Pos

Bukan Orang Madura, Tapi Dipercaya Membaca Jiwa Musik Madura: Kisah Di Balik Kèjhung Lintas Terop 2026

Oleh: Fitri Bima Asih* Di balik keberhasilan tur Kèjhung Lintas Terop 2026, terdapat kolaborasi artistik yang telah terbangun melalui proses panjang antara koreografer Sri Cicik Handayani, S.Sn., M.Sn. dan komposer muda asal Trenggalek, Dimas Adinata Raharja, S.Sn., yang lebih dikenal dengan nama panggung Saminata. Kolaborasi keduanya bermula pada tahun 2024 melalui karya tari kontemporer Nandhang, […]

Losarium: Licentia Poetica untuk Menciptakan Jejak Terbuka

Oleh: Indro Suprobo* Write, form a rhizome, increase your territory by deterritorialization, extend the line of flights to the point where it become an abstract machine covering the entire plane of consistency Gilles Deleuze & Felix Guattari Kutipan pernyataan Gilles Deeuze dan Guattari ini merupakan ajakan dan tantangan bagi setiap orang untuk senantiasa menjalani proses […]

Wayang Kulit Gedog di Malam Suro Keraton Yogyakarta, Sebuah Amatan

Oleh: Abimanyu Putra Pratama* Selasa malam (16/6/2026), tepat pukul 19.25 WIB, suasana lorong di sebelah timur Sasana Hinggil Dwi Abad menuju Kagungan Dalem Kamandungan Kidul, Karaton Yogyakarta, tampak lengang. Hembusan angin malam yang membawa aroma harum melati dan dupa menghantar langkah para pengunjung memasuki regol menuju ruang lapang dengan bangunan joglo di tengahnya. Tepat pada […]

Degradasi Topeng Malang: Catatan dari Rumah-Rumah yang Pelan-Pelan Sepi

Oleh: Muhammad Nasai* Ketika Saya Mengira Topeng Malang Hanya Ada di Pakisaji Ada masa ketika saya sungguh percaya bahwa Topeng Malang hanya hidup di satu tempat. Keyakinan itu bukan lahir dari kesimpulan ilmiah, bukan pula dari penelitian panjang, melainkan dari jalur yang sederhana dan umum terjadi: informasi yang tersedia. Apa yang paling sering disebut, paling […]

Sapardi dan Ikhtiar Menjadi Manusia 

Oleh: Purnawan Andra* Ada pertanyaan menarik yang mungkin jarang kita ajukan. Mengapa puisi-puisi Sapardi Djoko Damono terus menemukan pembacanya di tengah Indonesia yang berubah begitu cepat? Padahal, dunia yang dihadapi generasi sekarang sangat berbeda dengan dunia ketika puisi-puisi itu lahir. Media sosial mengubah cara manusia berkomunikasi. Teknologi digital mengubah cara manusia bekerja. Politik dan ekonomi […]

Retreat Meditasi & Pelatihan Samanera

*🪷Retreat Meditasi & Pelatihan Samanera*🪷 Dibimbing langsung oleh : SAYADAW U KUṆḌADHĀNA Sayadaw ditahbiskan pada tahun 1991 oleh Pa-Auk Sayadawgyi.Saat ini telah membabarkan dhamma dan mengajarkan meditasi di berbagai negara seperti Malaysia, Macao, Singapore, Amerika, Kanada, Jepang, Sri lanka, China, Hongkong, Inggris, Indonesia, Thailand, dan Vietnam, Taiwan. Akan di adakan pada tanggal : 01 July […]

Napas Jiwa Nagekeo: Eternitas Jejak Budaya

Oleh: Bambang Supriadi  Dalam semesta spiritual masyarakat adat Nagekeo di Flores, Nusa Tenggara Timur, masa lalu tidak pernah benar-benar terkubur. Ia tidak pernah menjelma menjadi sekadar artefak mati atau narasi usang yang semata hanya ditulis dalam buku atau jurnal serta dipajang di etalase museum. Masa lalu yang konon diwakili oleh kehadiran roh para leluhur tetap […]

Hollywoodisme: Kekuatan Narasi dan Estetika yang Melumpuhkan

Oleh: Bambang Supriadi Di tengah lanskap geopolitik yang terus berubah, peperangan modern tidak lagi hanya berfokus pada kekuatan kinetik di medan laga, melainkan telah bergeser menjadi perjuangan untuk memenangkan imajinasi dan loyalitas publik. Dalam konteks Iran, fenomena ini dimanifestasikan melalui diskursus yang dikenal sebagai ‘Hollywoodisme’. Istilah ini bukan sekadar kritik narasi dan estetika terhadap industri […]

Komodifikasi Kue-Ku Lasem dalam Arus Ekonomi Kreatif

Oleh: Favio Soares Pinto*  Pelestarian tradisi yang termanifestasi dalam memori leluhur, penyesuaian terhadap lingkungan baru yang diwujudkan melalui adaptasi lokal, serta perubahan orientasi menuju nilai komersial yang tercermin dalam ekonomi kreatif. Mbak Agni menjelaskan makna filosofis dan fungsi sosial kue-ku di Lasen. Kue-ku tidak dapat dipahami sekadar sebagai kuliner biasa. Berdasarkan pembacaan terhadap berbagai wawancara, […]

Ondel-Ondel di Ruang Publik Jakarta: Budaya Visual, Pertunjukan Jalanan, dan Negosiasi Budaya

Oleh: Cerman Simamora* Abstrak Artikel ini mengkaji ondel-ondel sebagai fenomena budaya visual di ruang publik Jakarta. Fokus utama artikel bukan hanya pada perubahan fungsi ondel-ondel dari praktik ritual menuju pertunjukan jalanan, tetapi pada bagaimana makna visual ondel-ondel dinegosiasikan melalui ruang, tubuh, media, ekonomi informal, dan kebijakan kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan karakter […]