Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA MOH LIMO SUNAN AMPEL malam turun di bandar Surabaya seperti kain hitam yang lama direndam keringat pelaut dan asap dapur pelabuhan kapal-kapal asing merapat membawa lada membawa besi membawa bahasa membawa nafsu yang berbau garam dan kulit basah lampu minyak gemetar di warung-warung pelabuhan uap tuak naik dari tempayan tanah melekat di balok kayu […]

Borobudur, Ketahanan Pangan, dan Kita yang Kerap Lupa

Oleh : Purnawan Andra* Di banyak tempat, candi diperlakukan seperti benda masa lalu yang harus dijaga dari lumut, debu dan turis. Tapi candi Borobudur tidak sesederhana itu. Ia bukan hanya monumen agama, tetapi juga semacam buku batu yang menyimpan cara hidup. Di tubuh candinya terdapat sekitar 2.672 relief, dengan 1.460 panel naratif yang menutupi kurang […]

Sastra dan Kebebasan Berpikir: Dari Buku Terlarang ke Bahasa yang Merdeka

Oleh Abdul Wachid B.S.*   A. Pendahuluan “Dalam sejarah bangsa ini, kata pernah menjadi barang berbahaya. Ia bisa menggetarkan kekuasaan, tapi juga menghidupkan nurani.” Kalimat itu seolah menggambarkan masa ketika kata tak lagi sekadar sarana komunikasi, melainkan alat kuasa dan perlawanan. Dalam sejarah Indonesia modern, terutama pada masa Orde Baru, bahasa pernah mengalami nasib getir: […]

Puisi-puisi Suminto A. Sayuti

Inilah Saatnya serupa bunyi genta di mulut goa. kumandangnya menyela ke mana-mana. juga rongga telinga kita. ini saatnya, bisikmu dalam isyarat rahasia. lalu kita pun berbagi dalam sunyi. dalam desir angin sepoi. ketika badai gurun pun reda. inilah saatnya berbagi cerita. juga cinta. bersama hasrat-hasrat rahasia. ketika daun-daun pun gugur. tapi harapan masa depan tetap […]

Meme yang Kita Jalani

Oleh Nizar Machyuzaar* Media sosial telah menjadi bagian hidup kita dalam berinteraksi. Bahkan, media sosial telah mengubah arah komunikasi kita dalam memperoleh informasi. Setiap orang yang memiliki akun di platform media sosial adalah sekaligus agen pemroduksi informasi. Mereka tidak hanya menjadi pengonsumsi informasi yang pasif, tetapi juga pengonsumsi dan sekaligus pemroduksi informasi yang aktif manakala […]

Malam Jumat Kliwon sebagai Pengetahuan yang Menubuh dan Pergelaran Keyakinan

Oleh Purnawan Andra* Di banyak wilayah Nusantara, terutama di Jawa, malam Jumat Kliwon memiliki posisi simbolik yang unik dan kompleks. Ia bukan sekadar penanda waktu dalam kalender Jawa yang memadukan sistem penanggalan Islam dan perhitungan pancawara-sapta wara, melainkan juga sebuah ruang simbolik yang sarat makna spiritual, sosial, dan kultural.  Secara antropologis, Jumat Kliwon adalah simpul […]

Derrida di Puntung Rokok Rara Mendut 

Oleh Purnawan Andra* Dalam sejarah kebudayaan Jawa, tokoh Rara Mendut hadir bukan semata sebagai figur legenda perempuan cantik dari pesisir Jepara yang menolak tunduk pada kuasa Sultan Agung. Ia lebih dari sekadar cerita romantik atau semangat emansipatoris yang sering kali direduksi ke dalam dikotomi perempuan versus patriarki.  Rara Mendut adalah kompleksitas itu sendiri—sebuah simpul di […]

Tolak Bala ala Yusran: Ulasan atas Buku Puisi Hizib Perjalanan karya Yusran Arifin

Oleh: Nizar Machyuzaar*   Setiap keberangkatan aku selalu gelagapan Meski perbekalan, doa serta surat identitas kulengkapkan (Sumber: puisi “Di Kereta”, hal. 9)   Kata hizib dapat dibatasi sebagai amalan yang berisi doa-doa (mustajab) peninggalan Nabi Muhammad yang mensyaratkan cara dan waktu tertentu dengan bimbingan seorang guru atau mursyid. Sementara kata perjalanan, dapat dibatasi sebagai hal […]

Manusia dan Alam: Sekularitas yang Mencari Keterhubungan Kembali

Oleh Mohammad Hagie Judul Buku: Sembahyang Bhuvana: Renungan Filosofis tentang Tubuh, Seni, dan Lingkungan Penulis: Saras Dewi Penerbit: Tanda Baca Tahun: 2022 Tebal: 113 Tenggat akhir bulan Januari di tahun ini, penerbit Tanda Baca merilis terbitan baru yang dua bulan sebelumnya telah diwartakan. Sebuah kumpulan esai yang kemudian dipilah menjadi satuan tema berkait, dan menjadi […]

Puisi-Puisi Sosiawan Leak

ISYARAT GAGAK jangan biarkan aku hinggap di wuwungan rumah apalagi berkaok panjang bernada gelisah isyarat bagi gundah dan susah bangkit dari alam kelam. tanpa mata tanpa telinga gerombolan tak berjiwa itu selalu siaga menyergap hidupmu tanpa ragu mencabik-cabik garis nasib bahkan menyebar maut kepada sanak saudaramu cegah aku bertengger di barat daya, barat laut, dan […]