Puisi-puisi Ngatawi Al-Zastrouw

TERTUSUK RINDU

Ada sepotong rindu
Tersangkut di masa lalu
Berjejer rapi di sepanjang jalan kenangan Berkibar melambai lambai
Seperti bendera partai di musim kampanye

Di pertigaan simpang usia
Menggumpal awan kenangan
Menjadi monumen cinta remaja Indah dan membakar
Penuh goresan hayal Ada janji yang terucap,
Ada tekad yang terpahat
Tentang masa depan
Tapi kandas dirampas kenyataan.
Karena takdir tak kenal kompromi

Di depan kios harapan yang kian reot Persis di seberang pintu mimpi
Delman delman berbaris rapi
Dengan kuda kuda perkasa
Siap bertarung melawan angkuhnya tehnologi
Bersaing dengan angkot yang kian jumawa Hingga akhirnya lenyap tak berbekas Seperti janji politisi setekah pemilu

Julur-julur rel kereta api
Melintas kokoh di seberang jalan
Yang dulu menjadi tempat mengais mimpi Deretan encik dan engkoh tionghoa adalah legenda yang kian renta

Jejak jejak itu Kini hilang tersapu waktu Tinggal kenangan melekat di kalbu
Menjadi bara rindu yang menusuk setiap waktu
Setiap saat kenangan itu berkelebat
Maka rindu datang menusuk
Menikam rasa yang paling dalam….

Puisi Ngatawi Al-Zastrouw

 

KEMANA RINDU

Kemana harus kukirim rindu
Yang datang tiba tiba
Tanpa alamat dan pertanda
Seperti banjir di musim pesta
Rindu pada masa lalu
Yang tajam membekas
Dalam setiap pori pori nafasku

Kemana harus ku bawa rindu
Yang datang tanpa wajah
Tanpa bentuk dan rupa
Seperri bayangan fatamorgana
Menari liar di lorong waktu panjang tak berujung
Di dekap sepi yg dingin

Rindu kenangan
Adalah romantisme jejak masa lalu
Yang tak pernah hilang dalam bayangan Meski terkubur labirin jaman
Namun tak akan dapat diulang
Tak bisa diwujudkan dalam kekinuan Karena waktu hanya datang sekali
Dan tak pernah kembali

Puisi Ngatawi Al-Zastrouw

 

RINDU BAYANGAN

Rindu itu
Menyergapku dari segala penjuru
Memburu setiap langkahku
Seperti bayangan dalam gelap

Rindu pada kenangan
Adalah rindu yang tak pernah tersampaikan Seperti rindu pada kematian
Yang hanya datang sekali lalu tak akanpernah kembali
Hanya menyisakan jejak di hati

Rindu kenangan
Adalah bayangan
Antara ada dan tiada
Tertanam dalam rasa
Membekas dalan ingatan
Meski sudah tidak ada dalam kenyataan

Rinduku pada masa lalu
Adalah bara api yang menerangi hati
Adalah pemandu arah agar tak sesat jalan
Adalah pengingat agar tak lupa diri
Adalah cermin empat melihat wajah sendiri.

Puisi Ngatawi Al-Zastrouw

 

PRAHARA DAN CINTA

Kudengar jerit tangis manusia di sana Menyayat hati pedih di penjuru dunia
Saling membunuh pengorbanan harta nyawa
Karna ulah manusia yang tak punya cinta

Darah dan bangkai bertebaran di mana mana
Luka derita melanda seluruh dunia
Tragedi hidup menumpahkan air mata Karena nafsu serakah di dalam dada

Jangan engkau termakan angkara Mengorbankan nyawa sesama manusia

Ingatlah adzab Tuhan yang nyata
Sebagai balasan amal manusia

Mari bersama tanamkan cinta
Ciptakan damai pada sesama
Tebarkan rasa kasih dan sayang
Hilangkan dendam dan rasa permusukan

Hentikan perang ciptakan perdamaian Buanglah iri dengki dan kemunafikan
Agar tercipta hidup damai di dunia
Rukun sentausa bahagia selamanya


*Ngatawi Al-Zastrouw, sosiolog-budayawan, penulis, penggerak budaya, Kepala Makara Art Center Universitas Indonesia.