Pos

Khotbah Nasirun

Oleh: Agus Dermawan T. Nasirun, kelahiran Cilacap, Jawa Barat, 1965, wafat pada 1 Agustus 2026 di Yogyakarta. Perupa amat terkenal ini memberangkatkan karyanya dari dua tradisi yang diturunkan orang tuanya. Ibunya, Supiyah, wanita berlatar Sunda Wiwitan. Ayahnya, Samrustam, orang Jawa yang meniti tradisi dengan kedalaman. Nasirun banyak mewariskan rupa seni dan cerita kehidupan. ————- SAYA […]

Obituari: Warisan Nasirun

Oleh Doddi Ahmad Fauji* “Hari Jumat, 31 Juli 2026, dari jam 09.30 sampai 11. 45 WIB, saya (sudah janjian) ngobrol dengan Nasirun di rumahnya yang indah. Dia bilang memang semalam (Kamis malam) ia ke RS Panti Rapih, karena beberapa hari belakangan terasa sesak dan perut tidak nyaman. Dokter bilang Nasirun kena asam lambung. Hari itu […]

Lelaki yang Melukis Jendela Telah Melesat Pergi Selamanya

Oleh: Indro Suprobo* Mengenang Genthong HSA Aku wis sepuluh dina nang Rumah Sakit. Wis diperiksa sumsum tulange. Embuh hasile durung ngerti. Dokter isih ragu-ragu, aku iki kena kanker sumsum tulang belakang apa kena kanker tulang. Pancen kuesel lan bosen nang Rumah Sakit, ning kepriye maneh. Jantungku wis suwe bocor. Dadi sak ngertiku, saiki iki wis […]

Meraba Cahaya di Balik Gelap: Refleksi Spiritualitas dalam Puisi Restu Kurniawan

Oleh: Abdul Wachid B.S.* Puisi adalah ruang perjumpaan antara bahasa, pengalaman, dan perenungan batin. Dalam buku kumpulan sajak Kembali Puisi (Cirebon: Penerbit LovRinz, 2025) karya Restu Kurniawan, perjumpaan ini mengambil bentuk yang khas: lirih, personal, namun menyimpan ketegangan antara kerinduan akan cahaya dan kenyataan akan gelap. Dari “Parodia Anak Jalan” hingga “Sebelum Doa”, penyair mengajak […]

Esai: Kata Kerja

Oleh: Hudan Hidayat* 1 Apa, yang diarungi aku dalam The Life And Opinions Tristram Shandy? “I wish either my father or my mother”, katanya, “or indeed both of them, as they were in duty both equally bound to it, had minded what they were about when they begot me; had they duly consider’d how much […]

Di Desa Tambi Puspasari Mancari Diri

Oleh: Supali Kasim* Pencarian apa bagi penari Ni Kadek Yulia Puspasari di Desa Tambi? Awalnya ia menunjukkan gerak tari Pendet. Hanya berbusana biasa, bukan busana tari Bali. Gamelan yang mengiringi juga berasal dari audio sederhana, tetapi menggema. Puspasari seakan-akan menunjukkan perjalanan awalnya memang berakar dari Bali. Tetapi, di sini, terlihat sekali ia tidak mengabarkan sebagai […]

Batobo: Ketika Piala Dunia Menjelma Menjadi Warisan Budaya Hidup di Ternate dan Tidore

Oleh: Asfarinal* Setiap empat tahun sekali, dunia berhenti sejenak untuk menyaksikan Piala Dunia. Jutaan manusia larut dalam kegembiraan, ketegangan, dan harapan yang menyatukan berbagai bangsa melalui sepak bola. Namun, di Provinsi Maluku Utara, khususnya kota Ternate dan kota Tidore, Piala Dunia menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar pertandingan. Ia telah bertransformasi menjadi ruang ekspresi budaya […]

Masyarakat Urban dan Gema Kreativitas Pengarang Muda

Oleh: M. Rifdal Ais Annafis* Dengan sedikit terpukau, saya ingat betul apa yang digambarkan Goenawan ketika ia memutuskan menjadi penyair: Ia tekun membaca dan berkenalan dengan buku tipis Tifa Penyair dan Daerahnya, milik H.B. Jassin, seorang kritikus sastra yang teguh dan berpengaruh. Di buku tersebut, untuk memasuki gelanggang sastra, setidaknya seorang penyair perlu menguasai tiga […]

Dari Buih Konsumerisme ke Etika Cukup: Kebudayaan Rendah Karbon dalam Bayang-Bayang Kapitalisme

Oleh: Mochammad Sulton Sahara Bumi tidak meminta kita menjadi sempurna; ia hanya memohon agar kita belajar cukup. Objek Resensi Fokus Judul Buku The Political Economy of Low Carbon Transformation: Breaking the Habits of Capitalism Penulis Harold Wilhite Penerbit Routledge / earthscan from Routledge Tahun Terbit 2016 Tempat Terbit New York dan London Jumlah Halaman 129 […]

Puisi-puisi Sindu Putra

BATU tak ada batu dalam puisi penyair ND bahkan batu Sisyphus dari gunung Olympus batu untuk menyimpan jejak telapak kaki batu untuk menyembunyikan sidik telapak tangan batu bagaimana bicara padamu perihal nisan, lingga-yoni, yupa batu tanda lahir. batu doa. batu kubur hamparan tanah. tempat mendaki. paparan ke inti bumi tak ada batu dalam puisi penyair […]