Pos

Kebudayaan dan Konstruksi Realitas dalam Masyarakat Digital

Oleh: Intan Pusvitasari* Kebudayaan sebagai Sistem Pembentukan Pengetahuan Manusia hidup dalam realitas yang sama dengan pengalaman pemahaman yang beragam. Sebuah peristiwa dapat dianggap sebagai suatu keberhasilan oleh seseorang, ancaman oleh orang lain, maupun sesuatu yang tidak berarti bagi orang berikutnya. Perbedaan tersebut berkaitan dengan pengalaman, pengetahuan, nilai, serta kerangka penafsiran yang digunakan untuk memahami peristiwa. […]

Nyi Rantan Sari dalam Denyut Tradisi Lisan Masyarakat Brebes Selatan

Oleh: Dimas Indianto Panggung Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) beberapa waktu lalu menjadi saksi pementasan Sendratasik Duta Seni oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes. Gelaran bertajuk “Legenda Nyi Rantan Sari” tersebut berhasil menyedot perhatian khalayak lewat sajian gerak, musik, dan drama yang sarat kandungan spiritualitas lokal. Namun, sepekan seusai tirai pertunjukan […]

Fotografi Proyek: Dua Abad Penjajahan Estetika di Indonesia

Oleh: Arik S. Wartono* Jika kita jujur membaca sejarah, Indonesia tidak pernah kekurangan kamera. Yang perlu kita pertanyakan justru bagaimana kamera digunakan, pengetahuan apa yang dihasilkannya, dan sejauh mana fotografi berkembang menjadi bagian dari pemikiran kebudayaan kita sendiri. Sejak fotografi diperkenalkan di Hindia Belanda pada abad ke-19, praktik memotret telah tumbuh dalam beragam lingkungan: keraton, […]

Paradise in Tano Niha

Oleh: Jonnie Kirman* Pulau Nias dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 900.000 ribuan jiwa, dengan mayoritas penduduknya beragama Kristen, dan sebagian masyarakatnya dalah petani, buruh, dan peternak babi yang dilepas di kebun yang kadang berseliweran di jalan-jalan. Paska tsunami Aceh 2004 dan sebagian Thailand, saya sempat berkunjung kesana sebagai salah satu tenaga konsultan bangunan anti […]

Film Shawshank Redemption, Penjara Kita dan Kelas di Baliknya 

Oleh: Purnawan Andra*   Ada satu adegan dalam The Shawshank Redemption (1994) yang sederhana, tetapi penting untuk memahami film itu. Dalam frame ditampilkan para narapidana bekerja memperbaiki atap penjara di tengah panas. Andy Dufresne (yang diperankan oleh Tim Robbins) mendengar percakapan kepala sipir tentang pajak warisan, lalu menawarkan keahliannya sebagai akuntan. Sebagai imbalan, ia meminta […]

Bambu bagi Etnis Minahasa Sulawesi Utara

Oleh: Hari Suroto* Bambu bagi etnis Minahasa memiliki nilai budaya, ekonomi, dan ekologis. Terdapat enam jenis bambu yang tergolong dalam 4 marga di hutan Minahasa yaitu Dendrocalamus (Dendrocalamus asper (Schult.) Backer), Bambusa (Bambusa blumeana Schult.f. dan Bambusa vulgaris var. vulgaris Schard.), Schizostachyum (Schizostachyum brachycladum Kurz dan Schizostachyum lima (Blanco) Merr), dan Gigantochloa (Gigantochloa atter (Hassk) Kurz).  Tanaman bambu di Minahasa banyak tumbuh di tepi sungai […]

 Melihat Cara Tiongkok Membaca Buku

Oleh: Agus Dermawan T. Sejak 1995 pemerintah Indonesia menetapkan 14 September sebagai “Hari Kunjung Perpustakaan”. Hari yang amat menarik, karena akan mendorong insan Indonesia untuk berbondong masuk ke ruang buku. Meski untuk itu infrastruktur dan suprastruktur menuju buku harus disiapkan terlebih dahulu. ————- DALAM perjalanan tamasya di Provinsi Sichuan, Tiongkok, di bulan Agustus 2026, saya […]

Kultus Panda Sampai Langit ke-Tujuh

Oleh : Agus Dermawan T.* Catatan perjalanan. Dari survey wisata, mengunjungi pusat penangkaran panda, sampai ke taman patung para seniman modern dan kontemporer di mal ternama. Seni tinggi dicemplungkan ke dalam komunitas donat, guochao, es krim dan Prada. Tiongkok punya gawe memang luar biasa. ————- PADA bulan Juli 2026 satu biro travel di Jakarta mengajak […]

Trilogi Konseptual Abdul Wachid B.S.: Memetakan Sastra Pencerahan, Sastra Hikmah, dan Sastra Santri dalam Kesusastraan Indonesia

Oleh: KRHA. Prof. (HC). Dr. Dimas Indianto S.*   Pendahuluan Di tengah mekanisasi digital dan riuh-rendah algoritma yang semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari, kesusastraan religius kita masih kerap ditempatkan dalam dikotomi yang kurang produktif. Kritik sastra modern yang bertumpu pada nalar sekuler acap kali memandang curiga karya yang lahir dari pengalaman keagamaan. Karya semacam itu mudah […]

Sekolah Tanpa Seni: Ketika Imajinasi Menjadi Hak Istimewa

Oleh: Karen Hardini   Di balik riuh rendah sistem full day school, sebuah gejala laten pelan-pelan membesar. Meski jadwal sekolah sudah menyita hampir seluruh hari, para orang tua (baca: keluarga muda) justru kian gencar mencari ruang tambahan bagi buah hatinya. Selepas bel pulang, anak-anak diajak beralih ke studio seni—seni rupa misalnya, mulai dari menggambar, mewarnai, […]