Pos

Instalasi Tembikar Lingkungan

Oleh: Nurhasna Isnaini* Pada tanggal 10-12 April 2026, saya dan teman-teman mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melakukan studi ekskursi ke Banyuwangi, Jawa Timur. Studi ekskursi dilakukan di Taman Gandrung Terakota yang menjadi bagian dari Jiwa Jawa Resort. Dimiliki oleh bapak Sigit Pramono yang juga menjadi dosen pengampu mata kuliah Pengelolaan Wisata Budaya selain […]

Dalí yang Mungil di Lantai 53

Oleh: Kristian S* Seni modern sering kali adalah sebuah ilusi megah yang dikelola dengan sangat rapi melalui dinding-dinding putih museum. Ia mematri kanon di kepala kita, mendikte apa yang agung dan apa yang banal, melalui buku-buku teks sejarah yang ditulis oleh tangan-tangan Barat. Namun, ilusi itu menuntut untuk diuji secara fisik. Perjalanan saya untuk menguji […]

Ode to My Friend: Privilege itu Bernama Teman

Oleh : Abad Akbar* قَالَ الشَّاعِرُ فِي الخَّلِّ إِنْ قَلَّ مَالِيْ فَلَا خِلٌّ يُصَاحِبُنِيْ # إِنْ زَادَ مَالِيْ فَكُلُّ النَّاسِ خُلَّانِيْ فَكَمْ عَدُوٍّ لِأَجْلِ الْمَالِ صَاحَبَنِيْ # وَكَمْ صَدِيْقٍ لِفَقْدِ الْمَالِ عَادَانِيْ Berkatalah seorang penyair tentang pertemanan: “Jika sedikit hartaku maka tidak ada yang ingin menjadi sahabatku, dan apabila hartaku bertambah maka semua orang seolah-olah […]

Tubuh yang Cair dalam Persimpangan Budaya

Oleh: Brusheila Devi Proboyasti* Kritik atas “Bedhaya Hagoromo” dalam Indonesian Dance Festival 2024 Pada 2 November 2024, rangkaian Indonesian Dance Festival (IDF) 2024 resmi dibuka di Jakarta. Festival dua tahunan yang telah lama menjelma menjadi ruang penting bagi perkembangan tari kontemporer, baik di kancah nasional maupun internasional, pada festival tersebut mengusung tema “Liquid Ranah”. Tema […]

The Scarlet Letter dan Kultur Kuasa Kita

Oleh : Purnawan Andra* Film, kita tahu, tidak hanya bercerita, tetapi juga membuka cara kita melihat dunia. The Scarlet Letter versi Roland Joffé adalah salah satunya. Film tahun 1995 yang dibintangi Demi Moore sebagai Hester Prynne dan Gary Oldman sebagai Reverend Arthur Dimmesdale ini diadaptasi secara longgar dari novel klasik terbitan tahun 1850 karya Nathaniel […]

Kehangatan Rumah Jawa Kolonial dan Kopi Dingin

Oleh Lutfi Priambodo* Perjalanan menuju ruang dimensi waktu dan sejarah, membawa kehangatan di setiap sudut dan detailnya, warna yang dominan putih dan tiang tiang penyangga atau orang jawa menyebutnya sebagai “Saka” memberikan nuansa pengingat suatu era. Tertulis 1890 di suatu Rumah bergaya  Kolonial memberikan jawaban atas ingatan masa lalu bawa sejarah pernah terbentuk dan menjadi […]

Dari Jalanan ke Galeri: Membaca Pameran “Tidak Ada Makan Siang Hari Ini”

Oleh Saptaria An-Nisa Nirwikara* Street Art dan Ruang Publik Seni jalanan atau street art merupakan salah satu praktik seni yang ekosistemnya masih bertahan hingga sekarang. Praktik ini terus menarik perhatian anak muda dan telah lama digunakan sebagai medium untuk menyampaikan pesan maupun kritik. Street art tumbuh di ruang publik dan berinteraksi langsung dengan lingkungan kota […]

Kafka Memancing di Lombok

 Oleh Sigit Susanto*   “Bapak ini, bantulah ibu di dapur, cuci piring, cuci baju, ngepel. Ini kerjaannya mancing-mancing terus,” ucap Wiwit. “Tuung, tuuung, tuuung, tuuung, tuuung, tung, tung,” bunyi gendang-beleg yang diimitasi Reza menjadi musik pengiring pentas wayang. Begitulah sepotong kisah pagelaran superpendek yang dimainkan dalang Wiwit dan penabuh musik Reza. Pada sesi tanya jawab […]

Bumifilia Strategis: Mengadopsi Budaya Bunker Perang Iran Menuju Komunalisme Bawah Tanah ala Budaya Indonesia

Oleh Mochammad Sulton Sahara*   Di kedalaman 80 meter Pegunungan Zagros, fasilitas nuklir Fordow Iran bukan hanya lolos dari serangan hipersonik dan bom bunker buster; ia mengirim pesan sederhana tapi tegas: hidup di bawah tanah bisa menjadi bentuk kedaulatan. Dari sana lahir gagasan bumifilia strategis, kecintaan, atau setidaknya kenyamanan, pada ruang bawah tanah sebagai bagian wajar […]

Hegemoni Bahasa: 4×4=16

Oleh Kim Young Soo*   Kita selalu membicarakan hegemoni sesuatu bahasa terhadap bahasa lain, seperti hegemoni bahasa Inggris terhadap bahasa Indonesia. Namun begitu, kita belum pernah membicarakan hegemoni “bahasa gaul”, yang dipenuhi oleh singkatan yang hanya dipahami oleh orang tertentu, terhadap bahasa yang lain. Saya membincangkan perkara tersebut dengan rujukan khusus terhadap masyarakat dan masyarakat Indonesia. Apakah […]