Pos

SIMFONI EKSTRAKTIF DI TANAH SURGA: Mengapa Kesejahteraan Indonesia Masih Menjadi Ilusi?

Oleh: Sultonsah* “Kemiskinan sebuah bangsa bukanlah takdir geografis atau kutukan dari langit, melainkan hasil rancangan tangan-tangan serakah yang menguras darah dan keringat rakyatnya untuk membangun istana bagi segelintir elite.” Prologia: Pernahkah kita merenung dalam keheningan malam, menatap realitas negara kita yang dianugerahi tanah subur dan lautan kaya, namun rakyatnya masih harus berdarah-darah hanya untuk bertahan […]

Sebelum Kamera Bergerak

Oleh: Bambang Supriadi* Ada anggapan yang diam-diam telah menjadi keyakinan banyak pembuat film: sinematografi dimulai ketika kamera dioperasikan. Sejak saat itu perhatian tertuju pada spesifikasi kamera, karakter lensa, stabilizer, drone, atau berbagai perangkat pendukung lain yang menjanjikan gambar semakin berkualitas. Seolah-olah kualitas sinema dapat diukur dari kecanggihan alat yang digunakan untuk merekamnya. Padahal kamera hanyalah […]

Mati Hidup Topeng Kranggan

Oleh: Muhammad Nasai* Topeng Malang dan perkembangan, serta sejarahnya tidak bisa lepas dari satu daerah yang bernama  Kranggan. Desa Kranggan, kecamatan Ngajum Kab, Malang yang letaknya berada di lereng Gunung Kawi.  Kranggan sendiri adalah daerah kuno, yang mana telah ada sejak era kerajaan, hal ini terlihat dari adanya peninggalan situs kerajaan era Singhasari. Situs peninggalan […]

Puisi-puisi Tania Rahayu

TEMUKANLAH TERANG Hitam adalah hitam Putih adalah putih Jika Putih mencerminkan bayang hitam Maka temukanlah Terang lubuk hati untuk melihat mereka lebih dalam Hitamkah kau? Putihkah aku? Sejatinya kau aku adalah rahasia yang hanya tampak lewat Cahaya Maka Temukanlah Terang kasih dan doa Untuk merasakan cinta dan rahmat yang menyelimuti segala Temukanlah terang Pada diam […]

Jika Dua Sastrawan Austria dan Swiss Jatuh Cinta

Oleh: Sigit Susanto* Pada 21 Juni 2026 stasiun TV SRF Swiss menayangkan film berjudul Perjalanan di Gurun (Reise in die Wüste). Film berdurasi 110 menit ini menceritakan tentang cinta dua sastrawan beken, Ingeborg Bachmann dari Austria dan Max Frisch dari Swiss. Seperti publik sastra tahu, bahwa kedua sastrawan tersebut memang dalam realitas kariernya menjalin tali […]

Menggosok Barang Lama: Film Kantata Takwa

Oleh: Bambang Supriadi Film Kantata Takwa, karya Erros Djarot dan Gotot Prakosa, menempuh perjalanan panjang hampir 19 tahun sebelum akhirnya menemukan ruang rilisnya. Film ini lahir pada tahun 1991 dan baru muncul ke publik pada tahun 2010, seolah melewati satu putaran waktu yang nyaris utuh dalam diam. Sebuah rentang yang tidak lazim dalam sejarah produksi […]

Puisi-puisi Warih Wisatsana

PUISI BAHAGIA Tulislah sebuah puisi bahagia siapa saja ketika membacanya seketika sukacita tak terlupa Seorang ibu memadamkan lampu menyalakan lilin sendirian, terharu ucapan ulang tahun dari si bungsu tiba kala senja dari seberang benua dibaca dengan linang mata berkaca doa syukur panjang umur senantiasa Tulislah tingkah kucing mungil yang lucu setiap petang menunggu kedatanganmu matanya […]

Studio Plesungan on Stage

Studio Plesungan ON STAGE “ROOT” oleh Hari Ghulur Rabu, 8 Juli 2026 19:30 – 22:00 WIB Di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah ROOT merupakan karya terbaru Hari Ghulur yang mengolah sikap mendak atau tanjak serta hubungan antara tubuh dan objek. Hubungan ini menciptakan koreografi sebagai peristiwa daya tahan dalam menghadapi ketidakstabilan dan ketidaknyamanan. Terpal […]

Membangun Fondasi Pendidikan di Tengah Revolusi Kecerdasan Buatan

Oleh: Tengsoe Tjahjono* Perdebatan mengenai hubungan antara pendidikan dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sering kali bergerak terlalu cepat. Diskusi publik dipenuhi pertanyaan tentang bagaimana AI akan menggantikan guru, bagaimana peserta didik harus menguasai prompt engineering, atau bagaimana sekolah harus beradaptasi dengan revolusi digital. Namun, di balik euforia tersebut, terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar. Ketika […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

PUISI-PUISI CINTA ‘ISYQ SURAT YANG TAK PERNAH SAMPAI PADAMU Aku menulis surat ini dari tempat yang tak kau datangi, dari ruang kosong di antara dua langkah yang pernah kita hindari. Tak ada pos yang mengerti arah rinduku. Tak ada kata yang cukup berani menggantikan tatapan yang tertinggal di tepi matamu. Aku menulisnya pelan, karena malam […]