Pos

Degradasi Topeng Malang: Catatan dari Rumah-Rumah yang Pelan-Pelan Sepi

Oleh: Muhammad Nasai* Ketika Saya Mengira Topeng Malang Hanya Ada di Pakisaji Ada masa ketika saya sungguh percaya bahwa Topeng Malang hanya hidup di satu tempat. Keyakinan itu bukan lahir dari kesimpulan ilmiah, bukan pula dari penelitian panjang, melainkan dari jalur yang sederhana dan umum terjadi: informasi yang tersedia. Apa yang paling sering disebut, paling […]

Tubuh adalah Tanah yang Tertunda

Oleh : Suroto M.Sn. Catatan Dramaturg atas “Mantau: Hutan yang Tidak Memberi Izin Bagaimana cara membalik panggung semen yang beku, lalu menumbuhkan hutan di atasnya? Pertanyaan ini bukan sekadar urusan teknis tata panggung (scenography), melainkan sebuah gugatan ontologis yang mendasar. Dalam karya koreografi “MANTAU: Hutan yang tidak Memberi Izin” karya Raflesia Meirina, yang dipresentasikan dalam […]

Teater sebagai Infrastruktur Rasa: Membaca Proposal Kota: Mimpi adalah Mimpi sebagai Pesta Rakyat Urban

Oleh: Eko Yuds* Proposal Kota: Mimpi adalah Mimpi tidak berhenti sebagai pertunjukan teater. Karya ini bergerak lebih jauh menjadi peristiwa warga, ruang percakapan, arena sosial, dan pesta rakyat urban. Karya ini terbaca dari pengalaman langsung di tengah kerumunan, ketika panggung, warga, hujan, pedagang, dan percakapan melebur menjadi satu peristiwa kebudayaan. Teater dalam peristiwa ini tidak hanya […]

Kegelisahan Metodologis di Balik Penulisan Metodologi Penciptaan Seni

Oleh: Kasiyan* “Ketika praktik menjadi pengetahuan, dan penciptaan menjelma riset, di sanalah seni berbicara sebagai cara manusia memahami dunia.” Tulisan ini merupakan refleksi penulis atas proses penyusunan buku Metodologi Penciptaan Seni: Refleksi Kritis dan Pendekatan Komprehensif (UNY Press, 2025), setebal 554 halaman, yang mengkaji paradigma dan praktik metodologi penciptaan seni dalam perspektif Practice-Based Research dan […]

Tubuh Buruh Pemetik Teh dan Sejarah yang Ditanam

Oleh : Selvi Agnesia Pertunjukan tari Akar Emas Hijau, mengangkat sejarah teh dalam konteks kolonialisme yang beririsan dengan sistem kapitalisme. Disampaikan lewat gestur tubuh-tubuh keseharian buruh pemetik teh yang didisiplinkan. Pencarian “Ketubuhan dan akar diri” adalah dua pondasi utama yang digunakan Ela Mutiara, koreografer asal Sukabumi-Jawa Barat sebagai landasan berkarya. Setelah sejak 2020, ia mengeksplorasi […]

Mahkota dari Sampah, Doa dari Lampu Merah: Kritik atas Seni Jalanan yang Terlupakan

Oleh: Elvin Anderson* Setiap sore, ketika matahari mulai bergerak ke barat, dan kendaraan mulai mengular di perempatan Prawirotaman, Yogyakarta, seorang pria setengah baya dengan tubuh dibaluti kostum warna hijau menyala muncul dari balik pagar SPBU. Dengan perlahan, dia merapikan aksesoris kepala yang terbuat dari kumpulan sendok plastik bekas yang disemprot warna emas, dibentuk bagaikan mahkota, […]

Aku Ora Rumongso Diduweni: Taman Gandrung Terakota, Penipuan Royalti, dan Perlawanan Sunyi Seorang Maestro

Oleh : Elvin Anderson* Sore itu, 11 April 2026, angin dari kaki Gunung Ijen membawa dingin yang menusuk namun anehnya menghangatkan dada. Saya duduk di bangku amphitheater Taman Patung Terakota, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Di hadapan saya, ribuan patung tanah liat berdiri bisu. Tapi saya menangkap mereka tidak bisu. Mereka menari. Di depan, seorang perempuan tua […]

Tari Indonesia di Tengah Perubahan: Konon, Kini, Nanti

Telah terbit! Tari Indonesia di Tengah Perubahan: Konon, Kini, Nanti Sal Murgiyanto, dkk ISI Press, 2025 Full Color, hardcover xxvili + 666 halaman 15,5 x 23 cm Buku ini mengulas kiprah empat koreografer kawakan—Bagong Kussudiardja, Retno Maruti, Huriah Adam, dan Sardono W. Kusumo—melalui kombinasi terjemahan disertasi Sal Murgiyanto dan pembacaan terkini dari Sal Murgiyanto, Fafa […]

Estetika di balik “Tari Gandrung”

Oleh: Brusheila Devi Proboyasti* Refleksi Kritis atas Pengalaman di Jiwa Jawa Ijen dan Taman Gandrung Terakota – Banyuwangi Seni sebagai Pengalaman Hidup Seni pertunjukan, terutama tari tradisional, kerap dipahami masyarakat sebagai sekadar tontonan yang indah dan menghibur. Namun, pemahaman semacam itu melupakan hakikat terdalam dari seni itu sendiri, yaitu sebagai pengalaman hidup yang utuh dan […]

Tubuh yang Cair dalam Persimpangan Budaya

Oleh: Brusheila Devi Proboyasti* Kritik atas “Bedhaya Hagoromo” dalam Indonesian Dance Festival 2024 Pada 2 November 2024, rangkaian Indonesian Dance Festival (IDF) 2024 resmi dibuka di Jakarta. Festival dua tahunan yang telah lama menjelma menjadi ruang penting bagi perkembangan tari kontemporer, baik di kancah nasional maupun internasional, pada festival tersebut mengusung tema “Liquid Ranah”. Tema […]