Pos

Losarium: Licentia Poetica untuk Menciptakan Jejak Terbuka

Oleh: Indro Suprobo* Write, form a rhizome, increase your territory by deterritorialization, extend the line of flights to the point where it become an abstract machine covering the entire plane of consistency Gilles Deleuze & Felix Guattari Kutipan pernyataan Gilles Deeuze dan Guattari ini merupakan ajakan dan tantangan bagi setiap orang untuk senantiasa menjalani proses […]

Membersihkan Noda Noda: Tubuh Perempuan, Keterdesakan dalam The Cleaning Lady

Oleh: Bambang Supriadi * The Cleaning Lady, sumber IMP Awards Serial The Cleaning Lady merupakan serial drama kriminal yang pertama kali tayang pada tahun 2022, dikembangkan oleh Miranda Kwok sebagai adaptasi dari serial Argentina–Kamboja La Chica Que Limpia. Produksi serial ini Warner Bros. Television dan Fox Entertainment ini penayangan perdana di jaringan FOX serta distribusi […]

Wayang Kulit Gedog di Malam Suro Keraton Yogyakarta, Sebuah Amatan

Oleh: Abimanyu Putra Pratama* Selasa malam (16/6/2026), tepat pukul 19.25 WIB, suasana lorong di sebelah timur Sasana Hinggil Dwi Abad menuju Kagungan Dalem Kamandungan Kidul, Karaton Yogyakarta, tampak lengang. Hembusan angin malam yang membawa aroma harum melati dan dupa menghantar langkah para pengunjung memasuki regol menuju ruang lapang dengan bangunan joglo di tengahnya. Tepat pada […]

Degradasi Topeng Malang: Catatan dari Rumah-Rumah yang Pelan-Pelan Sepi

Oleh: Muhammad Nasai* Ketika Saya Mengira Topeng Malang Hanya Ada di Pakisaji Ada masa ketika saya sungguh percaya bahwa Topeng Malang hanya hidup di satu tempat. Keyakinan itu bukan lahir dari kesimpulan ilmiah, bukan pula dari penelitian panjang, melainkan dari jalur yang sederhana dan umum terjadi: informasi yang tersedia. Apa yang paling sering disebut, paling […]

Sapardi dan Ikhtiar Menjadi Manusia 

Oleh: Purnawan Andra* Ada pertanyaan menarik yang mungkin jarang kita ajukan. Mengapa puisi-puisi Sapardi Djoko Damono terus menemukan pembacanya di tengah Indonesia yang berubah begitu cepat? Padahal, dunia yang dihadapi generasi sekarang sangat berbeda dengan dunia ketika puisi-puisi itu lahir. Media sosial mengubah cara manusia berkomunikasi. Teknologi digital mengubah cara manusia bekerja. Politik dan ekonomi […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA SULUK ABDUL JALIL pasar hampir selesai siang matahari tergantung di atas pohon asam debu jalan masih menempel pada kaki orang-orang yang pulang membawa garam cabai dan beras seekor anjing tidur di bawah gerobak kosong lalat berputar di kulit nangka yang terbelah tidak ada yang aneh semua berjalan seperti biasanya namun di tengah hiruk itu […]

Retreat Meditasi & Pelatihan Samanera

*🪷Retreat Meditasi & Pelatihan Samanera*🪷 Dibimbing langsung oleh : SAYADAW U KUṆḌADHĀNA Sayadaw ditahbiskan pada tahun 1991 oleh Pa-Auk Sayadawgyi.Saat ini telah membabarkan dhamma dan mengajarkan meditasi di berbagai negara seperti Malaysia, Macao, Singapore, Amerika, Kanada, Jepang, Sri lanka, China, Hongkong, Inggris, Indonesia, Thailand, dan Vietnam, Taiwan. Akan di adakan pada tanggal : 01 July […]

Napas Jiwa Nagekeo: Eternitas Jejak Budaya

Oleh: Bambang Supriadi  Dalam semesta spiritual masyarakat adat Nagekeo di Flores, Nusa Tenggara Timur, masa lalu tidak pernah benar-benar terkubur. Ia tidak pernah menjelma menjadi sekadar artefak mati atau narasi usang yang semata hanya ditulis dalam buku atau jurnal serta dipajang di etalase museum. Masa lalu yang konon diwakili oleh kehadiran roh para leluhur tetap […]

Hollywoodisme: Kekuatan Narasi dan Estetika yang Melumpuhkan

Oleh: Bambang Supriadi Di tengah lanskap geopolitik yang terus berubah, peperangan modern tidak lagi hanya berfokus pada kekuatan kinetik di medan laga, melainkan telah bergeser menjadi perjuangan untuk memenangkan imajinasi dan loyalitas publik. Dalam konteks Iran, fenomena ini dimanifestasikan melalui diskursus yang dikenal sebagai ‘Hollywoodisme’. Istilah ini bukan sekadar kritik narasi dan estetika terhadap industri […]

Teater sebagai Infrastruktur Rasa: Membaca Proposal Kota: Mimpi adalah Mimpi sebagai Pesta Rakyat Urban

Oleh: Eko Yuds* Proposal Kota: Mimpi adalah Mimpi tidak berhenti sebagai pertunjukan teater. Karya ini bergerak lebih jauh menjadi peristiwa warga, ruang percakapan, arena sosial, dan pesta rakyat urban. Karya ini terbaca dari pengalaman langsung di tengah kerumunan, ketika panggung, warga, hujan, pedagang, dan percakapan melebur menjadi satu peristiwa kebudayaan. Teater dalam peristiwa ini tidak hanya […]