Pos

Bunga, Memori, dan Pengetahuan

Oleh Nurhasna Isnaini* Berbunga-Bunga” menjadi tajuk pameran tunggal seniman asal Yogyakarta, Angki Purbandono. Agenda ini berlangsung di SAL Project, Jakarta, dari 7 Februari sampai 5 April 2026. Pengalaman artistik saya saat mengunjungi pameran yang menampilkan 73 jenis bunga merupakan pengalaman yang melampaui aktivitas melihat karya seni. Sejak memasuki ruang pamer, saya berhadapan dengan deretan panel […]

Ketika Amir Hamzah Hijrah Ke Panggung Wayang Kulit

Oleh Andhi Sulistya Putra* Sekuat apa pun seni tradisi mempertahankan akar budayanya, pada akhirnya ia tetap akan berhadapan dengan dinamika zaman yang terus berubah. Kemajuan teknologi dan pengaruh budaya populer secara perlahan membentuk pola pikir serta cara masyarakat memandang dan menikmati seni tradisi. Dalam situasi ini, tentunya seni tradisi tidak hanya berurusan dengan pelestarian, namun […]

Nasirun dan Studionya

Oleh: Almeida Ganefabra* Yogyakarta dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia. Kota ini tidak hanya menjadi tempat lahirnya banyak seniman penting, tetapi juga menyediakan ruang sosial, budaya, dan intelektual yang memungkinkan praktik seni berkembang secara dinamis. Di antara berbagai ruang kreatif yang berperan dalam dinamika tersebut, studio seniman sering menjadi tempat […]

Persahabatan Di Balik Tekstur Kelam

Oleh Bambang Supriadi* Vincent van Gogh, pelukis Belanda dari abad ke-19, dikenal sebagai perintis ekspresionisme. Dalam hidupnya yang singkat, ia melahirkan lebih dari dua ribu karya, sekitar 860 di antaranya berupa lukisan cat minyak, seolah setiap kanvas menjadi ruang tempat ia menumpahkan gelora batinnya. Ia menjalani hari-harinya dalam kemiskinan dan hampir tak dikenal oleh zamannya […]

Melihat Dunia Melalui Keheningan di Pameran Tunggal Andre Tanama, “Still: Silent/World”

Oleh Audia Febriana* Di dunia yang semakin dipenuhi suara dan tuntutan untuk terus berbicara, keheningan justru menjadi sesuatu yang semakin sulit ditemukan. Ada saat ketika dunia terasa terlampau penuh, berbagai hal datang tanpa henti, menuntut perhatian kita. Dalam situasi seperti itu, keheningan menjadi ruang yang dibutuhkan untuk berhenti sejenak, memberi jarak dari hiruk-pikuk kehidupan yang […]

Melani Setiawan dari Selipan Buku # 2: Di Antara Pencipta Seni dan Ultrasonografi

Oleh: Agus Dermawan T.*                       Tiga jilid buku spesial berjudul Indonesia “Art World: dr. Melani Setiawan’s Archive”, terbitan R&W Publishing, Jakarta, telah beredar pada 2026. Buku penuh warna ini berisi dokumen foto peristiwa seni rupa selama 45 tahun. Berikut adalah cerita tipis-tipis mengenai Melani. Terusan […]

Melani Setiawan dari Selipan Buku # 1: Ibunda Perupa Indonesia

 Oleh: Agus Dermawan T.* Tahun 2026 terbit tiga jilid buku monumental berjudul Indonesia Art World: dr. Melani Setiawan’s Archive. Buku mewah yang berisi lebih dari 4.000 foto kenangan Melani bersama para perupa Indonesia sejak tahun 1977 sampai 2022. Foto yang terpajang bersama teks itu merupakan seleksi dari sekitar 100.000 foto yang ia rekam. Aktivitas Melani […]

Hal-hal “Kurang Penting” Urusan Macan, Kuda dan Lukisan Para Kepala Negara

Oleh Agus Dermawan T. Syahdan ada hal-hal metafisis yang mempengaruhi keberuntungan “Monumen Macan Putih Kediri” karya Cak Suwari dan lukisan “Kuda Api” karya Susilo Bambang Yudhoyono. Hasil penerawangan astrologis shio yang bisa dianggap tidak penting, kurang penting, tapi penting. Lalu, bagaimana rupa lukisan para Kepala Negara? ———– DALAM beberapa bulan ini ada dua satwa yang […]

Iqi Qoror: Realitas Penampakan ala Zaman Simulakra

Oleh Bambang Asrini Widjanarko* Kita bersua dengan perupa Indonesia yang memiliki keberuntungan mampu berpameran sampai sepuluh kali pameran tunggal. Ia mewakili sedikit perupa kita yang getol melalui ‘pelancongan artistik’ ke berbagai galeri privat dan art fair dunia. Semisal di Singapura, Shanghai, London sampai Los Angeles, namun ia berlabuh Desember ini di artspace berjuluk Sal Project […]

Tanah Air Mata Ibu

Oleh: Bambang Asrini Widjanarko*   Bulan Desember dalam konteks kebangsaan, meyisakan hari sakral, yakni 22 Desember kelak dengan sebuah perayaan untuk seorang ibu. Bukan semata figur ibu secara harfiah adalah manusia yang memiliki rahim dan membesarkan anak-anaknya serta bertanggung jawab pada keluarga, namun ia memberi spasial makna lebih tinggi secara kolektif, ingatan tentang: ibu negeri. […]