Pos

Puisi-Puisi Tjahjono Widarmanto

MEGATRUH sama dengan bangkai ia sekejap akan sirna mungkin melesak dalam kerak paling palung di tanah paling liat dan hitam atau melesat ke angkasa, menabrak dan mengguncang pepohonan sebelum lenyap jadi butir-butir molekul seperti gerimis tipis seperti juga sama dengan semua mayat yang tak pernah tahu dalamnya neraka ia tak akan lagi merapal ayat-ayat. segenap […]

Puisi-Puisi Refdinal Muzan

Begitulah September  September, begitulah selalu yang terurai Napasnya mengurung dalam sebuah riak tepian Keterdiaman menikam lembar demi lembar yang telah hanyut Tersapu angin, tertiup badai Lalu kembali datang September dalam hujan Relung kosong kembali terisi Menetes melembabkan semua gersang yang terasing Menepi untuk sejenak kenal dan meresapi Lalu lalang hidup Lalu lalang kenang Lalu lalang […]

Puisi-Puisi Kiki Sulistyo

Setelah Vaksin Kita Bikin Teater Lagi oto rumah sakit akan menindasmu pada hari senin di depan toko bahan kue, hantu-hantu sawah meleleh melihat jam kerja tak punya mata untuk melihat mata kaki proletariat tersandung negara. setelah vaksin kita bikin teater lagi (lawan catur- kenneth arthur), untuk menimbang seberapa rendra tradisi kita. mungkin batang jarum bakal […]

Puisi-Puisi Hikmat Gumelar

RED LIGHT hengkang ke negara mana pun kau akan tetap selalu terapung di tengah lautan kesendirian di tengah lautan kesepian di tengah lautan kekecewaan di tengah lautan kemarahan hengkang ke negara mana pun ke negara yang kau sanjung-sanjung maju makmur dan menjunjung hukum sekalipun tak akan membuat denyut jantungmu menjelma menjadi lagu yang kau rindu […]

Puisi-Puisi Iwan Firman Widiyanto

JUMAT AGUNG DI HARI MINGGU Sukacita perempuan mengabarkan kebangkitan Ditampik heran sebelas murid Tuhan “Omong Kosong ada kebangkitan!” Karena penyaliban akan ada sepanjang masa Dua ribu tahun sejarah berlalu Pesimisme para murid dibuktikan kelu Raga yang bangkit disalib di hari minggu Ratusan tubuh hancur luluh kaku Siapa yang menyalibkan Tuhanku lagi ? Agama, etnik, mayoritas, […]

Sajak-Sajak Ahda Imran

Tulisan di Kaus Oblong Yang bertuhan pada jubah hanya akan mendapatkan ludah   Pemandangan Hari-hari semakin buruk. Orang-orang berjalan sambil memegang kepala mereka agar tak lepas Pepohonan berhenti menyimpan angin dan daun Pepohonan yang berbuah begitu saja, retak seperti telur menetas; mengeluarkan gumam dan bisik-bisik Menggema dan bergulung-gulung di udara. Ludah membuat semua jalan jadi […]