Pos

Cannes, Pesta Babi, dan Cara Kita Membaca Film

Oleh : Purnawan Andra* Ada satu hal yang selalu menarik dari film. Ia bisa mengantar nama sebuah negara ke panggung dunia, tetapi pada saat yang sama juga bisa membuat negara itu gugup ketika isi ceritanya terlalu dekat dengan urusan sendiri. Film adalah pedang bermata dua. Tahun 2026 ini, Indonesia hadir di Festival de Cannes lewat […]

Retakan Raden Saleh: Agensi dalam Ambivalensi

oleh : Kasiyan* “Art is the lie that enables us to realize the truth.” Picasso, P. (1923). Picasso speaks. In M. de Zayas, The Arts, 3(4), 315–326. https://monoskop.org/images/5/5f/De_Zayas_Marius_Picasso_Speaks.pdf Mei yang basah, dan cermin yang retak. Mei selalu datang dengan janji yang manis sekaligus getir. Dalam imajinasi peradaban lama, ia adalah bulan ketika dunia seolah sedang memaafkan […]

Borobudur, Ketahanan Pangan, dan Kita yang Kerap Lupa

Oleh : Purnawan Andra* Di banyak tempat, candi diperlakukan seperti benda masa lalu yang harus dijaga dari lumut, debu dan turis. Tapi candi Borobudur tidak sesederhana itu. Ia bukan hanya monumen agama, tetapi juga semacam buku batu yang menyimpan cara hidup. Di tubuh candinya terdapat sekitar 2.672 relief, dengan 1.460 panel naratif yang menutupi kurang […]

Puisi-puisi Umi Kulsum binti Jaenudin

HAKIKAT KEINDAHAN I Banyak yang mengira, Keindahan tinggal Di pelukan senja Atau cahaya bulan Yang menempel di pipimu Pasir membelai tubuh Dan bulu matamu Menggiring desir ke jantungku Namun, sesungguhnya, Keindahan kadang bersembunyi Di rintih perempuan lapar Yang tak bernama, Yang dibungkam jalan-jalan Dan pandangan orang-orang Yang sibuk menuju diri mereka sendiri Kau hadir, Bukan […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA PINTU CHAMPA JUMADIL KUBRO tanah masih basah di telapak pekerja tambak belum selesai mengeras menjadi pijakan laut menarik garisnya sendiri dengan tali jala yang tersangkut di paku dermaga di antara Samarkand yang jauh dan angin yang menempel di layar robek peta disimpan di peti kayu tinta di dalamnya masih bau damar tidak ada arah […]

Aku Ora Rumongso Diduweni: Taman Gandrung Terakota, Penipuan Royalti, dan Perlawanan Sunyi Seorang Maestro

Oleh : Elvin Anderson* Sore itu, 11 April 2026, angin dari kaki Gunung Ijen membawa dingin yang menusuk namun anehnya menghangatkan dada. Saya duduk di bangku amphitheater Taman Patung Terakota, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Di hadapan saya, ribuan patung tanah liat berdiri bisu. Tapi saya menangkap mereka tidak bisu. Mereka menari. Di depan, seorang perempuan tua […]

Tari Indonesia di Tengah Perubahan: Konon, Kini, Nanti

Telah terbit! Tari Indonesia di Tengah Perubahan: Konon, Kini, Nanti Sal Murgiyanto, dkk ISI Press, 2025 Full Color, hardcover xxvili + 666 halaman 15,5 x 23 cm Buku ini mengulas kiprah empat koreografer kawakan—Bagong Kussudiardja, Retno Maruti, Huriah Adam, dan Sardono W. Kusumo—melalui kombinasi terjemahan disertasi Sal Murgiyanto dan pembacaan terkini dari Sal Murgiyanto, Fafa […]

Purwokerto, Kota Transisi yang Mengulang Masa Lalu Jakarta: Sebuah Refleksi Moral

Oleh: Muhammad Fathan Al kubro* Aku adalah seorang perantau dari Jakarta yang kini kuliah di Purwokerto. Sebagai orang Jakarta, aku pernah mengalami stigma yang tidak adil. Dulu, aku dicap sebagai orang yang tidak punya adab hanya karena berasal dari Jakarta. Banyak orang di Purwokerto yang menganggap semua orang Jakarta tidak beradab, tanpa mempertimbangkan bahwa aku […]

Sajak-sajak Laksmi Fidya Ariani

Kamadhatu Bagaimana bisa aku Melepaskan tubuh suci ini Dari tali-tali dunia yang terikat padu. Dedaunan rancak pada rahim jantungku Telah menumbuhkan goda setampan iblis Yang terasa begitu ranum Jiwaku adalah kuil-kuil murung Tempat burung-burung menyanyikan nestapa Tak berkesudahan Tentang dunia Sedang karmawibhangga yang tak berkesudahan Pada jalan ini, menjadi benggel Atas hidupku di masalalu. 2026 […]

Mencari Celah Tumbuh dan Berkembangnya Sastra di Kampus Banyumas

Oleh: Bayu Suta Wardianto* Saya sebetulnya kurang begitu percaya, lembaga pendidikan (khususnya universitas) dapat menghasilkan para penulis hebat, apalagi sastrawan. Walaupun kita tidak bisa mengesampingkan bahwasanya kampus memiliki andil penting dalam membentuk pola pikir siapapun yang berada di dalamnya –tidak hanya mahasiswa yang belajar– tetapi juga pengajarnya. Sederet nama-nama besar sastrawan Indonesia seperti Pramoedya Ananta […]