Pos

Mengenang Van Hoevell dan Gerakan 22 Mei 1848

Oleh Imran Hasibuan Max Havelaar, maha karya Eduard Douwes Dekker alias Multatuli, kita semua tahu telah menginspirasi banyak penulis dan menggerakkan berbagai peristiwa penting di dunia, terutama di Indonesia. Tapi, tak banyak yang tahu bahwa salah satu sumber inspirasi Douwes Dekker adalah  W.R. van Hoëvell (1812-1879).  Jauh sebelum politik etis digaungkan di awal abad 20, […]

Akar Budaya Masa Lalu Sebagai Identitas Komunitas ASEAN

Oleh Hari Suroto Asia Tenggara secara geografis terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan. Wilayah daratan meliputi Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja dan Vietnam, sedangkan untuk daerah kepulauan yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Timor Leste dan Filipina. Berdasarkan literatur yang ada, terdapat beberapa istilah dalam penyebutan wilayah Asia Tenggara. Cina dan Jepang menganggap kawasan Asia Tenggara sebagai daerah selatan (Nanyang atau Lands […]

Bukan Takdir (Kisah Pencitraan Orang Tionghoa di Nusantara)

  Penulis : Dr. Widjajanti Wediarini Dharmowijono xxii+664 halaman: 15cm x 23 cm ISBN: 978-602-258-594-7 Penerbit Ombak   “Dengan diterbitkannya versi Indonesia dari disertasinya tahun 2009, Van koelies, klontongs en kapiteins; het beeld van de Chinezen in Indisch-Nederlands literair proza 1880–1950, akhirnya Dr. Widjajanti Wediarini Dharmowijono mencapai pembaca yang dituju: saudara-saudaranya masyarakat Indonesia.”  – Prof. Em. Bert Paasman   […]

Prawoto, Maruto,Tambunan dan lain lain: Kisah Sebuah Integritas

Oleh Imran Hasibuan Dalam kesederhanaan di usia republik yang masih sangat muda, integritas bersinar terang dalam parlemen Indonesia, institusi politik utama. Sinar integritas itu memancar dari sikap dan tindakan para politisi parlemen masa itu. Salah satunya adalah Prawoto Mangkusasmito, seorang politisi terkemuka Masjumi. “Siapa takut hidup melarat, ia gampang lupa daratan”. Itulah ucapan yang kerap […]

Renaisans Di Tano Batak: Dari Sekolah Tanobato Dan Seterusnya….

Oleh Imran Hasibuan Awal tahun 1842. Eduard Douwes Dekker, berusia 22 tahun, tiba di Padang. Pemuda Belanda ini datang dari Batavia, tempat dimana ia bekerja sebagai pegawai di di Algemene Regenkamer (Dewan Pengawas Keuangan), dan sedang mengalami depresi karena patah hati. Oleh Gubernur Sumatra Barat, Kolonel Andreas Victor Michiels, Eduard ditugaskan sebagai kontrolir di Natal– […]