Pos

Ruang Tamu Lebaran: Museum Kecil Konsumerisme Religius

Oleh Prof. Dr. Kasiyan* Lebaran datang seperti bianglala yang berputar pelan di langit batin—membawa kita pulang, bukan hanya ke kampung halaman, tetapi ke suatu harapan tentang kesucian. Ada yang bergerak dalam diri: sesuatu yang ingin kembali jernih, seperti air sebelum disentuh tangan. Kita menyebutnya fitrah, seolah ia sebuah tempat, padahal ia mungkin hanya arah—arah pulang […]

Mendaras Puisi Abdul Kadir Ibrahim: dari Penghayatan Personal, ke Spiritualitas, Sampai ke Kritik Sosial

Oleh Syaifuddin Gani* Puisi menjadi jalan bagi penyair, mengutarakan perasaan terdalamnya secara personal, spiritualitas, maupun kritiknya pada realitas sosial. Penyair sebagai manusia, memiliki hasrat dan harapan yang ia suarakan melalui kata-kata, bahasa. Akan tetapi, penyair tidak sekadar mengutarakannya dengan bahasa yang lugas, sebagaiamana manusia umumnya jika berkeluh-kesah. Penyair akan menggunakan kendaraan imajinasi, menuangkan kegelisahan agar […]

Kuda Api dalam Geopolitik dan Geoekonomi

Oleh Agus Dermawan T.*   Sejak Maret 2026 lalu – mungkin sampai beberapa bulan kemudian –  Indonesia ikut memamerkan gambar perlambang “Tahun Kuda Api” karya desainer terbaik dari seluruh dunia. Sangat menarik untuk diamati. Apalagi gambar-gambar perlambang itu berhubungan erat dengan soal-soal geopolitik dan geoekonomi masa kini. ———— MUNGKIN sudah banyak yang tahu, untuk mengisi […]

Hatsune Miku, Idola Virtual dalam Era Metamodern, Sebuah Refleksi

Oleh Muhammad Three Artois Estuari* Hatsune Miku merupakan sebuah fenomena budaya global yang mucul pada tahun 2007 dan mengalami puncak popularitasnya pada 2009 hingga 2012, yang unik disini adalah Miku bukan bukan seorang manusia tetapi ia adalah karakter Virtual yang merupakan “wajah” dari teknologi Vocaloid yang dimiliki Yamaha Corporation, dikembangkan dan dipopulerkan oleh Crypton Future […]

Sinema Saku: Literasi Visual Kini

Oleh Bambang Supriadi* Dalam diskursus kebudayaan kita, istilah “literasi” sering kali masih terpenjara dalam definisi klasik: kemampuan mengeja huruf dan memahami teks. Namun, di era ketika realitas semakin banyak hadir melalui layar, kita membutuhkan definisi literasi yang lebih luas dan berdaulat. Literasi hari ini adalah kemampuan memahami, mengolah, dan yang tak kalah penting adalah memproduksi […]

Estetika Pesisir: Bedah Seni Visual dan Materialitas Kelenteng Cu An Kiong Lasem

Oleh Muh Nur Khusen* Di tepian Sungai Lasem, berdiri sebuah bangunan yang telah menyaksikan perputaran waktu selama lebih dari lima abad. Kelenteng Cu An Kiong, yang namanya berarti “Istana Ketentraman Welas Asih“, bukan sekadar artefak religi melainkan sebuah Gesamtkunstwerk atau “Karya Seni Total” di mana arsitektur, seni lukis, seni ukir, dan tata ruang menyatu dalam harmoni […]

Mendengar Film: Perayaan Suara dalam Pameran Tiga Dekade Miles Films

Oleh Mutia Tsany F.* Seberapa besar sebenarnya pengaruh musik dan suara latar dalam sebuah adegan film? Pertanyaan ini mungkin pernah muncul ketika kita mengingat kembali film yang pernah kita saksikan. Yang tersisa dalam ingatan tidak selalu hanya gambarnya. Sering kali ada pula musik yang ikut melekat. Sebuah melodi lembut yang mengiringi percakapan sunyi, dentuman ritmis […]

Galeri Seni pada Ruang Kuliner: Ketika Koleksi Pribadi Tak Lagi dinikmati Sendiri

Oleh Medya Prasari Khairunnisa* Restoran pada era  modern ini bukan hanya berperan sebagai tempat makan dan minum saja, tuntutan keunikan konsep sebuah restoran menjadi tugas tambahan bagi para pemilik agar menarik minat pengunjungnya. Mungkin di beberapa restoran memiliki ruangan khusus seperti galeri untuk diadakannya sebuah acara atau memamerkan karya-karya seni, cukup banyak yang menggunakan konsep […]

Yang Tak Terlihat, Bukan Tak Bernilai

Kritik atas Kasus Videografer Amsal Christy Sitepu   Oleh Salsabilla Putri* Informasi dalam media sosial sekarang begitu kilat sampai kepada setiap penggunanya. Video-video dan foto-foto diikuti caption menjadi konsumsi hampir setiap hari, tidak mengenal waktu dan tempat. Bahkan tidak hanya sebagai konsumsi, ini juga menjadi ladang pekerja kreatif di dalamnya. Hal ini bergantung pada bagaimana […]

Menghidupkan Kembali Rongsokan di Studio Kalahan

Oleh Ni Luh Putu Ratna Suandari* Heri Dono percaya bahwa setiap benda menyimpan energi yang belum padam. Di sebuah studio di Yogyakarta, ia membuktikannya dengan mesin-mesin tua yang dulunya hidup di rongsokan. Langkah pertama saat melewati gerbang lahan bekas rumah residensi polisi Belanda di kawasan Gamping, Sleman,  tidak sekadar membawa kita masuk ke sebuah bangunan […]