Menjadi Penyair Badai: Anatomi Sastra Vivere Pericoloso
Oleh Gus Nas Jogja* Secara etimologis dan historis, Bung Karno mempopulerkan frasa ini dari bahasa Italia untuk menggambarkan revolusi Indonesia yang belum selesai. Namun, secara filosofis, anatomi dari vivere pericoloso berakar jauh pada pemikiran Friedrich Nietzsche tentang Amor Fati. Hidup yang berbahaya bukanlah hidup yang konyol; ia adalah hidup yang menyadari bahwa stabilitas hanyalah ilusi […]

