Pos

Resi Durna dan Masalah Ketidakadilan Moral

Oleh Tony Doludea* Pada suatu pagi di mercapada, Durna hilir mudik di jalan hanya berbalut secarik kain sambil terus memanggil-manggil nama Bratasena. Drona mengungkapkan penyesalan mendalam atas perintah yang mencelakakan muridnya sendiri. Beberapa waktu sebelumnya, Sengkuni nayaka praja Negara Astina, patih yang diutus Prabu Duryudana datang ke Padepokan Sokalima. Prabu Duryudana ingin tahu apakah Drona […]

Fasisme dan Buku

Oleh Joss Wibisono Tiga perkara melatarbelakangi penulisan esai ini. Pertama, perbandingan yang tidak begitu tepat pada salah satu tulisan terdahulu, jadi ini semacem revisi. Kedua, hasrat mencari perspektif bagi karya sastra Indonesia yang ditulis oleh mereka yang hidup di pengasingan, dan ketiga, di tanah air berkali-kali terjadi razia terhadap apa yang dicap sebagai buku komunis/kiri. […]

Umbi-Umbian digusur Beras, Apakah Tradisi Bakar Batu di Pegunungan Papua akan Hilang?

Oleh Hari Suroto Penelitian palynology menunjukan bahwa penduduk dataran tinggi Nugini (pegunungan tengah Papua dan dataran tinggi Papua Nugini) pada masa prasejarah telah mengembangkan pertanian mandiri. Penggalian arkeologi oleh Jack Golson di perkebunan teh Kuk, Lembah Waghi, Western Highlands,  Dataran Tinggi PNG, berhasil menemukan bukti langsung adanya pertanian awal di dataran tinggi PNG berupa tradisi […]

Pelestarian Rumah Pohon Suku Korowai Sebagai Objek Wisata Budaya Berkelanjutan (Sustainable Cultural Resources) Berbasis Eco-culture

Oleh Hari Suroto Suku Korowai merupakan suku yang unik di pesisir selatan Papua. Suku ini terkenal di dunia luar setelah sebuah artikel dengan foto-foto yang luar biasa dimuat dalam majalah National Geographic pada Februari 1996. Suku ini hidup di hutan hujan tropis, dengan rumah dibangun di atas pohon-pohon dengan ketinggian sekitar 12 hingga 35 meter […]

Roh-Roh dalam Saluang Sirompak

Oleh Ricky Warman Putra Animisme berasal dari  bahasa Latin animus. Dalam  bahasa Yunani animisme disebut anepos. Sementara dalam bahasa Sansekerta diistilahkan prana. Akan halnya dalam bahasa Ibrani disebut ruah. Arti kesemua itu adalah napas atau jiwa. Animisme adalah ajaran/doktrin tentang realitas jiwa. Masyarakat  primitif mempunyai kepercayaan bahwa semua hal yang kita lihat ini seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan […]

Pelestarian Lukisan Tebing Prasejarah di Raja Ampat

                    Oleh Hari Suroto Kepulauan Raja Ampat memiliki pantai pasir putih, pesona bawah laut, keragaman biota laut, flora dan fauna hutan tropis yang menajubkan. Raja Ampat telah menjadi destinasi wisata dunia. Selain memiliki potensi bahari, Raja Ampat juga memiliki pesona lukisan tebing prasejarah (rock art). Rock art […]

Puisi-Puisi Idrus F. Shahab

AUTUMN LEAVES Memang hidup seperti ini Perpisahan tak membuat kita mati Senandung yang menusuk, ringkik kuda di malam buta Ahoi, api kemarahan ini keras-kepala ibarat seorang pelukis buta melukis alis sang kekasih Pagi, sebelum kokok ayam pertama ia muncul, dengan kanvas hitam di tangan Tanpa warna, hanya bunyi gemerisik di kejauhan Seseorang baru saja lewat, […]

Puisi-Puisi Khanafi

TENTANG BAHAGIA kata yang mengubahmu jadi pemimpi terlempar ke kota-kota paling murung jalan yang menjulur di tiap penjuru mata angin hanyalah lagu langkah sepi keterluntaan kau yang lebih terlunta dari pengemis merasakan sebuah kebanggaan tanpa rumah betapa bodohnya memilih menjadi sendiri dan melarikan diri dari belaian kekasih bahkan malam pun berbisik ke telingamu dengan suara […]

Perempuan dan Tranvesti dalam Pentas Teater Dulmuluk Tunas Harapan Palembang

Oleh Tri Puji Handayani  Teater Dulmuluk lahir dan berkembang di Sumatera Selatan. Perbedaan bentuk ekspresi masyarakat, kondisi masyarakat, sikap budaya masyarakat, sumber dan tata-cara di wilayah lahir dan berkembangnya Dulmuluk di Sumatra Selatan menyebabkan teater ini berbeda dengan teater tradisional dari daerah lainnya. Dalam pertunjukannya Teater Dulmuluk sering memfokuskan diri pada sosok tokoh perempuan.   […]

Puisi-Puisi Anam Mushthofa

Anak-anak I Anak-anak tumbuh dalam tubuh waktu. Darahnya bermain dan melukis halaman. Menggambar nasib, menggambar misteri. Lalu menangis, permainan terlalu mahal. Takdir tak bisa dibeli. Air matapun memudar dan lupa, ia mencari teman, setidaknya tawa tidak diperjualbelikan.    II Bila mentari bersabda “selamat pagi”. Kita lihat embun yang memudar, entah raib ke mana. senyum sepatu […]