Pos

Suatu Kali Seperjalanan dengan Mas Nasirun

Oleh: Hairus Salim HS* Perupa Nasirun (1965-2026) adalah manusia yang unik. Unik dalam pengertian tidak seperti orang kebanyakan. Di antaranya, ia tidak memiliki dan tidak menggunakan telpon genggam pribadi, sesuatu yang amat langka sekarang ini. Tentu saja ia bisa beli, yang ter-up date dan termahal sekali pun. Tapi itu tadi, ia tidak merasa perlu memiliki […]

Khotbah Nasirun

Oleh: Agus Dermawan T. Nasirun, kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 1965, wafat pada 1 Agustus 2026 di Yogyakarta. Perupa amat terkenal ini memberangkatkan karyanya dari dua tradisi yang diturunkan orang tuanya. Ibunya, Supiyah, wanita berlatar Sunda Wiwitan. Ayahnya, Samrustam, orang Jawa yang meniti tradisi dengan kedalaman. Nasirun banyak mewariskan rupa seni dan cerita kehidupan. ————- SAYA […]

Nasirun

Oleh: Syakieb Sungkar* Dalam 2 hari belakangan, teman-teman di media sosial memenuhi lamannya dengan foto-foto bersama Nasirun. Seniman ini memang fotogenik, rambutnya yang keriting gimbal dengan jenggot yang dikepang, dan postur tinggi, sangat Instagramable. Rumahnya terbuka lebar bagi siapa saja, dihiasi banyak dekor yang didesign oleh dirinya sendiri, menjadi menarik untuk dikunjungi, apalagi jika berfoto […]

 Imes Di Antara Zaini Dan Oesman Effendi

 Oleh: Seno Joko Suyono* Divalproex, Escitalopram, Lorazepam. Tiga  lukisan abstrak Paskalia Prameswari Wardhani atau  Imes Paskalia yang dipamerkan di Selasar Nashar,Paviliun Raden Saleh, Artotel Taman Ismail Marzuki diberi judul tersebut. Tiga lukisan itu dibuat dengan charcoal di atas kertas putih. Kita meihat gambarnya seperti garis-garis dan luapan spontan emosi yang menghasilkan visual hitam berasosiasi garis-garis […]

Nyoman Gunarsa Museum: Ruang Pertemuan yang Klasik dan Modern

Oleh: Abad Akbar* Kamasan dan Akar Seni Lukis Bali Perjalanan kali ini membawa saya ke Kabupaten Klungkung, Bali Timur, sebuah wilayah yang sering disebut sebagai tempat lahirnya tradisi seni lukis klasik Bali. Banyak seniman dan pemerhati seni menyebut bahwa sejarah seni lukis Bali bermula dari Desa Kamasan, sebuah desa yang hingga kini masih mempertahankan tradisi […]

Sepuluh Tahun Wafatnya Museum Nusantara

Oleh: Agus Dermawan T.* Ketika mengenang almarhum Museum Nusantara – Delft, saya teringat pameran “Printing the Unprinted”di Pavilyun Indonesia, Biennale Venezia 2026, Italia. Lho, apa hubungannya? ————– AKIBAT kelesuan ekonomi Eropa selama beberapa tahun, pada 2013 muncul rumor bahwa Museum Nusantara di Delft, Belanda, akan ditutup. Rumor itu menjadi kenyataan ketika Pemerintah Belanda mengumumkan rencana […]

Ketika Bali Menyapa Malang

Oleh: Yusuf Munthaha * Pameran Tunggal Huang Fong di Dialectic Gallery Jl. Sumbing No. 11, Malang Sebuah Reuni Tak Terduga Ada sesuatu yang terasa berbeda sekaligus memukau ketika memasuki ruang pamer Dialectic Gallery di Jalan Sumbing Nomor 11, Malang, pada pembukaan pameran tunggal Huang Fong. Di satu sisi, nama Huang Fong bukanlah nama yang kerap […]

Wajah “Agak Laen” Para Legenda

Oleh : Agus Dermawan T. Mengamati wajah-wajah legenda pahlawan Nusantara dan Indonesia. Adakah semuanya faktual? Ternyata banyak yang hasil reka visual. ———— Pada akhir April 2026, saya menerima WA (WhatsApp) dari guru besar riset sosial politik BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Prof. Dr. Asvi Warman Adam. Dalam WA, sejarawan utama Indonesia itu mengirim artikel […]

Wacana (Biennale) Seni Rupa Kalimantan

Oleh : Hajriansyah* Dalam dua atau tiga tahun terakhir, pameran dan berbagai kegiatan seni rupa di Pulau Kalimantan terasa semakin masif. Tidak sebatas memamerkan karya, para perupa Kalimantan mengajukan berbagai wacana seni rupa, dari sebatas silaturahmi hingga konsolidasi, dari persoalan lokal hingga global atau yang bersifat liris maupun yang “protes”. Beberapa pameran yang menawarkan wacana-wacana […]

Puisi-puisi Imana Tahira

Singaparna Di bola matamu Aku melihat padang ilalang Saling melambai Di antara gersang tanah lapang Di bola matamu Aku mendengar percikan air Yang turun sangat lambat Menyentuh Galunggung yang agung Di helai rambutmu Aku seperti menyentuh bunga-bunga Di alun-alun kota, suatu sore Di helai rambutmu Aku seperti meraba kerikil yang bergelombang Menuju pantai di daerah […]