Pos

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI SUNAN KALIJAGA malam tidak jatuh malam datang seperti ibu tua yang berdiri di pagar bambu memanggil anaknya pulang lampu-lampu minyak dipadamkan satu per satu dari serambi langgar angin menggeser bau tikar pandan dan membawa sisa doa yang belum selesai diaminkan ada suara bukan dari mulut bukan dari langit tetapi dari […]

Tubuh Buruh Pemetik Teh dan Sejarah yang Ditanam

Oleh : Selvi Agnesia Pertunjukan tari Akar Emas Hijau, mengangkat sejarah teh dalam konteks kolonialisme yang beririsan dengan sistem kapitalisme. Disampaikan lewat gestur tubuh-tubuh keseharian buruh pemetik teh yang didisiplinkan. Pencarian “Ketubuhan dan akar diri” adalah dua pondasi utama yang digunakan Ela Mutiara, koreografer asal Sukabumi-Jawa Barat sebagai landasan berkarya. Setelah sejak 2020, ia mengeksplorasi […]

Up in the Air dan Negara di Ruang Transit

Oleh: Purnawan Andra* Ada sesuatu yang menarik ketika publik memperdebatkan frekuensi perjalanan luar negeri seorang presiden. Sebagian orang menganggapnya sebagai bagian wajar dari diplomasi. Sebagian lain melihatnya sebagai tanda bahwa pemimpin lebih sibuk mengurus dunia daripada mengurus rumah sendiri. Perdebatan semacam ini hampir selalu berakhir pada hitung-hitungan teknis: berapa kali berangkat, berapa negara yang dikunjungi, […]

Mengukur Kemabruran Haji: Merintis Jalan Menuju Kesalehan Sosial

Oleh: Prof Dr Fauzi M.Ag* Pada musim haji 2026M/1447H ini, jamaah haji Indonesia berjumlah 221.000 jamaah yang terdiri dari 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. Mereka saat ini telah melaksanakan inti haji yaitu wukuf di Arofah, dan tengah melanjutkan menyelesaikan rangkaian rukun dan wajib haji. Seluruh rangkaian ibadah yang dijalankan bertujuan pada […]

Kamera Rakyat: Merawat Kebersamaan

Oleh : Bambang Supriadi* Erupsi Gunung Merapi tahun 2010 bukan sekadar letusan gunung berapi. Ia adalah dentuman yang merobek ingatan, memisahkan manusia dari rumahnya, dan meninggalkan abu di atas kehidupan yang sebelumnya tumbuh tenang. Asap pekat membubung ke langit, lahar meluncur menelan ladang dan ternak, sementara ribuan orang berlari meninggalkan kampung yang selama puluhan tahun […]

Cannes, Pesta Babi, dan Cara Kita Membaca Film

Oleh : Purnawan Andra* Ada satu hal yang selalu menarik dari film. Ia bisa mengantar nama sebuah negara ke panggung dunia, tetapi pada saat yang sama juga bisa membuat negara itu gugup ketika isi ceritanya terlalu dekat dengan urusan sendiri. Film adalah pedang bermata dua. Tahun 2026 ini, Indonesia hadir di Festival de Cannes lewat […]

Retakan Raden Saleh: Agensi dalam Ambivalensi

oleh : Kasiyan* “Art is the lie that enables us to realize the truth.” Picasso, P. (1923). Picasso speaks. In M. de Zayas, The Arts, 3(4), 315–326. https://monoskop.org/images/5/5f/De_Zayas_Marius_Picasso_Speaks.pdf Mei yang basah, dan cermin yang retak. Mei selalu datang dengan janji yang manis sekaligus getir. Dalam imajinasi peradaban lama, ia adalah bulan ketika dunia seolah sedang memaafkan […]

Borobudur, Ketahanan Pangan, dan Kita yang Kerap Lupa

Oleh : Purnawan Andra* Di banyak tempat, candi diperlakukan seperti benda masa lalu yang harus dijaga dari lumut, debu dan turis. Tapi candi Borobudur tidak sesederhana itu. Ia bukan hanya monumen agama, tetapi juga semacam buku batu yang menyimpan cara hidup. Di tubuh candinya terdapat sekitar 2.672 relief, dengan 1.460 panel naratif yang menutupi kurang […]

Puisi-puisi Umi Kulsum binti Jaenudin

HAKIKAT KEINDAHAN I Banyak yang mengira, Keindahan tinggal Di pelukan senja Atau cahaya bulan Yang menempel di pipimu Pasir membelai tubuh Dan bulu matamu Menggiring desir ke jantungku Namun, sesungguhnya, Keindahan kadang bersembunyi Di rintih perempuan lapar Yang tak bernama, Yang dibungkam jalan-jalan Dan pandangan orang-orang Yang sibuk menuju diri mereka sendiri Kau hadir, Bukan […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA PINTU CHAMPA JUMADIL KUBRO tanah masih basah di telapak pekerja tambak belum selesai mengeras menjadi pijakan laut menarik garisnya sendiri dengan tali jala yang tersangkut di paku dermaga di antara Samarkand yang jauh dan angin yang menempel di layar robek peta disimpan di peti kayu tinta di dalamnya masih bau damar tidak ada arah […]