Pos

Odisei Suikerfabriek Djatiroto Loemadjang:Mahakarya Kolonial Belanda di Jawa Timur

Oleh Mochammad Sulton Sahara* *  Seperti epos Goethe di tanah Jawa, Suikerfabriek Loemadjang: kehebatan besi menaklukkan liarnya hutan, menebar benih kemakmuran bagi rakyat dan negeri. Prologia: Pelukan Tropis yang Membara. Di bawah langit tropis Jawa Timur yang hijau dan lembab, di mana hutan jati menjulang gagah dan rawa-rawa menyimpan rahasia kesuburan abadi, berdirilah sebuah monumen […]

Sastra dan Kebebasan Berpikir: Dari Buku Terlarang ke Bahasa yang Merdeka

Oleh Abdul Wachid B.S.*   A. Pendahuluan “Dalam sejarah bangsa ini, kata pernah menjadi barang berbahaya. Ia bisa menggetarkan kekuasaan, tapi juga menghidupkan nurani.” Kalimat itu seolah menggambarkan masa ketika kata tak lagi sekadar sarana komunikasi, melainkan alat kuasa dan perlawanan. Dalam sejarah Indonesia modern, terutama pada masa Orde Baru, bahasa pernah mengalami nasib getir: […]

Blok M: Kebudayaan Urban Jakarta,Multikulturalisme ASEAN yang Mulai Terabaikan

Oleh Mochammad Sulton Sahara* Prologia: Malam itu, di bawah guyuran hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan tanpa ampun, saya berdiri teguh di pinggir Jalan Melawai. Payung hitam saya yang sudah compang-camping bergoyang liar melawan angin kencang, sementara lampu neon Blok M Square berkedip-kedip seperti mata lelah seorang pekerja malam yang baru pulang shift. Di depan […]

Menari di Antara Knalpot dan Hitungan Lampu Merah

Oleh Farhana Izza Zakiatus S.* Siang hari di persimpangan dekat Jogokariyan, terik matahari membuat muka terasa hangat. Bau aspal yang tersengat panas matahari memenuhi jalanan bersama debu dan asap knalpot kendaraan. Tepat di lampu merah, orang-orang berhenti dengan ekspresi dan perilaku yang cukup beragam. Ada yang pandangannya tertuju pada lampu lalu lintas seakan takut lampunya […]

Sinau Nge Jazz Sebagai Ruang Sosial dan Rhizomatik

Oleh Gutryans Purba* Perkembangan musik jazz di Indonesia pada saat ini dapat dikatakan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Jika melihat ke belakang, sejarah jazz di Indonesia pernah diwarnai oleh kehadiran tokoh-tokoh penting yang bahkan mampu menembus kancah internasional. Nama-nama seperti Bill Saragih, Jack Lesmana, dan Bubi Chen merupakan contoh musisi yang menjadi bukti perkembangan jazz […]

Museum Penataran Blitar: Meruwat, Merawat, dan Mengingat Sejarah dalam Ruang Pamer

Oleh Galih Qodry Azizi* Museum Penataran Blitar dalam kunjungan menghadirkan suasana yang tenang. Ruang pamer terasa rapi dan tertata. Deretan artefak batu berdiri kokoh di atas pedestal kayu yang kini bewarna kuning pastel. Cahaya masuk dari pintu museum dan membentuk siluet halus pada permukaan arca. Kesan awal yang muncul bukan hanya tentang melihat benda lama, […]

Tegal Metropolitan: Antara Cahaya Lampu, Panggung Seni, dan Selawé Rubuh

Oleh Lanang Setiawan* MALAM di Alun-alun Tegal pada rentang tahun 1950 hingga 1980-an selalu datang dengan cara yang sama—perlahan, namun penuh nyawa. Menjelang senja, ketika matahari luruh di ufuk barat dan langit menguning tembaga, ruang kota itu berubah menjadi panggung besar milik rakyat. Sejak dahulu, agaknya Kota Tegal memang dirancang bukan sekadar kota pelabuhan, melainkan […]

Seni Maskot Hari Raya Idul Fitri

Oleh Muh Nur Khusen* Perlu kita ketahui, bahwa kebahagiaan seseorang tidak selalu tercipta ketika kita mendapat hadiah, surprice, maupun fasilitas yang serba ada. Sering kali, kebahagiaan justru lahir dari kedamaian batin, rasa syukur, dan hubungan yang hangat dengan sesama. Kedamaian batin dan rasa syukur  dapat juga hadir ketika kita berjumpa dengan hari yang dianggap istimewa […]

Budaya sebagai Mesin Ekonomi: Provokasi Mickov & Doyle terhadap Tujuan Bernegara Indonesia

Oleh ​Mochammad Sulton Sahara* Judul : Culture, Innovation and the Economy Penulis : Biljana Mickov dan James E. Doyle (Editor) Penerbit : Routledge (Taylor & Francis Group) Cetakan : Pertama Tahun : 2018 Tebal : 172 halaman (+ index) Buku Culture, Innovation and the Economy (2018) karya Biljana Mickov dan James E. Doyle menantang paradigma ekonomi konvensional […]

Merandai Jejak Identitas Sinema Indonesia Melalui Lensa Lokalitas

Oleh Bambang Supriadi*   Diskursus mengenai identitas sinema sering kali merujuk pada karakteristik yang mapan dan diakui secara global. Sinema India, misalnya, identik dengan formula “Masala” istilah sinema India untuk film yang mencampur berbagai genre, yaitu drama, komedi, aksi, romansa, dan musik. Sinema Jepang kerap diasosiasikan dengan estetika meditatif, presisi visual seperti camera angle Tatami, […]