Pos

Puisi-Puisi Mahwi Air Tawar

Excelsa Ada masa, dari ketinggian penderitaan Afrika kuseduh namamu hanya dalam seduhan rindu meski di Les Deux Magots, ranum senyummu terlipat dalam kertas kusut sajak Arthur Rimbaud dan lidah keluh Simone de Beauvoir Bersama biji-biji kebahagiaan kujulurkan lidahku, rambut usia rawan kuikat dengan tali-tali hitam VOC pilu dan kurepihkan arabika, kuseduh robusta di atas tungku […]

Puisi-Puisi Mohammad Isa Gautama

SYAIR CINTA SENJA HARI telah kuterima kabar pertunangan antara kau dan hujan di sore layang-layang bertebaran kau menjelma benang kusut dipintal anak-anak sawah kuterima dengan hati penuh kecambah tumbuh bagai jerawat di lipatan catatan kuliah baru kemarin kita naik angkot pasar raya memotret keluh sopir mengumpat macet bak serigala lantas kuputar siaran paling melankolis di […]

Puisi-Puisi Faris Al Faisal

NOL KILOMETER JALAN TOL   Aku terlambat bangun semua telah pergi, pagi-pagi sekali dari nol kilometer jalan tol —Cawang, sebuah simpul membaca meteran sepanjang jalan ke kota-kota yang gemetar digoyang lindu dan duka banjir Ketika siang, jalanan lumpuh tak ada ruang bahkan sejenak ke Rest Area ujung buntu, semua merayap dan merangkak sampai jauh Indramayu, […]

Puisi-Puisi Budhi Setyawan

Sajak Seperti Kuda kata kata di dalam sajak ini mestinya tetap gesit dan merdeka seperti serombongan kuda yang melompat menembus kabut melubangi pagi menuju padang sabana yang menanti lalu memyambangi rumputan segar yang kirimkan gelitik pada bibir yang menyentuhnya seperti ucapan selamat datang pada kekasih puaskan, aku tak akan mengelak dari rakusmu dan mengalir lancar […]

Puisi-Puisi Moch Aldy MA

/I/ kura-kura galapagos batu bata babilonia kucing manx>karl marx potasium nitrat meledak suapi aku tulang belikatmu kuputar aku di aplikasi spotify premium ketika surya pro mildku habis cigarettes after sex: “your lips, my lips, apocalypse” you c 1000 (fresh outside, dead inside-muse) i love you 3000 2000 buat parkir ya, sayangku xoxoxoxoxoxoxoxoxoxoxoxoxoxo   Resah Kuyup […]

Puisi-Puisi Badaruddin Amir

BIOGRAFI RUMPUT dari mana memperoleh keyakinan untuk tumbuh sehelai rumput yang hidup di atas batu, kekasih batu gitu keras tak terhunjam akar ke permukaan bumi hanya embun yang memberinya minum melepas dahaga yang ditikamkan matahari di atas sana dari mana memperoleh kepercayaan gitu kukuh bila pada akhirnya terik matahari adalah bencana, kekasih pagi hari gitu […]

Puisi-Puisi Syarifuddin Arifin

PATUNG TAK BERWAJAH patung tak berwajah di depan museum itu memegang bambu runcing, berpuluh tahun berhujan dan berpanas membutakan mata, hidung pesek, telinga patah dan mulutnya bagaikan sengaja dibungkam agar sejarah tak bertarikh menjadi tekateki yang mengasyikkan untuk disayembarakan dia menyimpan catatan di mata, mencium dan mendengar bau peluru yang mendesing lalu menembus dadanya puluhan […]

Puisi-Puisi Bambang Widiatmoko

Menguji Kopi Bintuha  -bersama Yogira Yogaswara Jika kita teguk nikmatnya secangkir kopi pagi ini Ingatlah embun yang turun dari gunug tua Patuha Sejak petani mengubah ladang sayur menjadi kebun kopi Berubahlah tanah yang dulu sering longsor Menjadi perkebunan kopi yang tersohor. Meresapi pahit manisnya pilihan selera kopi robusta Tentu kuingat geliat para pedagang pasar Ciwidey […]

Puisi-Puisi Asro Al Murthawy

BEMBAN BATU Aku secuma batang kayu biasa Mengerak dalam semak serupa jati kukekarkan akarku mengeras batu Menunggumu menggenggamku sebagai sebuah pedang Separuh diriku telah menyatu dengan jiwamu Mengerang pada kemarau menggigil pada hujan meracik dendam pada sesiapa yang telah menabur bijiku pada tanah tandus kering berbatu rindu siram rindu siang Bawalah kemarahan pada ujung batang […]

Sajak-sajak Alexander Robert Nainggolan

07:48 lidah hujan masih tercecap di aspal jalan. pagi redup, ketika kota terbangun dengan rutinitasnya. seorang perempuan melangkah di sisi batu-batu yang licin oleh lumut. mengunyah berita di layar telepon pintar. sisa kelakar, pesan-pesan nakal yang gatal terlilit ingatan. matahari makin menjauh. ia ingin berbenah membiarkan remah masa lalu rebah. meski ia tahu, pagi belum […]