Pos

Persepsi Ekologi Olafur Eliasson

Oleh Nurhasna Isnaini* Pameran bertajuk “Your Curious Journey” oleh seniman asal Islandia-Denmark, Olafur Eliasson, yang diselenggarakan di Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) mulai 29 November 2025 hingga 12 April 2026 ini mengajak kita untuk merasakan sensasi rasa penasaran ketika melangkah masuk ke dalamnya. Sejak memasuki ruang pamer, saya disambut oleh “Adrift Compass” […]

Dari Akal ke Kanvas: Cerita dibalik Fantasi Lully Tutus dalam Karyanya

Oleh Arramadhan Abad Akbar Muhammad*   Setiap peristiwa seni, terutama pameran, selalu menyisakan momen yang ingin dikenang, baik oleh seniman maupun oleh publik yang hadir. Dalam konteks ini, pembukaan Visual Art Solo Exhibition bertajuk “My Exhibition is Very Serious” oleh Lully Tutus di Grand Hotel by Ambarrukmo menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah peristiwa seni […]

Komunitas Tamil dalam Kemajemukan Masyarakat di Sumatra Utara

Oleh Zulkifli B. Lubis*   Seminar Nasional Kebudayaan Etnis India Tamil di Sumatera Utara, PUSSIS-UNIMED, Medan, 28 Mei 2009 Pengantar Komunitas India Tamil telah hadir dan menjadi bagian signifikan dalam perkembangan kebudayaan Nusantara sejak beberapa abad silam, terutama di sebagian masyarakat Pulau Sumatera. Interaksi panjang mereka dengan komunitas lokal telah membuka beragam kemungkinan kajian—dari aspek […]

Ruang Tamu Lebaran: Museum Kecil Konsumerisme Religius

Oleh Prof. Dr. Kasiyan* Lebaran datang seperti bianglala yang berputar pelan di langit batin—membawa kita pulang, bukan hanya ke kampung halaman, tetapi ke suatu harapan tentang kesucian. Ada yang bergerak dalam diri: sesuatu yang ingin kembali jernih, seperti air sebelum disentuh tangan. Kita menyebutnya fitrah, seolah ia sebuah tempat, padahal ia mungkin hanya arah—arah pulang […]

Mendaras Puisi Abdul Kadir Ibrahim: dari Penghayatan Personal, ke Spiritualitas, Sampai ke Kritik Sosial

Oleh Syaifuddin Gani* Puisi menjadi jalan bagi penyair, mengutarakan perasaan terdalamnya secara personal, spiritualitas, maupun kritiknya pada realitas sosial. Penyair sebagai manusia, memiliki hasrat dan harapan yang ia suarakan melalui kata-kata, bahasa. Akan tetapi, penyair tidak sekadar mengutarakannya dengan bahasa yang lugas, sebagaiamana manusia umumnya jika berkeluh-kesah. Penyair akan menggunakan kendaraan imajinasi, menuangkan kegelisahan agar […]

Hatsune Miku, Idola Virtual dalam Era Metamodern, Sebuah Refleksi

Oleh Muhammad Three Artois Estuari* Hatsune Miku merupakan sebuah fenomena budaya global yang mucul pada tahun 2007 dan mengalami puncak popularitasnya pada 2009 hingga 2012, yang unik disini adalah Miku bukan bukan seorang manusia tetapi ia adalah karakter Virtual yang merupakan “wajah” dari teknologi Vocaloid yang dimiliki Yamaha Corporation, dikembangkan dan dipopulerkan oleh Crypton Future […]

Yang Tak Terlihat, Bukan Tak Bernilai

Kritik atas Kasus Videografer Amsal Christy Sitepu   Oleh Salsabilla Putri* Informasi dalam media sosial sekarang begitu kilat sampai kepada setiap penggunanya. Video-video dan foto-foto diikuti caption menjadi konsumsi hampir setiap hari, tidak mengenal waktu dan tempat. Bahkan tidak hanya sebagai konsumsi, ini juga menjadi ladang pekerja kreatif di dalamnya. Hal ini bergantung pada bagaimana […]

Antara Kurasi dan Kebijakan: Museum Tekstil Jakarta dalam Ekosistem Seni dan Industri Kreatif Fesyen

Oleh Windry Ilhamsyah* Suatu siang di Kawasan Tanah Abang, langkah saya memasuki halaman Museum Tekstil Jakarta dengan membawa satu asumsi sederhana tentang museum sebagai ruang sunyi yang menyimpan masa lalu. Asumsi itu tidak bertahan lama karena ruang yang saya hadapi justru menghadirkan pengalaman yang lebih kompleks. Pepohonan rindang menaungi halaman yang luas, sementara berdiri kokoh […]

Jejak Mimpi Satu Abad Lalu: 5 Refleksi Radikal dari Manifesto Jong Sumatranen Bond (1917-1922)

Oleh Shohibul Anshor Siregar* Dokumen yang dibahas dalam ini adalah edisi peringatan lima tahun organisasi pemuda Jong Sumatranen Bond yang diterbitkan antara tahun 1917 hingga 1922. Sumber ini memuat berbagai artikel dari tokoh intelektual, termasuk Dr. B. Schrieke dan Mohammad Hatta, yang membahas gagasan mengenai nasionalisme dan persatuan di Sumatra. Penulis dalam teks ini mengevaluasi […]

Dari Pusat ke Pinggiran: Migrasi Ruang dalam Pasar Kangen Yogyakarta

Ruang yang Berpindah, Makna yang Bergerak   Oleh Ardian Mulyo Jati*   Di Yogyakarta, masa lalu tidak pernah benar-benar pergi, hanya berpindah tempat. Pada momen tertentu, muncul kembali, dikemas, ditata, lalu diadakan sebagai pengalaman yang bisa dinikmati bersama. Pasar Kangen adalah salah satu panggungnya: ruang sementara di mana ingatan dipanggil pulang, tetapi sekaligus dinegosiasikan ulang.  Di […]