasi Mickov & Doyle terhadap Tujuan Bernegara Indonesia

Oleh ​Mochammad Sulton Sahara* Judul : Culture, Innovation and the Economy Penulis : Biljana Mickov dan James E. Doyle (Editor) Penerbit : Routledge (Taylor & Francis Group) Cetakan : Pertama Tahun : 2018 Tebal : 172 halaman (+ index) Buku Culture, Innovation and the Economy (2018) karya Biljana Mickov dan James E. Doyle menantang paradigma ekonomi konvensional […]

Hologram Kafka, Lorong Berikutnya

Oleh Kiki Sulistyo* Menggunakan hologram sebagai metafora, Triyanto Triwikromo memancarkan kembali sosok Kafka melalui kumpulan puisi Dalam Hologram Kafka (KPG, 2025). Meski begitu, kata “sosok” tidaklah tepat apabila yang dimaksud “sosok” adalah pribadi—buku ini bukan berisi biografi Kafka.  Sebilah sinar laser dipecah dua, yang satu ditembakkan langsung ke pelat perekam sedang yang satu lagi ditembakkan […]

Seekor Bajingan, Subyek yang Teralienasi dalam Kebisingan

Oleh Indro Suprobo*   “Poverty means death. This death, however, is not only physical but mental and cultural as well. It refers to the destruction of individual persons, peoples, cultures, and traditions.” (Gustavo Gutiérrez, We Drink from Our Own Wells: The Spiritual Journey of a People)   Gustavo Gutierrez-Merino Diaz adalah seorang filsuf cum teolog […]

Sistem Desentralisasi sebagai Product-Market Fit yang Belum Sesuai untuk Indonesia

Oleh Kelvin William Judul: MENCARI INDONESIA Jilid 5: Ketimpangan, Ketidakadilan, & Masyarakat Pinggiran Penulis: Riwanto Tirtosudarmo Penerbit: Media Nusa Creative Publishing, Malang Cetakan: I, 2025 Tebal: x–xxiv + 390 halaman Dalam dunia entrepeneuership, istilah product-market fit merujuk pada kondisi ketika sebuah produk benar-benar menemukan pasarnya, yakni dibutuhkan, digunakan, dan diapresiasi oleh penggunanya. Konsep ini sesungguhnya […]

Gelombang Baru Kur Balada dan Jejak Panjang Sastra Tegalan

Oleh: Iwang Nirwana*   Komunitas Sastrawan Tegalan (KST) sejak awal kelahirannya selalu menunjukkan kegigihan yang tak pernah padam dalam mengangkat martabat bahasa Tegal melalui karya-karya sastra. Selama tiga puluh satu tahun, semangat itu terus menyala sejak 26 November 1994—hari yang kini dikenang sebagai kelahiran Sastra Tegalan modern. Pada tanggal itulah Lanang Setiawan yang dijuluki Begawan […]

Menyajikan Peta, Mengonstruksi Wacana

Oleh Indro Suprobo & Ons Untoro ——————– Sosialisme memiliki banyak sekali bentuk dan merupakan fenomena yang beragam. Meskipun demikian ia memiliki empat karakteristik fundamental. Pertama, sosialisme memiliki komitmen untuk menciptakan masyarakat yang egaliter. Kedua, sosialisme memiliki kepercayaan tentang kemungkinan dibangunnya sebuah sistem egalitarian alternatif yang didasar-kan pada nilai-nilai solidaritas dan kerjasama. Ketiga, sosialisme memiliki pandangan […]

Yuliani telah Memilih Bagian Terbaik yang Tak Akan Diambil Daripadanya

Oleh: Indro Suprobo* Adalah Yuliani Kumudaswari, penyair perempuan yang tak pernah henti menulis puisi. Seolah-olah, melahirkan puisi telah menjadi nafas hidup. Ia bergerak, mengalir, meluber dan tumpah sebagai pilihan-pilihan kata yang terolah. Pada suatu kesempatan, sonetta menjadi pilihan gaya penulisannya. Seratus buah sonetta disusunnya dalam perjalanan waktu yang panjang dan berjeda. Melaluinya, ia mencermati seluruh […]