Pos

Motayok: Tradisi Pengobatan Tradisional Bolaang Mongondow

Oleh: Hari Suroto* Motayok merupakan tradisi pengobatan yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Motayok berupa ritual tarian untuk mengobati orang sakit dengan bantuan roh leluhur melalui bolian. Saat melakukan ritual motayok, bolian menari diiringi musik gimbal (gendang) dan golantong (gong), bolian didampingi oleh seorang yang disebut mokokapoi untuk memanggil roh, dan […]

Panji dari Tepian Barito: Membaca Ulang Kebudayaan Nusantara

Oleh: Purnawan Andra* Ada anggapan yang sudah lama mengendap dalam benak banyak orang bahwa Panji adalah “milik” Jawa. Cerita tentang Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji dianggap lahir, tumbuh, dan selesai di ruang kebudayaan Jawa Timur. Karena itu, ketika Henri Nurcahyo menulis Kelana Panji di Bakumpai, pembaca mula-mula mungkin mengira novel ini sedang memindahkan tokoh Panji […]

Retreat Meditasi & Pelatihan Samanera

*🪷Retreat Meditasi & Pelatihan Samanera*🪷 Dibimbing langsung oleh : SAYADAW U KUṆḌADHĀNA Sayadaw ditahbiskan pada tahun 1991 oleh Pa-Auk Sayadawgyi.Saat ini telah membabarkan dhamma dan mengajarkan meditasi di berbagai negara seperti Malaysia, Macao, Singapore, Amerika, Kanada, Jepang, Sri lanka, China, Hongkong, Inggris, Indonesia, Thailand, dan Vietnam, Taiwan. Akan di adakan pada tanggal : 01 July […]

Mengunyah Pidato Doktor Mikke Susanto

Oleh: PAXSML* Dari Algoritma Ruang Tamu hingga Kuasa Digital Global Museum di Ruang Tamu Jika Anda bertamu ke rumah orang Indonesia, terutama manusia Jawa, ruang pertama yang menyergap Anda bukanlah ruang makan yang penuh aroma semur daging, melainkan ruang tamu. Di sana, sebuah tradisi lama dimulai. Tuan rumah akan menyilangkan tangan, tersenyum takzim, lalu berujar […]

Up in the Air dan Negara di Ruang Transit

Oleh: Purnawan Andra* Ada sesuatu yang menarik ketika publik memperdebatkan frekuensi perjalanan luar negeri seorang presiden. Sebagian orang menganggapnya sebagai bagian wajar dari diplomasi. Sebagian lain melihatnya sebagai tanda bahwa pemimpin lebih sibuk mengurus dunia daripada mengurus rumah sendiri. Perdebatan semacam ini hampir selalu berakhir pada hitung-hitungan teknis: berapa kali berangkat, berapa negara yang dikunjungi, […]

Iduladha dan Teologi Pembebasan

Oleh: Dimas Indianto S.* Iduladha hadir bukan sekadar sebagai perayaan ritual yang menandai musim kurban, melainkan sebagai ruang kontemplasi tentang kebebasan manusia dari belenggu paling purba. Di tengah gema takbir yang melintas dari surau ke surau, manusia diajak menafsir ulang hubungan antara pengorbanan dan kemerdekaan batin. Kisah Nabi Ibrahim tidak berhenti sebagai narasi kepatuhan spiritual […]

Borobudur, Ketahanan Pangan, dan Kita yang Kerap Lupa

Oleh : Purnawan Andra* Di banyak tempat, candi diperlakukan seperti benda masa lalu yang harus dijaga dari lumut, debu dan turis. Tapi candi Borobudur tidak sesederhana itu. Ia bukan hanya monumen agama, tetapi juga semacam buku batu yang menyimpan cara hidup. Di tubuh candinya terdapat sekitar 2.672 relief, dengan 1.460 panel naratif yang menutupi kurang […]

Mendengar Banyumas Dari Dalam:Sebuah Pembacaan atas Balada Abdul Wachid B.S. dalam Kumpulan Balada Banyumas

Oleh : Talitha Salsabila* Ada cara tertentu orang Banyumas memandang dunia: tidak dari atas, tidak dari kejauhan, tetapi dari samping, sambil duduk, dengan tawa yang tidak tergesa dan kejujuran yang tidak memerlukan izin. Cara pandang itulah yang menjadi napas kumpulan puisi Abdul Wachid B.S. bertajuk Balada Banyumas, yang diterbitkan secara berseri di borobudurwriters.id sepanjang Desember […]

Puisi-puisi Umi Kulsum binti Jaenudin

HAKIKAT KEINDAHAN I Banyak yang mengira, Keindahan tinggal Di pelukan senja Atau cahaya bulan Yang menempel di pipimu Pasir membelai tubuh Dan bulu matamu Menggiring desir ke jantungku Namun, sesungguhnya, Keindahan kadang bersembunyi Di rintih perempuan lapar Yang tak bernama, Yang dibungkam jalan-jalan Dan pandangan orang-orang Yang sibuk menuju diri mereka sendiri Kau hadir, Bukan […]

Mahkota dari Sampah, Doa dari Lampu Merah: Kritik atas Seni Jalanan yang Terlupakan

Oleh: Elvin Anderson* Setiap sore, ketika matahari mulai bergerak ke barat, dan kendaraan mulai mengular di perempatan Prawirotaman, Yogyakarta, seorang pria setengah baya dengan tubuh dibaluti kostum warna hijau menyala muncul dari balik pagar SPBU. Dengan perlahan, dia merapikan aksesoris kepala yang terbuat dari kumpulan sendok plastik bekas yang disemprot warna emas, dibentuk bagaikan mahkota, […]