Pos

Kongres Kebudayaan Nusantara 2026: Kerinduan Pada Akar Lampau

Oleh: Chrisman Hadi Nanti pada 8 Agustus 2026 sejumlah pemangku adat, penghayat kepercayaan, budayawan, seniman, akademisi, sejarawan, peneliti dan komunitas kebudayaan dari berbagai daerah direncanakan berkumpul di Malang dalam Kongres Kebudayaan Nusantara. Perhelatan yang diselenggarakan Himpunan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tersebut membawa harapsn besar: Menggali kembali nilai-nilai peradaban Nusantara sebagai fondasi pembangunan […]

Ketika Puisi Meluruskan Politik: Seruan Damai dan Kesadaran Kebangsaan

Oleh: Abdul Wachid B.S.* Pendahuluan Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman. Namun, tidak jarang keberagaman itu berubah menjadi potensi konflik, terutama ketika suhu politik memanas. Sejak awal berdirinya republik ini, politik kerap menghadirkan ketegangan, sementara rakyat membutuhkan keteduhan. Dalam momen-momen demikian, puisi hadir bukan sekadar sebagai karya seni, melainkan sebagai suara hati […]

Obituari: Warisan Nasirun

Oleh Doddi Ahmad Fauji* “Hari Jumat, 31 Juli 2026, dari jam 09.30 sampai 11. 45 WIB, saya (sudah janjian) ngobrol dengan Nasirun di rumahnya yang indah. Dia bilang memang semalam (Kamis malam) ia ke RS Panti Rapih, karena beberapa hari belakangan terasa sesak dan perut tidak nyaman. Dokter bilang Nasirun kena asam lambung. Hari itu […]

Kongres Kebudayaan Nusantara

Oleh: KRHA. Prof. (HC). Dr. Dimas Indianto S.* Kongres Kebudayaan Nusantara Gelombang peradaban bergerak semakin cepat melintasi batas-batas geografis, membawa ragam gagasan, selera, dan cara hidup yang menjangkau hampir seluruh ruang kehidupan. Kemajuan teknologi menghadirkan peluang yang luas, namun bersamaan dengan itu lahir kecenderungan menyeragamkan cara berpikir manusia. Tradisi lokal perlahan bergeser dari ruang hidup […]

Meraba Cahaya di Balik Gelap: Refleksi Spiritualitas dalam Puisi Restu Kurniawan

Oleh: Abdul Wachid B.S.* Puisi adalah ruang perjumpaan antara bahasa, pengalaman, dan perenungan batin. Dalam buku kumpulan sajak Kembali Puisi (Cirebon: Penerbit LovRinz, 2025) karya Restu Kurniawan, perjumpaan ini mengambil bentuk yang khas: lirih, personal, namun menyimpan ketegangan antara kerinduan akan cahaya dan kenyataan akan gelap. Dari “Parodia Anak Jalan” hingga “Sebelum Doa”, penyair mengajak […]

Dramaturgi Jolenan:  Dari Tanah ke Panggung Ingatan, Kemetul Merundingkan Warisan dan Masa Depan

Oleh: Eko Yuds*  Warga Desa Kemetul mengawali Jumat pagi, 17 Juli 2026, dengan mujahadah yang dipimpin Gus Fuad, salah satu tokoh agama setempat. Rangkaian salat Dhuha, zikir, tahlil, dan doa berlangsung dalam suasana khidmat. Di antara lantunan doa itu tersimpan harapan akan keselamatan, kemaslahatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh warga desa. Pagi tersebut mempertemukan dua […]

Di Desa Tambi Puspasari Mancari Diri

Oleh: Supali Kasim* Pencarian apa bagi penari Ni Kadek Yulia Puspasari di Desa Tambi? Awalnya ia menunjukkan gerak tari Pendet. Hanya berbusana biasa, bukan busana tari Bali. Gamelan yang mengiringi juga berasal dari audio sederhana, tetapi menggema. Puspasari seakan-akan menunjukkan perjalanan awalnya memang berakar dari Bali. Tetapi, di sini, terlihat sekali ia tidak mengabarkan sebagai […]

Batobo: Ketika Piala Dunia Menjelma Menjadi Warisan Budaya Hidup di Ternate dan Tidore

Oleh: Asfarinal* Setiap empat tahun sekali, dunia berhenti sejenak untuk menyaksikan Piala Dunia. Jutaan manusia larut dalam kegembiraan, ketegangan, dan harapan yang menyatukan berbagai bangsa melalui sepak bola. Namun, di Provinsi Maluku Utara, khususnya kota Ternate dan kota Tidore, Piala Dunia menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar pertandingan. Ia telah bertransformasi menjadi ruang ekspresi budaya […]

Repatriasi Tanpa Reformasi Museum: Sebuah Pertaruhan bagi Warisan Budaya Indonesia

Oleh: Asfarinal* Gelombang repatriasi benda budaya dari berbagai museum di Eropa kepada negara-negara asalnya sedang mengubah arah diplomasi kebudayaan dunia. Benda-benda yang selama puluhan hingga ratusan tahun meninggalkan tanah kelahirannya kini mulai memperoleh kesempatan untuk kembali. Fenomena ini bukan sekadar perpindahan koleksi museum, melainkan koreksi terhadap sejarah kolonial yang selama berabad-abad menempatkan bangsa-bangsa jajahan sebagai […]

Ujung yang ditumpulkan

Oleh: Pietra Widiadi* Mungkin banyak dari kita tidak bisa membedakan antara Desa dan Kelurahan meski dalam keseharian mereka sering bersinggungan. Persamaan yang ada, kelurahan dan desa memiliki fungsi administrasi dalam melaksanalan pelayanan publik terutama terkait dengan kependudukan. Namun, kalau ditanya apa perbedaannya, umumnya tidak tahu. Di sini, mari kita lihat sedikit dalam tentang perbedaan tersebut. […]