Pos

Karya Seni bukan Anak Jadah

Oleh Bambang Prihadi* “Apakah sebuah karya seni harus dihukum karena dosa penciptanya?” Istilah anak jadah atau anak haram (asal kata zadah dari bahasa Urdu) merupakan frasa yang kemudian digunakan sebagai stigma sosial dalam kehidupan masyarakat, yang dilekatkan pada anak dari hasil hubungan terlarang kedua orang tuanya. Namun, dalam ajaran Islam—bahkan agama samawi lainnya—tidak dikenal istilah anak haram. Keyakinan ini berangkat dari […]

Muatan Makna Dari Karya Seni

 Oleh. Mudji Sutrisno SJ.* Membaca karya seni entah itu sastra, seni rupa lukisan atau bangunan candi, mengandaikan si pembaca dalam mengapresiasi karya itu, belajar menangkap maksud pengarang atau senimannya. Di barat, sekolah ini sebagai isme, menyebut diri sebagai ‘intensionalisme’. Mereka berpendapat bahwa makna sebuah karya itu ada pada intensi, maksud atau apa yang ingin disampaikan […]

Kompetisi Seni Lukis: Mencoba Bangkit di Ujung Pandemi

Oleh Agus Dermawan T. Dari Pasuruan, Jawa Timur, Badrie melaju ke Bandung. Sampai di Pemalang mobilnya mogok. Onderdilnya harus diganti, sehingga memerlukan beberapa jam untuk perbaikan. Padahal ia ingin segera sampai tujuan. Karena pada esoknya, Minggu, ia harus sudah terlibat dalam kompetisi seni lukis. Akhirnya perjalanan 820 kilometer itu berhasil dituntaskan, walau harus dalam tempo […]

Si Gurita: Dan Setelahnya

Oleh Nirwan Dewanto —untuk Ketut Putrayasa Jika saya mencoba masuk ke dalam pikiran bung, jika saya menyatukan irama langkah saya yang lambat dengan langkah bung yang cepat, jika saya terheran-heran kenapa bung membuat sebuah “patung” gurita berukuran raksasa di Pantai Berawa, Canggu, Bali Selatan, pada bulan April lalu, maka saya berpikir tentang tiga jenis kesenian […]