Pos

Tari Indonesia di Tengah Perubahan: Konon, Kini, Nanti

Telah terbit! Tari Indonesia di Tengah Perubahan: Konon, Kini, Nanti Sal Murgiyanto, dkk ISI Press, 2025 Full Color, hardcover xxvili + 666 halaman 15,5 x 23 cm Buku ini mengulas kiprah empat koreografer kawakan—Bagong Kussudiardja, Retno Maruti, Huriah Adam, dan Sardono W. Kusumo—melalui kombinasi terjemahan disertasi Sal Murgiyanto dan pembacaan terkini dari Sal Murgiyanto, Fafa […]

Estetika di balik “Tari Gandrung”

Oleh: Brusheila Devi Proboyasti* Refleksi Kritis atas Pengalaman di Jiwa Jawa Ijen dan Taman Gandrung Terakota – Banyuwangi Seni sebagai Pengalaman Hidup Seni pertunjukan, terutama tari tradisional, kerap dipahami masyarakat sebagai sekadar tontonan yang indah dan menghibur. Namun, pemahaman semacam itu melupakan hakikat terdalam dari seni itu sendiri, yaitu sebagai pengalaman hidup yang utuh dan […]

Tubuh yang Cair dalam Persimpangan Budaya

Oleh: Brusheila Devi Proboyasti* Kritik atas “Bedhaya Hagoromo” dalam Indonesian Dance Festival 2024 Pada 2 November 2024, rangkaian Indonesian Dance Festival (IDF) 2024 resmi dibuka di Jakarta. Festival dua tahunan yang telah lama menjelma menjadi ruang penting bagi perkembangan tari kontemporer, baik di kancah nasional maupun internasional, pada festival tersebut mengusung tema “Liquid Ranah”. Tema […]

Kisah Sanggar Dapur Pangbarep

Oleh Jasmine Nurul Asyifa* Tari bukan hanya soal gerakan yang indah dipandang. Di balik setiap langkah, ada cerita, ada napas, ada perjuangan, dan ada jejak kehidupan. Bagi sebagian orang, tari mungkin hanya hiburan. Namun bagi mereka yang hidup di dalamnya, tari adalah cara untuk memahami diri, budaya, dan dunia. Dari ruang sederhana bernama Dapur Pangbarep […]

Menari dalam Perubahan Zaman

Oleh Purnawan Andra* Hari Tari Internasional setiap 29 April sering kita rayakan dengan panggung, kostum, dan pertunjukan yang tertata rapi. Tari tampil sebagai sesuatu yang indah, terlatih, dan layak ditonton. Namun di balik perayaan itu, ada pertanyaan yang jarang diajukan: bagaimana nasib tari di tengah perubahan kehidupan kita hari ini? Apakah ia masih hidup sebagai […]

Sulistyo Tirtokusumo dan Kasulistyan

Sabtu, tanggal 18 April lalu terjadi peristiwa kebudayaan menarik di Taman Ismail Marzuki. Lama tak tampil dan hadir  dalam acara-acara seni, tiba-tiba koreografer senior Sulistyo Tirtokusumo (73 tahun), muncul di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Ia melaunching sebuah buku mengenai gaya dan ciri khas gerak-gerak yang diciptakannya dalam tari Bedhaya Sri Nugroho. Buku itu berjudul: […]

Mendekonstruksi Konstruksi Makna Lengger Lanang

Oleh Purnawan Andra* Lengger selama ini sering dipahami sebagai sesuatu yang seolah-olah sudah jelas. Ia adalah tarian rakyat Banyumasan yang lekat dengan tubuh perempuan, hadir dalam ritus, tumbuh dari lanskap agraris, dan mengakar dalam ingatan kolektif. Lengger menari untuk panen, untuk kesuburan, untuk menjaga hubungan antara manusia dan alam.  Dalam banyak ingatan kultural, lengger adalah […]

Memasak Identitas, Merebut Posisi: Simbolisme Hierarki dan Trauma dalam Karya Tari Kontemporer Lu Olang

Oleh Favio Soares Pinto* Deskripsi karya: Pertunjukan diawali dengan seorang perempuan berdiri di tengah panggung gelap. Ia berada di atas empat bangku kayu kecil, tepat di bawah sorotan lampu panggung (spotlight) yang terang dan membentuk lingkaran. Perempuan itu mengenakan pakaian tradisional berwarna gelap bergaya Tionghoa dan memegang tumpukan empat mangkuk putih dengan kedua tangan di […]

Menari di Antara Knalpot dan Hitungan Lampu Merah

Oleh Farhana Izza Zakiatus S.* Siang hari di persimpangan dekat Jogokariyan, terik matahari membuat muka terasa hangat. Bau aspal yang tersengat panas matahari memenuhi jalanan bersama debu dan asap knalpot kendaraan. Tepat di lampu merah, orang-orang berhenti dengan ekspresi dan perilaku yang cukup beragam. Ada yang pandangannya tertuju pada lampu lalu lintas seakan takut lampunya […]

Mengeja Gerak bersama Alexis Jestin

Oleh Razan* Jika gerak saya bayangkan sebagai kata, maka saya bayangkan pula proses menyusun gerak seperti ketika seseorang menata bahasa. Ada saat ketika ia terasa jelas, ada saat ketika ia terdengar ganjil, dan pada saat lain justru kosong. Pertanyaannya pun bergerak ke wilayah yang serupa: sejelas apakah gerak itu diucapkan, kata apa yang dipilih, dan […]