Pos

Buku Koleksi Benda Seni

Oleh: Mikke Susanto* Dalam beberapa dekade muncul fenomena terbitnya buku-buku koleksi seni rupa di berbagai negara. Meskipun fenomena ini tidak sebesar bidang bisnis maupun politik, tetap perlu mendapat perhatian. Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik mengoleksi tak berhenti di ranah privat dan hanya terkait dunia seni. Namun juga bergerak menjadi medan representasi kultural yang luas, bahkan […]

Bukan Orang Madura, Tapi Dipercaya Membaca Jiwa Musik Madura: Kisah Di Balik Kèjhung Lintas Terop 2026

Oleh: Fitri Bima Asih* Di balik keberhasilan tur Kèjhung Lintas Terop 2026, terdapat kolaborasi artistik yang telah terbangun melalui proses panjang antara koreografer Sri Cicik Handayani, S.Sn., M.Sn. dan komposer muda asal Trenggalek, Dimas Adinata Raharja, S.Sn., yang lebih dikenal dengan nama panggung Saminata. Kolaborasi keduanya bermula pada tahun 2024 melalui karya tari kontemporer Nandhang, […]

Sajak-sajak Isbedy Stiawan ZS

SAJAK 1 aku sapi, katamu, dua tali di hidungku lalu dua gembala menarik-ulur, dan menggebah : cambuk sedia di tubuhku. aku memang sapi? tanyamu ingin jawaban 2 sekiranya aku kecewa bukan karena kau salah tapi aku tak ahli untuk marah dan percaya; tinggi aku memanjakanmu! 3 kelak saatbya air mata hanya sepeeti hujan di musim […]

Degradasi Topeng Malang: Catatan dari Rumah-Rumah yang Pelan-Pelan Sepi

Oleh: Muhammad Nasai* Ketika Saya Mengira Topeng Malang Hanya Ada di Pakisaji Ada masa ketika saya sungguh percaya bahwa Topeng Malang hanya hidup di satu tempat. Keyakinan itu bukan lahir dari kesimpulan ilmiah, bukan pula dari penelitian panjang, melainkan dari jalur yang sederhana dan umum terjadi: informasi yang tersedia. Apa yang paling sering disebut, paling […]

Sapardi dan Ikhtiar Menjadi Manusia 

Oleh: Purnawan Andra* Ada pertanyaan menarik yang mungkin jarang kita ajukan. Mengapa puisi-puisi Sapardi Djoko Damono terus menemukan pembacanya di tengah Indonesia yang berubah begitu cepat? Padahal, dunia yang dihadapi generasi sekarang sangat berbeda dengan dunia ketika puisi-puisi itu lahir. Media sosial mengubah cara manusia berkomunikasi. Teknologi digital mengubah cara manusia bekerja. Politik dan ekonomi […]

Retreat Meditasi & Pelatihan Samanera

*🪷Retreat Meditasi & Pelatihan Samanera*🪷 Dibimbing langsung oleh : SAYADAW U KUṆḌADHĀNA Sayadaw ditahbiskan pada tahun 1991 oleh Pa-Auk Sayadawgyi.Saat ini telah membabarkan dhamma dan mengajarkan meditasi di berbagai negara seperti Malaysia, Macao, Singapore, Amerika, Kanada, Jepang, Sri lanka, China, Hongkong, Inggris, Indonesia, Thailand, dan Vietnam, Taiwan. Akan di adakan pada tanggal : 01 July […]

Napas Jiwa Nagekeo: Eternitas Jejak Budaya

Oleh: Bambang Supriadi  Dalam semesta spiritual masyarakat adat Nagekeo di Flores, Nusa Tenggara Timur, masa lalu tidak pernah benar-benar terkubur. Ia tidak pernah menjelma menjadi sekadar artefak mati atau narasi usang yang semata hanya ditulis dalam buku atau jurnal serta dipajang di etalase museum. Masa lalu yang konon diwakili oleh kehadiran roh para leluhur tetap […]

Hollywoodisme: Kekuatan Narasi dan Estetika yang Melumpuhkan

Oleh: Bambang Supriadi Di tengah lanskap geopolitik yang terus berubah, peperangan modern tidak lagi hanya berfokus pada kekuatan kinetik di medan laga, melainkan telah bergeser menjadi perjuangan untuk memenangkan imajinasi dan loyalitas publik. Dalam konteks Iran, fenomena ini dimanifestasikan melalui diskursus yang dikenal sebagai ‘Hollywoodisme’. Istilah ini bukan sekadar kritik narasi dan estetika terhadap industri […]

Tubuh adalah Tanah yang Tertunda

Oleh : Suroto M.Sn. Catatan Dramaturg atas “Mantau: Hutan yang Tidak Memberi Izin Bagaimana cara membalik panggung semen yang beku, lalu menumbuhkan hutan di atasnya? Pertanyaan ini bukan sekadar urusan teknis tata panggung (scenography), melainkan sebuah gugatan ontologis yang mendasar. Dalam karya koreografi “MANTAU: Hutan yang tidak Memberi Izin” karya Raflesia Meirina, yang dipresentasikan dalam […]

Teater sebagai Infrastruktur Rasa: Membaca Proposal Kota: Mimpi adalah Mimpi sebagai Pesta Rakyat Urban

Oleh: Eko Yuds* Proposal Kota: Mimpi adalah Mimpi tidak berhenti sebagai pertunjukan teater. Karya ini bergerak lebih jauh menjadi peristiwa warga, ruang percakapan, arena sosial, dan pesta rakyat urban. Karya ini terbaca dari pengalaman langsung di tengah kerumunan, ketika panggung, warga, hujan, pedagang, dan percakapan melebur menjadi satu peristiwa kebudayaan. Teater dalam peristiwa ini tidak hanya […]