Pos

Tubuh Buruh Pemetik Teh dan Sejarah yang Ditanam

Oleh : Selvi Agnesia Pertunjukan tari Akar Emas Hijau, mengangkat sejarah teh dalam konteks kolonialisme yang beririsan dengan sistem kapitalisme. Disampaikan lewat gestur tubuh-tubuh keseharian buruh pemetik teh yang didisiplinkan. Pencarian “Ketubuhan dan akar diri” adalah dua pondasi utama yang digunakan Ela Mutiara, koreografer asal Sukabumi-Jawa Barat sebagai landasan berkarya. Setelah sejak 2020, ia mengeksplorasi […]

Petualangan Anak Kampung di Halaman Majalah-majalah

Oleh: Hikmat Darmawan*   Bagian 1: Majalah Hai dan Expo Benyamin boleh aje punya “wajah kampung, rejeki kota”. Saya sepanjang masa kanak hingga remaja merasa sebagai anak kampung di kota. Belakangan saya tahu, oh, rupanya memang ada konsep dalam kajian urbanisme bernama “kampung-kota”. Berarti, saya anak kampung-kota tulen, sejak kepindahan keluarga saya dari Bandung ke […]

Komodifikasi Kue-Ku Lasem dalam Arus Ekonomi Kreatif

Oleh: Favio Soares Pinto*  Pelestarian tradisi yang termanifestasi dalam memori leluhur, penyesuaian terhadap lingkungan baru yang diwujudkan melalui adaptasi lokal, serta perubahan orientasi menuju nilai komersial yang tercermin dalam ekonomi kreatif. Mbak Agni menjelaskan makna filosofis dan fungsi sosial kue-ku di Lasen. Kue-ku tidak dapat dipahami sekadar sebagai kuliner biasa. Berdasarkan pembacaan terhadap berbagai wawancara, […]

Puisi-puisi Irna Novia Damayanti

Perkenalan perkenalkan namaku puisi yang dilahirkan dari kasih sayang ilahi mataku masih berwarna kasih sayang ibu dan doa-doa para guru jika ada kebaikan dalam hidupku berarti doa dan kasih sayang serupa musim kembang menebar aroma kebaikan namun jika ada luka berarti lisanku sedang terbata kehilangan cahaya dalam menjelaskan diriku siapa Karangtengah, 2022 Sebelum Sholat Re, […]

Up in the Air dan Negara di Ruang Transit

Oleh: Purnawan Andra* Ada sesuatu yang menarik ketika publik memperdebatkan frekuensi perjalanan luar negeri seorang presiden. Sebagian orang menganggapnya sebagai bagian wajar dari diplomasi. Sebagian lain melihatnya sebagai tanda bahwa pemimpin lebih sibuk mengurus dunia daripada mengurus rumah sendiri. Perdebatan semacam ini hampir selalu berakhir pada hitung-hitungan teknis: berapa kali berangkat, berapa negara yang dikunjungi, […]

Puisi-puisi H.Mar

Surat Kepada Akar – dari aku yang belum selesai menjadi tanah wahai akar, ajarkan aku menjadi tabah tanpa harus kuat, menjadi alam tanpa harus nampak. di matamu yang buta, aku ingin jadi luka yang menumbuhkan pohon. jika nanti aku pergi, biarlah namaku tidak ditulis di batu cukup kau simpan di antara simpulmu yang terus mengakar […]

Bayang Bayang Keraton Pada Denyut Pasar Kanoman

Oleh: Bambang Supriadi* Pagi belum sepenuhnya terang ketika Pasar Kanoman mulai dipenuhi suara. Bunyi mobil, sepeda motor yang datang dan pergi, percakapan para pedagang yang saling bersahutan, suara roda gerobak yang bergesekan dengan lantai pasar, serta aroma masakan yang perlahan memenuhi udara menjadi penanda bahwa hari baru telah dimulai. Di antara keramaian itu, orang-orang bergerak […]

Ondel-Ondel di Ruang Publik Jakarta: Budaya Visual, Pertunjukan Jalanan, dan Negosiasi Budaya

Oleh: Cerman Simamora* Abstrak Artikel ini mengkaji ondel-ondel sebagai fenomena budaya visual di ruang publik Jakarta. Fokus utama artikel bukan hanya pada perubahan fungsi ondel-ondel dari praktik ritual menuju pertunjukan jalanan, tetapi pada bagaimana makna visual ondel-ondel dinegosiasikan melalui ruang, tubuh, media, ekonomi informal, dan kebijakan kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan karakter […]

Mengukur Kemabruran Haji: Merintis Jalan Menuju Kesalehan Sosial

Oleh: Prof Dr Fauzi M.Ag* Pada musim haji 2026M/1447H ini, jamaah haji Indonesia berjumlah 221.000 jamaah yang terdiri dari 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. Mereka saat ini telah melaksanakan inti haji yaitu wukuf di Arofah, dan tengah melanjutkan menyelesaikan rangkaian rukun dan wajib haji. Seluruh rangkaian ibadah yang dijalankan bertujuan pada […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA MOH LIMO SUNAN AMPEL malam turun di bandar Surabaya seperti kain hitam yang lama direndam keringat pelaut dan asap dapur pelabuhan kapal-kapal asing merapat membawa lada membawa besi membawa bahasa membawa nafsu yang berbau garam dan kulit basah lampu minyak gemetar di warung-warung pelabuhan uap tuak naik dari tempayan tanah melekat di balok kayu […]