Pos

Estetika Pesisir: Bedah Seni Visual dan Materialitas Kelenteng Cu An Kiong Lasem

Oleh Muh Nur Khusen* Di tepian Sungai Lasem, berdiri sebuah bangunan yang telah menyaksikan perputaran waktu selama lebih dari lima abad. Kelenteng Cu An Kiong, yang namanya berarti “Istana Ketentraman Welas Asih“, bukan sekadar artefak religi melainkan sebuah Gesamtkunstwerk atau “Karya Seni Total” di mana arsitektur, seni lukis, seni ukir, dan tata ruang menyatu dalam harmoni […]

Membaca Ulang Pakaian Khas pada Ulang Tahun Kota Malang ke-112

Prolog: Antara Perayaan dan Paradoks Oleh Yusuf Munthaha*   Ada sesuatu yang menggelisahkan ketika sebuah kota merayakan ulang tahunnya dengan mengenakan pakaian yang secara historis merepresentasikan era penindasan kolonial. Pemerintah Kota Malang dalam peringatan hari jadinya yang ke-112 memilih konsep yang mereka sebut “kolonial tradisional” sebagai identitas visual perayaan. Seragam dengan estetika Hindia Belanda itu […]

Jejak Mimpi Satu Abad Lalu: 5 Refleksi Radikal dari Manifesto Jong Sumatranen Bond (1917-1922)

Oleh Shohibul Anshor Siregar* Dokumen yang dibahas dalam ini adalah edisi peringatan lima tahun organisasi pemuda Jong Sumatranen Bond yang diterbitkan antara tahun 1917 hingga 1922. Sumber ini memuat berbagai artikel dari tokoh intelektual, termasuk Dr. B. Schrieke dan Mohammad Hatta, yang membahas gagasan mengenai nasionalisme dan persatuan di Sumatra. Penulis dalam teks ini mengevaluasi […]

Dari India Selatan ke Medan, Saya Anak Tanah Deli yang Mencintai Indonesia

Oleh Selwa Kumar* Saya lahir jauh sesudah semuanya bermula. Tetapi setiap kali melintasi Gang Sado, Jalan Serdang, Titi Batu, Medan Perjuangan, atau tepian Sungai Deli yang kini keruh dan sesak, saya seperti mendengar lagi bunyi lonceng kecil dari sebuah kuil di Kampung Kuala, dekat kota Binjai, masuk Kabupaten Langkat. Di situlah kisah keluarga kami dimulai. […]

Dekonstruksi Historiografi dan Politik Memori: Analisis Kritis Terhadap Kedudukan Raja Sang Naualuh Damanik dalam Narasi Kolonial dan Lokal Sumatera Utara

 Oleh Shohibul Anshor Siregar* Wacana sejarah mengenai Raja Sang Naualuh Damanik, penguasa ke-14 dari Kerajaan Siantar, menempati ruang yang unik sekaligus kontroversial dalam historiografi Indonesia. Di satu sisi, ia diagungkan dalam memori kolektif masyarakat Simalungun sebagai simbol perlawanan, pionir pembangunan kota Pematangsiantar, dan pelindung spiritual yang membawa Islam ke wilayah pedalaman. Namun, di sisi lain, […]

Keheningan Utara dan Harapan dari Selatan

Oleh Akuat Supriyanto*  Pada sebuah ruang yang nyaris berwarna biru pucat di Manhattan, New York, di mana wakil-wakil dunia berkumpul dalam ilusi kesetaraan, kegalauan itu terasa menyayat. Bukan disebabkan ancaman badai salju ekstrem atau terorisme domestik, tetapi lantaran bunyi mesin penghitung elektronik yang merekam nasib kemanusiaan. Dalam pemungutan suara pada 25 Maret 2026 lalu, Majelis […]

Odisei Suikerfabriek Djatiroto Loemadjang:Mahakarya Kolonial Belanda di Jawa Timur

Oleh Mochammad Sulton Sahara* *  Seperti epos Goethe di tanah Jawa, Suikerfabriek Loemadjang: kehebatan besi menaklukkan liarnya hutan, menebar benih kemakmuran bagi rakyat dan negeri. Prologia: Pelukan Tropis yang Membara. Di bawah langit tropis Jawa Timur yang hijau dan lembab, di mana hutan jati menjulang gagah dan rawa-rawa menyimpan rahasia kesuburan abadi, berdirilah sebuah monumen […]

Pengalaman Naik Kapal Induk Amerika 

Oleh Agus Dermawan T.* Syahdan kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln ngibrit lantaran diserang empat rudal Iran, pada 1 Maret 2026 lalu. Pada 12 Maret 2026, kapal induk USS Gerald Ford terbakar di Laut Merah, sehingga harus menepi ke pesisir Yunani. Meski ngibrit dan terbakar, tetap gagah sekaligus menyeramkan si kapal induk! Beruntung saya […]

Museum Penataran Blitar: Meruwat, Merawat, dan Mengingat Sejarah dalam Ruang Pamer

Oleh Galih Qodry Azizi* Museum Penataran Blitar dalam kunjungan menghadirkan suasana yang tenang. Ruang pamer terasa rapi dan tertata. Deretan artefak batu berdiri kokoh di atas pedestal kayu yang kini bewarna kuning pastel. Cahaya masuk dari pintu museum dan membentuk siluet halus pada permukaan arca. Kesan awal yang muncul bukan hanya tentang melihat benda lama, […]

Merandai Jejak Identitas Sinema Indonesia Melalui Lensa Lokalitas

Oleh Bambang Supriadi*   Diskursus mengenai identitas sinema sering kali merujuk pada karakteristik yang mapan dan diakui secara global. Sinema India, misalnya, identik dengan formula “Masala” istilah sinema India untuk film yang mencampur berbagai genre, yaitu drama, komedi, aksi, romansa, dan musik. Sinema Jepang kerap diasosiasikan dengan estetika meditatif, presisi visual seperti camera angle Tatami, […]