Entries by

Kim dan Nara Yang Hidup (Krisis Eksistensial Perempuan Modern)

Oleh: Madin Tyasawan MONOPLAY FESTIVAL 2026 Gagasan menarik. Ide menyelenggarakan event yang amat jarang ditemui ini adalah perhelatan yang patut diapresiasi. Monoplay Festival 2026 yang digagas oleh Teuku Rifnu Wikana dan Krisna Aditya ini digelar selama tiga hari (23-25 September 2026) di beberapa venue di Taman Ismail Marzuki. Pada hari pamungkasnya, saya menyaksikan pentas Monoplay […]

Avatar, Alam dan Kita yang Membacanya

Oleh: Purnawan Andra* Ketika Avatar pertama kali hadir pada 2009, banyak orang mungkin lebih mengingat Pandora sebagai dunia yang menakjubkan. Hutan yang bercahaya, gunung-gunung yang melayang, makhluk asing, dan teknologi tiga dimensi membuat film James Cameron itu terasa seperti sebuah perjalanan ke dunia yang sama sekali berbeda dari bumi. Kini, ketika film itu kita ingat […]

Puisi-puisi Seno Joko Suyono

Dua arca Yang Lelah di Museum Terlalu banyak menerima umat Yang meminta berkah dan permohonan-permohonan selama ratusan tahun Kulihat mata kedua arca itu lelah Meski terpejam seolah meditasi Kulihat ada sedikit embun di pelupuknya “Bagaima Anda tahu. Anda dari mana?” Aku merasa arca itu gusar bertanya kepadaku Aku merasa bersalah dan akan berusaha hati-hati Agar […]

Wajah Bahasa Kita

Oleh: Muhammad Panji Gozali* Berbicara tentang Indonesia dan budayanya tidak akan lengkap bila tidak membahas tentang bahasanya. Bahasa merupakan bagian kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan keseharian. Bahasa merupakan alat komunikasi manusia baik secara lisan maupun tulisan. Berangkat dari hal tersebut Indonesia sebagai bangsa yang bangga terhadap bahasa, di setiap tahunnya Indonesia memperingati […]

Problematika Alofon Fonem Vokal /e/ dalam Pelafalan Bahasa Indonesia

Oleh: Kim Young Soo* Bahasa merupakan alat komunikasi antarmanusia yang digunakan untuk menyampaikan pikiran, opini, pendapat, saran, usul, emosi, perasaan, dan berbagai gagasan secara timbal balik. Apabila seorang pembicara tidak melafalkan bahasa secara tepat, komunikasi dapat mengalami gangguan, bahkan menimbulkan kesalahpahaman. Sebagai contoh, dalam media elektronik seperti radio dan televisi, kesalahan pengucapan oleh pembawa acara […]

Potret Peradaban di Jalanan

Oleh: Agus Dermawan T. Di Tiongkok, budaya pengajaran dan penghajaran lalu-lintas jalanan menghasilkan ketertipan signifikan. Tiongkok percaya bahwa potret peradaban suatu bangsa bisa terlihat dari cara masyarakatnya memperlakukan jalan raya. —————– DALAM perjalanan wisata di Tiongkok di bulan Agustus 2026, bus yang saya tumpangi mampir di toilet stop Weilong Service Area. Suatu tempat yang jauh […]

Ketika Metafora Kehilangan Pengalaman (Bahasa Puitik di Era Generatif)

Oleh: Abdul Wachid B.S.* 1. Bahasa Puitik yang Menjadi Terlalu Mudah Belakangan ini, puisi hadir hampir di setiap sudut ruang digital. Linimasa media sosial dipenuhi larik-larik yang silih berganti muncul di antara berita, iklan, video pendek, dan percakapan sehari-hari. Dalam satu hari, seseorang dapat membaca puluhan bahkan ratusan puisi dari berbagai akun pribadi, komunitas sastra, […]

Puisi-puisi Seno Joko Suyono

Sajak Sajak Korea   67 Cheonho-daero 45-gil Angin musim gugur mendinginkan ginsengku Kutahu jalan di depan sepi dini hari ini Entah yang kudengar deram kereta atau Suara-suara dari lorong yang terbantun luruh menjelang subuh Jarak dari stasiun Cheongyangni tak begitu jauh Bunyi sepatu tergesa-gesa turun naik tangga terbawa sampai kamar kecilku Tapi kemudian menghilang ketika […]

Mempertimbangkan Drama wayang

Oleh: Punawan Andra* Tradisi yang Terus Bergerak Belakangan ini, dalam dunia seni pertunjukan kita, kerap dibicarakan istilah drayang. Istilah ini merujuk pada drama wayang, sebuah bentuk pertunjukan yang mempertemukan wayang dengan drama, tari, musik, tata visual, dan berbagai perangkat panggung. Swargaloka (Jakarta), adalah kelompok seni yang kerap memunculkan istilah ini dalam karya-karyanya. Oleh mereka, istilah […]

Venue Seni: Ujung Tombak Pemajuan Kebudayaan

Oleh: Bambang Prihadi Kunjungan Komisi E DPRD DKI Jakarta ke Taman Ismail Marzuki pada 21 September 2026 patut dibaca lebih dari sekadar agenda kerja kelembagaan. Kunjungan tersebut memiliki arti strategis sekaligus simbolik bagi pemajuan kebudayaan Jakarta. Strategis, karena membuka ruang dialog yang lebih kuat antara wakil rakyat, pemerintah, pengelola kawasan, lembaga kesenian, dan pelaku seni. […]