Pos

Nyi Rantan Sari dalam Denyut Tradisi Lisan Masyarakat Brebes Selatan

Oleh: Dimas Indianto Panggung Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) beberapa waktu lalu menjadi saksi pementasan Sendratasik Duta Seni oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes. Gelaran bertajuk “Legenda Nyi Rantan Sari” tersebut berhasil menyedot perhatian khalayak lewat sajian gerak, musik, dan drama yang sarat kandungan spiritualitas lokal. Namun, sepekan seusai tirai pertunjukan […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

TUBUHKU MASIH MEMBUKA KITAB Tubuhku kini adalah kitab yang kubuka dengan napas.   Halaman pertama tidak bertuliskan apa-apa.   Hanya dada yang bergerak, seperti pintu yang masih mengenali tangan yang mengetuknya.   Sesuatu datang, lalu pergi, tanpa pernah mengucapkan namanya.   Darah berjalan di bawah kulit. Ke mana? Ia tidak tahu.   Atau mungkin akulah […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

AURORA Pada usia lima tahun,   seorang anak belum tahu rumah dapat kehilangan bentuk tanpa satu pun dinding runtuh.   Dunia masih dikenalnya dari hal-hal kecil:   suara mama yang dipanggilnya,   kedatangan papa yang ditunggunya,   pagi yang membuka pintu, malam yang memejamkan mata.   Lalu mama dan papa berpisah.   Orang-orang dewasa mempunyai […]

Paradise in Tano Niha

Oleh: Jonnie Kirman* Pulau Nias dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 900.000 ribuan jiwa, dengan mayoritas penduduknya beragama Kristen, dan sebagian masyarakatnya dalah petani, buruh, dan peternak babi yang dilepas di kebun yang kadang berseliweran di jalan-jalan. Paska tsunami Aceh 2004 dan sebagian Thailand, saya sempat berkunjung kesana sebagai salah satu tenaga konsultan bangunan anti […]

Film Shawshank Redemption, Penjara Kita dan Kelas di Baliknya 

Oleh: Purnawan Andra*   Ada satu adegan dalam The Shawshank Redemption (1994) yang sederhana, tetapi penting untuk memahami film itu. Dalam frame ditampilkan para narapidana bekerja memperbaiki atap penjara di tengah panas. Andy Dufresne (yang diperankan oleh Tim Robbins) mendengar percakapan kepala sipir tentang pajak warisan, lalu menawarkan keahliannya sebagai akuntan. Sebagai imbalan, ia meminta […]

Bambu bagi Etnis Minahasa Sulawesi Utara

Oleh: Hari Suroto* Bambu bagi etnis Minahasa memiliki nilai budaya, ekonomi, dan ekologis. Terdapat enam jenis bambu yang tergolong dalam 4 marga di hutan Minahasa yaitu Dendrocalamus (Dendrocalamus asper (Schult.) Backer), Bambusa (Bambusa blumeana Schult.f. dan Bambusa vulgaris var. vulgaris Schard.), Schizostachyum (Schizostachyum brachycladum Kurz dan Schizostachyum lima (Blanco) Merr), dan Gigantochloa (Gigantochloa atter (Hassk) Kurz).  Tanaman bambu di Minahasa banyak tumbuh di tepi sungai […]

Potret Peradaban di Jalanan

Oleh: Agus Dermawan T. Di Tiongkok, budaya pengajaran dan penghajaran lalu-lintas jalanan menghasilkan ketertipan signifikan. Tiongkok percaya bahwa potret peradaban suatu bangsa bisa terlihat dari cara masyarakatnya memperlakukan jalan raya. —————– DALAM perjalanan wisata di Tiongkok di bulan Agustus 2026, bus yang saya tumpangi mampir di toilet stop Weilong Service Area. Suatu tempat yang jauh […]

Ketika Metafora Kehilangan Pengalaman (Bahasa Puitik di Era Generatif)

Oleh: Abdul Wachid B.S.* 1. Bahasa Puitik yang Menjadi Terlalu Mudah Belakangan ini, puisi hadir hampir di setiap sudut ruang digital. Linimasa media sosial dipenuhi larik-larik yang silih berganti muncul di antara berita, iklan, video pendek, dan percakapan sehari-hari. Dalam satu hari, seseorang dapat membaca puluhan bahkan ratusan puisi dari berbagai akun pribadi, komunitas sastra, […]

Puisi-puisi Seno Joko Suyono

Sajak Sajak Korea   67 Cheonho-daero 45-gil Angin musim gugur mendinginkan ginsengku Kutahu jalan di depan sepi dini hari ini Entah yang kudengar deram kereta atau Suara-suara dari lorong yang terbantun luruh menjelang subuh Jarak dari stasiun Cheongyangni tak begitu jauh Bunyi sepatu tergesa-gesa turun naik tangga terbawa sampai kamar kecilku Tapi kemudian menghilang ketika […]

Desil Hitam Estetika: Ketika Keindahan Mengkhianati Kebenaran dan Kebaikan

Oleh: Kasiyan*   Ada sebuah kata yang belakangan seperti naik kelas, dari tabel statistik ke percakapan publik: desil. Kata yang terdengar dingin dan administratif itu, dipakai untuk membaca lapisan kesejahteraan: siapa berada di bawah, siapa di tengah, siapa di atas. Angka akhirnya bukan sekadar angka. Ia menjadi cara negara menyigi kehidupan warga, meskipun selalu ada […]