Penyair Faris Al Faisal

Puisi-Puisi Faris Al Faisal

NOL KILOMETER JALAN TOL  

Aku terlambat bangun
semua telah pergi, pagi-pagi sekali
dari nol kilometer jalan tol
—Cawang, sebuah
simpul
membaca meteran sepanjang jalan
ke kota-kota
yang gemetar digoyang lindu
dan duka banjir

Ketika siang, jalanan lumpuh
tak ada ruang
bahkan sejenak ke Rest Area
ujung buntu, semua merayap dan merangkak
sampai jauh

Indramayu, 2021

 

KE REST AREA 

Perjalanan menempuh letih, lampu redup
rambu samar bahkan markah jalan:
garis membujur, garis melintang, garis serong
warna yang hilang
seperti batas malam

500 meter, ke Rest Area

Bayangan tubuh telah berjalan ke kebun istirah
menghabiskan sepotong cerita
di gerai makanan, yang hampir tutup

Semua harus diakhiri,
wajah yang dicelupkan ke air sumur
meneruskan perjalanan
mencium lagi bau bensin
terbakar gairah ke dalam arus, yang tak putus

Indramayu, 2021

 

DI POM BENSIN  

Ia melihat sederet angka berhenti
menengok ke tangki, ke lubang yang gelap
keheningan menyergap
hanya perasaan menuntun
bahwa perjalanan tak akan sampai
ke jalan lurus itu

Seandainya jarak diperpendek
seperti cinta munafik
dan nyanyian kemarau

Maka lihat, ia lihat
pengendara yang pulang
meski terlambat, dan disambut hangat

Indramayu, 2021

 

PERJALANAN UDARA  

Di jendela pesawat, kulihat
lanskap bumi yang ditinggalkan
ribuan kaki, di langit—
perjalanan udara
yang mengecup awan
dalam interval cuaca
gelap dan terang
memeluk jiwaku
yang cemas
pada luas mengancam
pada tubuh ini
duduk merenda
amsal diam
dan perjalanan
akan tiba
kisah baru
menunggu
di landasan
sayap
sayap
rebah di sana
awal dari pertemuan

Indramayu, 2021

 

*Faris Al Faisal lahir dan berdikari d(ar)i Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Komite Sastra, Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Lembaga Kebudayaan Indramayu (LKI). Namanya masuk buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia” Yayasan Hari Puisi. Pada “World Poetry Day March 21” menuntaskan 1 Jam Baca Puisi Dunia di Gedung Kesenian Mama Soegra Dewan Kesenian Indramayu (2021). Puisinya mendapat Hadiah Penghargaan dalam Sayembara Menulis Puisi Islam ASEAN Sempena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara ke-9 Tahun 2020 di Membakut, Sabah, Malaysia, Juara 1 Lomba Cipta Puisi Anugerah RD. Dewi Sartika dan mendapat Piala bergilir Anugerah RD. Dewi Sartika, Bandung (2019), mendapatkan juga Anugerah “Puisi Umum Terbaik” Disparbud DKI 2019 dalam Perayaan 7 Tahun Hari Puisi Indonesia Yayasan Hari Puisi, dan pernah Juara 1 Lomba Cipta Puisi Kategori Umum Tingkat Asia Tenggara Pekan Bahasa dan Sastra 2018 Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Tersiar pula puisi-puisinya di surat kabar Indonesia dan Malaysia. Buku puisi keduanya “Dari Lubuk Cimanuk ke Muara Kerinduan ke Laut Impian” penerbit Rumah Pustaka (2018).