Entries by

Sejarah Oktober: Ketika Seni Dibaca Mata Politik

Oleh: Agus Dermawan T.* Sejak Oktober 70 tahun silam, seni rupa masuk dalam bacaan atau tafsiran politik. Bacaan itu berpotensi membawa seniman ke pojok yang “durhaka”. Bahkan bacaan menjelma jadi pedang yang memancung seniman punya kepala. ———- PSIKOLOG dan psikiatris Carl Gustav Jung berkata, “Kesalahan terbesar dari karya seni adalah, ia selalu hadir seperti mimpi”. […]

Semiotika Puisi Michael Riffaterre: Teori, Tahapan, dan Aplikasinya pada Puisi “Aku” Karya Chairil Anwar

Oleh: Abdul Wachid B.S.* 1. Pendahuluan 1.1. Latar Masalah Puisi selalu mengundang kekaguman sekaligus kebingungan. Bahasa yang digunakan penyair sering kali tampak “menyimpang” dari logika bahasa sehari-hari. Diksi yang padat, struktur yang tidak linear, dan lapisan makna yang beragam menjadikan puisi seperti misteri yang menunggu untuk diungkap. Dalam konteks akademik, banyak mahasiswa mengalami kesulitan membaca […]

Mitos Keraton dan Ingatan Kebudayaan

Oleh: Abdul Wachid B.S. * Cerita yang Tinggal setelah Penuturnya Pergi Sebuah cerita dapat bertahan lebih lama daripada orang yang pertama kali menuturkannya. Ia melekat pada nama tempat, makam, pohon, sumber air, atau tradisi yang terus dijalankan. Orang-orang mungkin tidak lagi mengetahui siapa penutur pertamanya. Sebagian hanya mengenal potongan cerita, sementara sebagian lain mewarisinya melalui […]

Aku Terlambat Memasuki Mahendraparvata

Oleh: Eko Yuds* Tubuh topeng dan cara membaca hubungan Jawa dengan Kamboja ekoYuds—20 Oktober 2026 Aku memasuki Teater Asrul Sani, Taman Ismail Marzuki, ketika jadwal pemutaran sudah lewat lebih dari setengah jam. Di barisan kedua dari bawah, paling kanan, aku mencoba mengatur napas yang masih tersengal. Di layar, seorang penari laki-laki bergerak di antara candi […]

Puisi-Puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Oleh: Bambang Asrini* Sungguh sebuah keistimewaan bagi penulis diberi kesempatan untuk menceritakan sebuah perspektif tertentu bagi seorang seniman, jurnalis, penyair juga penulis handal yang melanglang-buana dalam dunia seni selama lebih dari tiga puluh lima tahun. Bagaimana seseorang penerima anugerah Sastra Rancage (2012), penghargaan tahunan yang diberikan untuk penyair yang kuat dan mengembangkan sastra Nusantara dalam […]

Seni Surabaya: Melampaui Hasrat Menjadi Nasional, Membangun Ekosistem yang Memerdekakan

Oleh: Arik S. Wartono* Catatan untuk Diskusi Seni Rupa “Surabaya Menggeliat” di Dewan Kesenian Surabaya, 24 Oktober 2026 Mengapa Saya Menulis Esai Ini Tema diskusi seni rupa Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Sabtu, 24 Oktober 2026, berjudul Surabaya Menggeliat, dengan Hari Prayitno sebagai pembicara dan Mas Eed sebagai moderator, menarik perhatian saya. Bukan semata-mata karena persoalan […]

Nasirun Telah Pergi, Kini Berganti dengan Nasirunan

Oleh: Henri Nurcahyo* NASIRUN telah dimakamkan di Giri Sapto pada tanggal 1 Agustus lalu. Namun, kepergiannya justru membuat kisah tentang dirinya semakin banyak beredar di kalangan sahabat dan sesama seniman. Bukan semata-mata tentang lukisan atau pencapaiannya di dunia seni rupa, melainkan juga tentang kebiasaan-kebiasaan unik, kemurahan hati, dan cara hidup seorang seniman yang sulit dipisahkan […]

Ketika Orkestra Menjadi Cermin Dirigennya

Oleh: Asep Hidayat Wirayudha* Tentang Kepemimpinan, Kualitas Bunyi, dan Tanggung Jawab Artistik Akhir-akhir ini saya sering berpikir tentang bagaimana kita memahami kualitas sebuah pertunjukan orkestra. Apa sesungguhnya yang kita dengar ketika sebuah orkestra tampil di bawah kepemimpinan seorang dirigen? Apakah kita sedang mengagumi kemampuan teknis para pemain, kehebatan seorang pemimpin, keindahan bunyi yang dihasilkan, atau […]

Hanya Ada Sisa Bara: Pembacaan Reflektif atas Karya Tiang Senja

Oleh: Edo Pop Perupa dan Pegiat Gugum Tapa Hanya Ada Sisa Bara Karya seni rupa merupakan salah satu jalan bagi perupa untuk mengungkapkan pengalaman personal, kegelisahan, ingatan, dan cara pandangnya terhadap kehidupan. Apa yang hadir di atas kanvas bukan semata-mata pemindahan kenyataan ke dalam bentuk visual, melainkan hasil penghayatan dan pengolahan pengalaman melalui bahasa rupa. […]

Nyi Rantan Sari dalam Denyut Tradisi Lisan Masyarakat Brebes Selatan

Oleh: Dimas Indianto Panggung Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) beberapa waktu lalu menjadi saksi pementasan Sendratasik Duta Seni oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes. Gelaran bertajuk “Legenda Nyi Rantan Sari” tersebut berhasil menyedot perhatian khalayak lewat sajian gerak, musik, dan drama yang sarat kandungan spiritualitas lokal. Namun, sepekan seusai tirai pertunjukan […]