Pos

In Memoriam : Djoko Pekik Jungkir Balik

Oleh Agus Dermawan T. Pelukis besar Djoko Pekik telah berpulang pada 12 Agustus 2023 lalu dalam usia 86 tahun. Puluhan gambar puitis diwariskan. Ratusan lukisan prosais dipersembahkan. Dari karya-karya itu tidak sedikit cerita-cerita dramatis serta merta terlahirkan.  Djoko Pekik, kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah, aktif melukis sejak masuk Akademi Seni Rupa Indonesia di Yogyakarta. Dan namanya […]

Djoko Pekik, Trilogi Celeng, dan Runtuhnya Rezim Soeharto

Oleh Bambang Bujono* (Majalah D&R 8-14 November 1999) Seniman itu harus tahu kemarin, sekarang, dan akan datang… Ini bukan meramal, tapi kan (kita) tahu kelakuan-kelakuan sejarah… (Djoko Pekik) DJOKO Pekik muncul dari protes. Ketika dipersiapkan pameran kebudayaan Indonesia di Amerika yang disebut KIAS, di tahun 1989, beberapa kurator. termasuk dua dari Amerika Serikat, menilai karya-karya […]

Unan-unan Desa Ngadas

Oleh Muhammad Nasai* Masyarakat Ngadas, Kawasan Tengger Semeru merupakan masyarakat yang sangat teguh dalam menjaga kearifan lokal, adat istiadat di desanya. Terlebih pada ritual-ritual keagamaan, selain itu masyarakat Ngadas sampai hari ini juga masih rutin menyelenggarakan ritual Unan-unan. Sebuah ritual “nglenggahaken kolo (waktu)”, sebuah ritual yang sangat berkaitan dengan penanggalan untuk masa tanam.  Tepat pada […]

Konsep Kerja Putu Wijaya Teror Mental & Bertolak Dari yang Ada

Oleh: Jose Rizal Manua   Di awal Agustus 1975, mulai dari larut malam hingga fajar merekah saya sangat tertarik menyaksikan latihan Teater Mandiri di Teater Halaman- Taman Ismail Marzuki, Jakarta, yang dipimpin oleh Putu Wijaya, setelah tinggal di masyarakat komunal Ittoen selama 7 bulan (1973). Latihan yang dilakukan oleh Putu dengan beberapa anggota Teater Mandiri […]

Miguel de Unamuno: Tuturan tentang Kabut Penderitaan Eksistensial

Oleh: Tony Doludea*   Melalui novel Mist (Spanyol: Niebla) (1914), Miguel de Unamuno mengungkap penderitaan filosofisnya. Unamuno menggunakan dunia tuturan khayali itu sebagai alat untuk menguak eksplorasi tema-tema eksistensial hidupnya. Pagi itu Augusto Perez, seorang pemuda kaya, yang baru saja kehilangan ibunya. Sedang asyik berjalan-jalan santai di bawah naungan payung. Cuaca gerimis tipis disertai kabut. […]

Puisi-Puisi Farras Pradana

Dunia Selembar Taplak di atas meja kayu tua, dunia cuma selembar taplak merah yang di duduki stoples plastik berisi peyek dan secangkir teh yang dingin di udara malam. keremajaan tidak lagi menyambutmu dengan banyolan tua hinggap di ternit-ternit coklat berkerak dan kelaparan. seorang manusia dengan jantungnya yang terbagi antara pulang dan pergi, duduk memegangi sobekan […]

Tolak Bala ala Yusran: Ulasan atas Buku Puisi Hizib Perjalanan karya Yusran Arifin

Oleh: Nizar Machyuzaar*   Setiap keberangkatan aku selalu gelagapan Meski perbekalan, doa serta surat identitas kulengkapkan (Sumber: puisi “Di Kereta”, hal. 9)   Kata hizib dapat dibatasi sebagai amalan yang berisi doa-doa (mustajab) peninggalan Nabi Muhammad yang mensyaratkan cara dan waktu tertentu dengan bimbingan seorang guru atau mursyid. Sementara kata perjalanan, dapat dibatasi sebagai hal […]

Iwan Fals, Cok Rampal, dan Kerbau Suci Cikal

Oleh Ria Satriana Budi TULUS Setio alias Cok Rampal terperanjat. Tiba-tiba Iwan Fals mencetuskan keinginan untuk membuat album baru. Iwan ingin perupa jebolan ITB yang pernah membantunya pada 1982 bermain banjo dan mandolin di album Opini itu terlibat. Padahal, saat 1991 itu, Iwan baru menuntaskan rekaman album SWAMI II, dengan Hio sebagai tembang jagoan. SWAMI […]

Jagad Gêndèr Gumêlar: Wahyu Thoyyib Pambayun “On Stage”

Pada hari Rabu tanggal 12 Juli mendatang, Studio Plesungan akan kembali mempersembahkan salah satu program unggulan mereka yakni On Stage, dengan mendatangkan narasumber seorang komponis dan juga akademisi bernama Wahyu Thoyyib Pambayun. On Stage kali ini mengusung sebuah tema yang bertajuk “Jagad Gêndèr Gumêlar”.  Kata “gêndèr” sendiri diambil dari nama salah satu instrumen gamelan, yang […]

Koreografi yang Sehari-Hari dan Laku Keseharian yang Koreografis

Oleh Lestari Teater Black Box Salihara seperti biasa begitu hening dan temaram. Kursi penonton sudah hampir penuh, tetapi gelap masih membentang di panggung. Perlahan, satu sorot cahaya menghujani pojok kiri panggung. Semakin terang sorot lampu, semakin terlihat sepetak kotak berwarna putih di pojok kiri panggung. Lampu sorot dari arah berlawanan juga ikut menerangi barisan itu. […]