Pos

Harmoni dari Cileunyi: Diplomasi Musik Organik, Syiar Budaya Tradisional, dan Inovasi Rampak Seeng di Saung Budaya Yoyon

Oleh: Jasmine Nurul Asyifa* Di tengah pusaran modernitas abad ke-21, manajemen seni kontemporer sering kali terjebak dalam pandangan yang sangat mekanistik. Seni kerap direduksi menjadi komoditas industri kreatif, di mana keberhasilan sebuah ruang kebudayaan diukur secara kuantitatif melalui optimasi algoritma media sosial, jangkauan kampanye digital, serta kalkulasi keuntungan material yang serba pragmatis. Banyak ruang kreatif […]

Gombloh Bukan Hanya di Radio

Oleh: Esthi Hudiono* SEJARAH NAMA GOMBLOH Gombloh adalah seniman musik yang berkarir di Surabaya untuk Indonesia. Nama asli “Soedjarwoto Soemarsono”. Kelahiran Jombang 12 Juli 1948 saat keluarga mengungsi dari Surabaya. Ia dinamai Gombloh karena kelakuan esentriknya. Julukan ini d iberikan oleh guru, kawan-kawan sekolah dan keluarga serta orang yang mengenal baik tanpa saling tahu. Guru […]

Seni Pertunjukan dan Politik Kehadiran

Oleh: Purnawan Andra* Setiap Kamis, sekelompok orang berpakaian hitam berdiri diam di depan Istana Negara. Mereka tidak banyak berorasi, tidak keras meneriakkan slogan, suasananya bahkan nyaris seperti tidak banyak yang berbicara. Yang terutama mereka lakukan hanya berdiri sambil memegang payung hitam dan foto orang-orang terdekat mereka yang hilang hingga kini. Di tempat lain, beberapa waktu […]

Motayok: Tradisi Pengobatan Tradisional Bolaang Mongondow

Oleh: Hari Suroto* Motayok merupakan tradisi pengobatan yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Motayok berupa ritual tarian untuk mengobati orang sakit dengan bantuan roh leluhur melalui bolian. Saat melakukan ritual motayok, bolian menari diiringi musik gimbal (gendang) dan golantong (gong), bolian didampingi oleh seorang yang disebut mokokapoi untuk memanggil roh, dan […]

Novel Kastel – Kafka Mengantarkan Làszlo Krasznahorki sebagai Pengarang

Oleh: Sigit Susanto* Sebuah wawancara antara Làszlo Krasznahorki, peraih nobel sastra tahun 2025 asal Hongaria dengan panitia nobel sastra di Swedia, cukup mengagetkan. Ia sebutkan bahwa dirinya menjadi pengarang berkat baca novel Kastel karya Franz Kafka. Kita tahu bahwa novel Kastel karya Kafka tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh An Ismanto, dari penerbit […]

Ritus di Tengah Sengketa Takhta

Oleh: Mukhlis Anton Nugroho Kraton Surakarta kembali berada dalam pusaran perhatian publik. Bukan semata karena kemegahan sejarahnya, melainkan karena konflik suksesi yang belum selesai dan mulai menyentuh ritus-ritus penting di dalamnya. Jika perebutan takhta hanya berhenti sebagai urusan keluarga, persoalannya mungkin terbatas pada lingkaran internal kraton. Namun, ketika ketegangan itu berimbas pada kirab pusaka, upacara […]

Buku Koleksi Benda Seni

Oleh: Mikke Susanto* Dalam beberapa dekade muncul fenomena terbitnya buku-buku koleksi seni rupa di berbagai negara. Meskipun fenomena ini tidak sebesar bidang bisnis maupun politik, tetap perlu mendapat perhatian. Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik mengoleksi tak berhenti di ranah privat dan hanya terkait dunia seni. Namun juga bergerak menjadi medan representasi kultural yang luas, bahkan […]

Bukan Orang Madura, Tapi Dipercaya Membaca Jiwa Musik Madura: Kisah Di Balik Kèjhung Lintas Terop 2026

Oleh: Fitri Bima Asih* Di balik keberhasilan tur Kèjhung Lintas Terop 2026, terdapat kolaborasi artistik yang telah terbangun melalui proses panjang antara koreografer Sri Cicik Handayani, S.Sn., M.Sn. dan komposer muda asal Trenggalek, Dimas Adinata Raharja, S.Sn., yang lebih dikenal dengan nama panggung Saminata. Kolaborasi keduanya bermula pada tahun 2024 melalui karya tari kontemporer Nandhang, […]

Sajak-sajak Isbedy Stiawan ZS

SAJAK 1 aku sapi, katamu, dua tali di hidungku lalu dua gembala menarik-ulur, dan menggebah : cambuk sedia di tubuhku. aku memang sapi? tanyamu ingin jawaban 2 sekiranya aku kecewa bukan karena kau salah tapi aku tak ahli untuk marah dan percaya; tinggi aku memanjakanmu! 3 kelak saatbya air mata hanya sepeeti hujan di musim […]

Degradasi Topeng Malang: Catatan dari Rumah-Rumah yang Pelan-Pelan Sepi

Oleh: Muhammad Nasai* Ketika Saya Mengira Topeng Malang Hanya Ada di Pakisaji Ada masa ketika saya sungguh percaya bahwa Topeng Malang hanya hidup di satu tempat. Keyakinan itu bukan lahir dari kesimpulan ilmiah, bukan pula dari penelitian panjang, melainkan dari jalur yang sederhana dan umum terjadi: informasi yang tersedia. Apa yang paling sering disebut, paling […]