Pos

Halim HD : Penghargaan IKJ Untuk Networker Kebudayaan

Dari Solo ia datang untuk menerima Penghargaan IKJ (Institut Kesenian Jakarta) ke-3 yang digelar Kamis lalu di Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jakarta. Memakai topi pet dan kemeja batik, Halim H.D di usianya yang sudat lewat 70 tahun tampak bugar. Aktor senior sinetron, alumnus prodi teater IKJ Rachman Jacob menyerahkan piagam dan piala kepadanya di panggung. Penghargan IKJ untuk […]

Kampus dan Festival Seni Pinggiran

Oleh Halim HD. – Networker-Organizer Kebudayaan Beberapa waktu yang lalu untuk kedua kalinya saya menerima kabar via WA tentang rencana penyelenggaraan Festival Seni Pinggiran (FSP) dari Prof Riwanto Tirtosudarmo, pakar geografi politik dan pensiunan LIPI yang rajin berkeliling dan masih terus riset dan menulis. Kabar itu tak menjelaskan secara rinci, hanya sekedar informasi bahwa kampus […]

Performance Art (dan medan pasca-seni)

Penulis: Afrizal Malna Penerbit: DIVA Press ISBN: 978-623-293-774-1 Tebal: 536 hlm. Tahun: 2023 Ukuran: 14×20 (cm) Performance art, sebagai praktik seni, persis, berada dalam bayangan medan pasca-seni. Afrizal Malna menarik kesimpulan ini melalui garis waktu dari Perang Dunia Pertama dan Kedua, dan sejumlah karya yang menandai pelumeran batas-batas seni, membawa kita kepada medan pasca-seni dalam […]

Tutup Ngisor, Sitras Anjilin dan Komunitas Seni Tradisi

Oleh Riwanto Tirtosudarmo Nama Tutup Ngisor pertama kali saya dengar dari Bung Hairus Salim. Mendengar nama  itu, ”Tiuup Ngisor”, entah kenapa ada yang terasa magistical di telinga saya. Saat itu, tahun 2000 saya menjadi koordinator tim penelitian cukup besar Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI tentang kebijakan kebudayaan masa Orde Baru. Jennifer Lindsey yang menjadi […]

Membedah Hanindawan

Oleh: Anwari MADILOK – Malam Dialok Lakon, dihelat pada Selasa, 1 November 2022 di Kedai Teater Triyagan. Para pembicara mecoba membaca ulang karya-karya naskah drama Hanindawan yang terhimpun dalam buku Dongeng Perempuan Menyeberang Batu dan Tiga Lakon Paing. Dua buku Hanindawan ini dibedah dan dibedah oleh Retno Sayekti Lawu (sutradara Komunitas Lantai Dua) dan Wahyu […]

Kompetisi Seni Lukis: Mencoba Bangkit di Ujung Pandemi

Oleh Agus Dermawan T. Dari Pasuruan, Jawa Timur, Badrie melaju ke Bandung. Sampai di Pemalang mobilnya mogok. Onderdilnya harus diganti, sehingga memerlukan beberapa jam untuk perbaikan. Padahal ia ingin segera sampai tujuan. Karena pada esoknya, Minggu, ia harus sudah terlibat dalam kompetisi seni lukis. Akhirnya perjalanan 820 kilometer itu berhasil dituntaskan, walau harus dalam tempo […]

Riset Kesenian dan Perubahan Sosial, Sejumlah Masalah

(surat terbuka untuk Agung Hujatnikanjenong & Gita Hastarika) Oleh Halim HD Jenong dan Gita, Kemarin, setelah mendengarkan paparan tentang “riset” (di antara tanda petik!) anda berdua melalui daring, pada tanggal 17 Desember 2021, Jum’at jam 15.-17.00, bertajuk “Ranah Labil: Seni dan Perubahan Sosial di Indonesia” program dari Selasar Sunaryo dan didukung oleh Kurawal Foundation, Bandung, […]

Leo Tolstoy: “Apa itu Seni?” Sebuah Perjuangan Memulihkan Seni Modern

Oleh Tony Doludea Secara umum disepakati bahwa seni merupakan sesuatu yang indah dan bermakna, yang diciptakan oleh manusia secara sadar menggunakan keahlian dan imajinasi. Bagaimana orang menentukan apa itu seni? Hakikat seni dan penting tidaknya seni secara sosial? Ada tiga kategori untuk membahas pertanyaan tersebut, yaitu representasi, ekspresi dan bentuk. Seni sebagai representasi (mimesis) atau peniruan, […]

Dari Nungki Sampai Nashar (Riset Artistik: Ilmiah & Naluriah)

Oleh Seno Gumira Ajidarma Dalam perbincangan tentang riset artistik ini, saya mencatat dua pendekatan, yang akan dibandingkan untuk melihat keberadaan dua gejala: ilmiah dan naluriah. Kenyataan bahwa subjek pendekatannya merupakan dua bidang seni berbeda, kiranya tidak mesti menjadi masalah, karena yang ditengok di sini perbandingan atas prinsip-prinsip pendekatan, dan bukan pendekatan dalam spesifikasi bidang seni. […]

Estetika Seni Rupa Indonesia, Sebuah Jalan Putar

Oleh Stanislaus Yangni Pengantar Mengamati pergerakan seni rupa Indonesia1 kini, dengan beragam kemunculan karya-karya yang “menghebohkan,” atau kontemporer istilah trennya kira-kira di hampir satu dekade terakhir, ada dua kegelisahan yang menimpa saya, yaitu di ranah pemikiran (estetika dan kajian) dan di ranah berkesenian (seniman dan penciptaan). Tanpa adanya saling-kelindan yang sehat di antara keduanya, seni […]