Pos

Membaca Memoar Tari Lang (Moonson Books, 2026) My Neighbour, The Dictator: Coming of age in the shadow of Indonesia’s military coup.

Oleh: Riwanto* Buku memoar Tari Lang (Lahir di Praha, 1951) ini ditulis dengan sangat baik. Meskipun bahasa Inggris bukan bahasa yang saya kuasai sepenuhnya, saya bisa menikmati buku ini. Buku ini mengkisahkan apa yang dialami Tari, anak pertama dari pasangan Carmel dan Budiardjo, ketika dan setelah peristiwa pembunuhan para jendral TNI pada tanggal 30 September […]

Paradise in Tano Niha

Oleh: Jonnie Kirman* Pulau Nias dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 900.000 ribuan jiwa, dengan mayoritas penduduknya beragama Kristen, dan sebagian masyarakatnya dalah petani, buruh, dan peternak babi yang dilepas di kebun yang kadang berseliweran di jalan-jalan. Paska tsunami Aceh 2004 dan sebagian Thailand, saya sempat berkunjung kesana sebagai salah satu tenaga konsultan bangunan anti […]

Bambu bagi Etnis Minahasa Sulawesi Utara

Oleh: Hari Suroto* Bambu bagi etnis Minahasa memiliki nilai budaya, ekonomi, dan ekologis. Terdapat enam jenis bambu yang tergolong dalam 4 marga di hutan Minahasa yaitu Dendrocalamus (Dendrocalamus asper (Schult.) Backer), Bambusa (Bambusa blumeana Schult.f. dan Bambusa vulgaris var. vulgaris Schard.), Schizostachyum (Schizostachyum brachycladum Kurz dan Schizostachyum lima (Blanco) Merr), dan Gigantochloa (Gigantochloa atter (Hassk) Kurz).  Tanaman bambu di Minahasa banyak tumbuh di tepi sungai […]

Kultus Panda Sampai Langit ke-Tujuh

Oleh : Agus Dermawan T.* Catatan perjalanan. Dari survey wisata, mengunjungi pusat penangkaran panda, sampai ke taman patung para seniman modern dan kontemporer di mal ternama. Seni tinggi dicemplungkan ke dalam komunitas donat, guochao, es krim dan Prada. Tiongkok punya gawe memang luar biasa. ————- PADA bulan Juli 2026 satu biro travel di Jakarta mengajak […]

Taufiq Ismail dan Kesaksian Dunia Sastra Indonesia

Oleh: Mahwi Air Tawar* Dukungan terhadap Taufiq Ismail sebagai kandidat penerima Hadiah Nobel Sastra terus mengalir dari berbagai penjuru Indonesia. Suara itu datang dari para sastrawan, akademisi, komunitas kebudayaan, lembaga pendidikan, serta Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) dari berbagai daerah di Indonesia. Dukungan tersebut bukan sekadar seremoni atau pernyataan sesaat. Ia tumbuh dari penghargaan terhadap perjalanan […]

Seni Mengganggu Jakarta: Catatan Jakarta International Performing Arts (JIPAF) 2026[1]

Oleh: Hikmat Darmawan*   Bagian Pertama dari Dua Tulisan Pengalaman penting dalam festival ini buat saya adalah merasakan langsung bagaimana sebuah festival seni pertunjukan kontemporer bisa menjadi praksis kongkret membangun pengetahuan bersama warga. Saya menikmati ketika anak-anak SMP 1 Cikini dan ibu-ibu kampung Kalipasir juga para guru dan pejabat Dinas tertawa-tawa menonton Flying Balloons Puppet […]

Sekolah Tanpa Seni: Ketika Imajinasi Menjadi Hak Istimewa

Oleh: Karen Hardini   Di balik riuh rendah sistem full day school, sebuah gejala laten pelan-pelan membesar. Meski jadwal sekolah sudah menyita hampir seluruh hari, para orang tua (baca: keluarga muda) justru kian gencar mencari ruang tambahan bagi buah hatinya. Selepas bel pulang, anak-anak diajak beralih ke studio seni—seni rupa misalnya, mulai dari menggambar, mewarnai, […]

Bahasa Kebangsaan Penyatu Bangsa

Oleh: Kim Young  Soo* Tiga unsur, yaitu Tanah, Rakyat, dan Bahasa Kebangsaan, membentuk suatu negara. Tanpa tiga unsur itu, negara tersebut bukanlah negara yang berdaulat. Bahasa Kebangsaan pula mencerminkan jati diri bangsa tersebut. Demikian pandangan KIM YOUNG SOO. Sebagaimana diketahui, Rakyat, Tanah dan Bahasa Kebangsaan merupakan tiga unsur utama untuk membentuk sebuah negara. Dengan kata […]

Nonton Film Odyssey di Open Air Swiss

Oleh: Sigit Susanto Kamis, 30 Juli 2026 menjelang pukul 21.00 aku naik sepeda ontel menuju Open Air di tepi danau Zug, untuk menonton film bahasa Jerman Die Odysee (Odyssey). Seorang satpam berseragam biru memeriksa tiketku dan aku berlengggang masuk arena berpagar besi itu. Kulihat banyak orang sedang menikmati makanan dan minuman di meja-meja berpayung. Maklum […]

Kongres Kebudayaan Nusantara 2026: Kerinduan Pada Akar Lampau

Oleh: Chrisman Hadi Nanti pada 8 Agustus 2026 sejumlah pemangku adat, penghayat kepercayaan, budayawan, seniman, akademisi, sejarawan, peneliti dan komunitas kebudayaan dari berbagai daerah direncanakan berkumpul di Malang dalam Kongres Kebudayaan Nusantara. Perhelatan yang diselenggarakan Himpunan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tersebut membawa harapsn besar: Menggali kembali nilai-nilai peradaban Nusantara sebagai fondasi pembangunan […]