Pos

Ruang Ambang: Sanggar, Komunitas, Dan Relevansi Ruang Alternatif Dalam Seni Rupa Kontemporer

Oleh: Edo Pop* Membaca Kembali Tradisi dan Ruang Alternatif melalui Perspektif Liminalitas Ketika Gagasan Lama Dipertanyakan Kembali Dalam perkembangan seni rupa Indonesia, sanggar dan komunitas memiliki sejarah panjang sebagai ruang tumbuhnya praktik artistik, pertukaran gagasan, serta pembentukan jejaring antarperupa. Jauh sebelum ekosistem seni rupa berkembang seperti sekarang, sanggar menjadi salah satu tempat penting bagi seniman […]

Arah Baru Seni Rupa Dalam Peta Buta ?

Oleh : Yaksa Agus* Jawaban untuk tulisan Mayek Prayitno  dan Edo Pop  “ Arah Baru Seni Rupa Kontemporer Indonesia” Begitu membaca tulisan Mayek Prayitno tentang “Membaca Arah Baru Seni Rupa Kontemporer Indonesia”, saya sepakat. Tulisan itu jujur dalam menggambarkan dengan tepat kegelisahan seni rupa metropolitan, membicarakan “ketika material sudah terlalu cair,  karya sudah menjadi data, […]

Seni Rupa Kontemporer: Kita Sedang Bergerak ke Mana?

Oleh: Edo Pop* Ada hal yang kadang membuat saya bertanya-tanya ketika melihat perkembangan seni rupa hari ini. Pameran semakin beragam, cara berkarya semakin terbuka, teknologi menawarkan kemungkinan yang nyaris tanpa batas, dan nama-nama seniman terus bermunculan. Dunia seni tampak bergerak ke mana-mana. Namun, di tengah kesibukan itu, saya sesekali ingin berhenti sebentar dan bertanya: sebenarnya, […]

Puisi-Puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Oleh: Bambang Asrini* Sungguh sebuah keistimewaan bagi penulis diberi kesempatan untuk menceritakan sebuah perspektif tertentu bagi seorang seniman, jurnalis, penyair juga penulis handal yang melanglang-buana dalam dunia seni selama lebih dari tiga puluh lima tahun. Bagaimana seseorang penerima anugerah Sastra Rancage (2012), penghargaan tahunan yang diberikan untuk penyair yang kuat dan mengembangkan sastra Nusantara dalam […]

Ijazah dan Lukisan, Keaslian dan Kepalsuan

Oleh: Agus Dermawan T.* Heboh soal asli-palsu ijazah kesarjanaan seorang mantan Petinggi Negara nyaris sama dengan keriuhan ihwal lukisan asli-palsu di Indonesia dan dunia. Pada cara pemalsuannya, pada tuduhannya, sampai pada pasal metoda penelitian untuk mencari bukti keasliannya. ———— PADA 1994 beberapa balai lelang internasional untuk pertama kali menggelar lelang “Modern and Contemporary Southeast Asian […]

Penciptaan Seni yang Otentik

Oleh: Jonnie Kirman* Wilayah penciptaan seni rupa memiliki kompleksitas dari proses kesejatian seorang seniman yang memiliki khasanah personalifikasi otentik, dan pergulatan spiritual, serta tanggung jawab etik tidak tendensius untuk mendegradasi karya yang telah dilahirkan, walau, kadang terjadi interaksi di dalam pikiran diri kita sendiri, mempertanyakan, pertanyaan yang berputar-putar di atas kepala sang kreator. Apakah idealisme […]

Guruh di Langit Seni Rupa

Oleh: Agus Dermawan T* Guruh Sukarno Putra, kelahiran 13 Januari 1953, wafat pada Sabtu subuh, 26 September 2026. Dunia budaya dan seni Indonesia sangat kehilangan. Sebagai komposer, penggubah lirik, koreografer dan penggerak seni pertunjukan besar Swara Maharddhika, Guruh memiliki jejak yang tidak bisa dilupakan. Ia ikon panggung Indonesia yang belum tergantikan. Namun di balik panggung, […]

Desil Hitam Estetika: Ketika Keindahan Mengkhianati Kebenaran dan Kebaikan

Oleh: Kasiyan*   Ada sebuah kata yang belakangan seperti naik kelas, dari tabel statistik ke percakapan publik: desil. Kata yang terdengar dingin dan administratif itu, dipakai untuk membaca lapisan kesejahteraan: siapa berada di bawah, siapa di tengah, siapa di atas. Angka akhirnya bukan sekadar angka. Ia menjadi cara negara menyigi kehidupan warga, meskipun selalu ada […]

Gundogan, Semrawut Emas, dan Arketip Indonesia di pojok kota Venesia

Oleh: Azuzan JG* (Bagian 1 dari 2 tulisan) Catatan perjalanan ini dibuat berdasar kunjungan saya ke Venesia 15-19 Juni 2026. Venesia Langkah saya terhenti. Lelaki berusia 60 an itu menarik perhatian. Anyaman daun palem mirip janur Bali ada di tangannya. Ia duduk di atas lantai batu di sebuah jalan kecil di Venesia. Jari-jemarinya seperti memiliki […]

Zaini, Manusia, Lukisan, dan Kabut

 Oleh: Agus Dermawan T.* Tahun 2026 terbilang sebagai 100 tahun Zaini. Seabad seniman besar ini diperingati lewat pameran kecil dan singkat, “Menyibak Kabut, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 20 Juni sampai 11 Juli 2026.  Pada 1985 saya diminta oleh Jakob Oetama, Pemimpin Umum/Redaksi Kompas, untuk menulis artikel panjang tentang Zaini. Tulisan diterbitkan dalam katalog “Pameran […]