Pos

Merdesa dan Cara Mencintai Desa yang Terus Berubah

Oleh: Eko Yuds*   Peluncuran buku tentang Jolenan di Kemetul membuka percakapan tentang ingatan, kerja warga, dan hak generasi berikutnya ikut menentukan masa depan tradisi. KABUPATEN SEMARANG — Catatan lapangan penulis yang sebagai peneliti merekam Desa Kemetul pada pagi 11 Juli 2026 melalui bentang sawah selepas panen. Matahari yang mulai muncul dari balik perbukitan menyinari petani […]

Ketika Lukisan Keluar dari Kanvas

Oleh: Abad Akbar* Melihat Intermedialitas dalam Seni melalui Praktik Living Canvas Berawal dari karya seni rupa yang digunakan sebagai media pendukung film Siapa Dia karya Garin Nugroho, sebuah pertanyaan muncul dalam benak saya: bagaimana sebuah karya statis dua dimensi dapat memaksimalkan fungsinya selain sekadar menjadi pajangan di ruang pamer? Dari film ini saya melihat bahwa […]

Puisi Abdul Wachid B.S.

NING Malam turun ke sebuah tanah di antara sawah dan bukit. Bukan hujan, bukan angin. Malam. Ia turun dari punggung gunung, menyusuri rumpun bambu, melewati pematang, menyentuh rumah-rumah yang lampunya satu demi satu memadamkan diri. Dari sebuah pesantren suara ngaji naik ke langit. Satu lampu. Dua. Tiga. Lalu seluruh pesantren menjadi perahu yang berlayar tanpa […]

 Melihat Cara Tiongkok Membaca Buku

Oleh: Agus Dermawan T. Sejak 1995 pemerintah Indonesia menetapkan 14 September sebagai “Hari Kunjung Perpustakaan”. Hari yang amat menarik, karena akan mendorong insan Indonesia untuk berbondong masuk ke ruang buku. Meski untuk itu infrastruktur dan suprastruktur menuju buku harus disiapkan terlebih dahulu. ————- DALAM perjalanan tamasya di Provinsi Sichuan, Tiongkok, di bulan Agustus 2026, saya […]

Dari Bung Karno ke Megawati : Kisah Ayah dan Anak Penyiar

Oleh: leh Kim Young Soo* Saya, Kim Young Soo, telah berkarier di dunia penyiaran selama kurang lebih tiga puluh tahun. Selama periode tersebut, saya bertugas sebagai Chief Producer (CP) di KBS (Korean Broadcasting System), satu-satunya badan penyiaran nasional Korea Selatan. Tanggung jawab saya adalah memproduksi program serta mengelola dan mengontrol seluruh siaran berbahasa asing untuk wilayah Asia […]

Dari Meme ke Mim: Ketika Teks yang Kita Ambil Mulai Mengambil Kita

Oleh: Abdul Wachid B.S.*  Ada buku yang sejak awal disusun sebagai buku. Ada pula buku yang menemukan bentuknya setelah tulisan-tulisan yang semula berjalan sendiri-sendiri dipertemukan. Kleptoteks: Budaya Kritis ala Meme karya Nizar Machyuzaar (2026) termasuk jenis yang kedua. Tulisan-tulisan yang terkumpul di dalamnya pada mulanya hadir sebagai esai-esai lepas, lahir dari persoalan dan kegelisahan yang […]

Dari Abstraksi Ide ke Sensasi Citra

Oleh: Nizar Machyuzaar* Pembuka | Saya mengenal nama penulis sekira akhir tahun 1990-an. Waktu itu saya baru masuk pada Jurusan (sekarang berganti menjadi program studi) Sastra Indonesia, Unpad. Nama Faruk H.T. tertera dalam satu buku berjudul Sosiologi Sastra yang saya beli untuk melengkapi pengetahuan kesastraan. Hampir tiga puluh tahun kemudian, saya baru dapat mengakses penulis […]

Ular dan Kabut Ajip

Oleh: Nizar Machyuzaar* Autobiografi Pelintas: Romantisme versus Modernisme Pembuka Pada tahun 1973 buku antologi puisi Ular dan Kabut diterbitkan Pustaka Jaya. Ada 55 puisi yang ditulis Ajip Rosidi dalam rentang proses kreatif penulisan dari tahun 1970—1972. Pada saat buku ini terbit, usia Ajip menjelang 35 tahun. Karenanya, buku ini dapat dijadikan salah satu bahan kita […]

Obituari Nuraeni Hendra: Dongeng Pedih Gadis Mayoret

Oleh: Agus Dermawan T.* Raden Nuraeni Hendra binti Raden Soeyoed Sastrasudirja wafat dalam usia 79 tahun, pada 4 September 2026, pukul 1.00 dini hari, di Bandung. Nuraeni adalah isteri maestro seni lukis Hendra Gunawan. Sebagai isteri, kehidupan Nuraeni banyak menyimpan cerita, yang berkait dengan politik, kekuasaan dan lukisan. ———— PADA 30 September 1965 sejarah Indonesia […]

The Burning Season, Musim Bakar-bakar Hutan

Oleh: Pietra Widiadi* (Founder Pendopo_Kembangkopi, wadah belajar warga Lereng Gunung Kawi di Malang, dan ketua Yayasan Borneo Nature Indonesia, Palangkaraya) The Burning Season (1994) menempatkan Chico Mendes sebagai tokoh sentral yang memperlihatkan bagaimana keingintahuan (curiosity) terhadap kehidupan sehari-hari dapat berkembang menjadi kesadaran kritis dan perjuangan sosial-ekologis. Chico digambarkan berasal dari keluarga petani-pekebun karet di Brasilia […]