Entries by

Mata Katsuko Hosoya dan Keelokan Biota Laut Kita

Oleh: Bambang Asrini* Di sebuah diskusi publik yang mencerahkan, di sebuah sore yang juga indah, Oktober ini kurator dan fotografer senior Oscar Motuloh menyebut dengan takzim seorang nenek berusia 80 tahun, Katsuko Hosoya yang menjadi mata penggugah kekayaan biota laut kita. Dalam pameran di galeri cemara 6 dengan tajuk Jewels of Indonesia Seas tak berlebihan […]

Empat Cara Menulis tentang Buku: Ringkasan, Kritik, Resensi, dan Academic Book Review

Oleh: Abdul Wachid B.S.* I. Pendahuluan: Membaca Buku dan Menuliskan Hasil Pembacaan Seorang mahasiswa telah menyelesaikan sebuah buku untuk memenuhi tugas perkuliahan. Dia memahami gagasan utamanya, mencatat bagian-bagian penting, dan mungkin menemukan beberapa hal yang ingin didiskusikan. Namun, ketika dosen meminta dia menuliskan hasil pembacaannya, persoalan baru muncul. Apakah dia harus menyajikan isi buku, menguji […]

Membaca Ulang Sejarah dari Pesisir

Oleh: Purnawan Andra* Sejarah tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi pada masa lalu, tetapi juga oleh siapa yang mencatatnya, apa yang dianggap penting, dan bagaimana catatan itu diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, membaca sejarah bukan sekadar mengumpulkan fakta tentang masa silam. Kita juga perlu memeriksa cara fakta tersebut disusun menjadi cerita, termasuk sudut […]

Kebudayaan dan Konstruksi Realitas dalam Masyarakat Digital

Oleh: Intan Pusvitasari* Kebudayaan sebagai Sistem Pembentukan Pengetahuan Manusia hidup dalam realitas yang sama dengan pengalaman pemahaman yang beragam. Sebuah peristiwa dapat dianggap sebagai suatu keberhasilan oleh seseorang, ancaman oleh orang lain, maupun sesuatu yang tidak berarti bagi orang berikutnya. Perbedaan tersebut berkaitan dengan pengalaman, pengetahuan, nilai, serta kerangka penafsiran yang digunakan untuk memahami peristiwa. […]

Hermeneutika Paul Ricoeur pada Puisi “Celurit Emas” Karya D. Zawawi Imron: Simbol, Kekuasaan, dan Tanggung Jawab Etis

Oleh:  Abdul Wachid B.S.* 1. Puisi sebagai Persoalan Penafsiran Benda-benda tertentu membawa makna lebih luas daripada kegunaan fisiknya. Celurit, misalnya, dikenal sebagai alat pertanian, tetapi dalam pengalaman kebudayaan Madura, benda itu juga berhubungan dengan identitas, kehormatan, dan kekerasan. Maknanya berubah mengikuti pengalaman masyarakat, situasi penggunaannya, serta cerita yang menyertainya. Ketika memasuki puisi D. Zawawi Imron, […]

Sejarah Oktober: Ketika Seni Dibaca Mata Politik

Oleh: Agus Dermawan T.* Sejak Oktober 70 tahun silam, seni rupa masuk dalam bacaan atau tafsiran politik. Bacaan itu berpotensi membawa seniman ke pojok yang “durhaka”. Bahkan bacaan menjelma jadi pedang yang memancung seniman punya kepala. ———- PSIKOLOG dan psikiatris Carl Gustav Jung berkata, “Kesalahan terbesar dari karya seni adalah, ia selalu hadir seperti mimpi”. […]

Semiotika Puisi Michael Riffaterre: Teori, Tahapan, dan Aplikasinya pada Puisi “Aku” Karya Chairil Anwar

Oleh: Abdul Wachid B.S.* 1. Pendahuluan 1.1. Latar Masalah Puisi selalu mengundang kekaguman sekaligus kebingungan. Bahasa yang digunakan penyair sering kali tampak “menyimpang” dari logika bahasa sehari-hari. Diksi yang padat, struktur yang tidak linear, dan lapisan makna yang beragam menjadikan puisi seperti misteri yang menunggu untuk diungkap. Dalam konteks akademik, banyak mahasiswa mengalami kesulitan membaca […]

Mitos Keraton dan Ingatan Kebudayaan

Oleh: Abdul Wachid B.S. * Cerita yang Tinggal setelah Penuturnya Pergi Sebuah cerita dapat bertahan lebih lama daripada orang yang pertama kali menuturkannya. Ia melekat pada nama tempat, makam, pohon, sumber air, atau tradisi yang terus dijalankan. Orang-orang mungkin tidak lagi mengetahui siapa penutur pertamanya. Sebagian hanya mengenal potongan cerita, sementara sebagian lain mewarisinya melalui […]

Aku Terlambat Memasuki Mahendraparvata

Oleh: Eko Yuds* Tubuh topeng dan cara membaca hubungan Jawa dengan Kamboja ekoYuds—20 Oktober 2026 Aku memasuki Teater Asrul Sani, Taman Ismail Marzuki, ketika jadwal pemutaran sudah lewat lebih dari setengah jam. Di barisan kedua dari bawah, paling kanan, aku mencoba mengatur napas yang masih tersengal. Di layar, seorang penari laki-laki bergerak di antara candi […]

Puisi-Puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Oleh: Bambang Asrini* Sungguh sebuah keistimewaan bagi penulis diberi kesempatan untuk menceritakan sebuah perspektif tertentu bagi seorang seniman, jurnalis, penyair juga penulis handal yang melanglang-buana dalam dunia seni selama lebih dari tiga puluh lima tahun. Bagaimana seseorang penerima anugerah Sastra Rancage (2012), penghargaan tahunan yang diberikan untuk penyair yang kuat dan mengembangkan sastra Nusantara dalam […]