Pos

Dari Akal ke Kanvas: Cerita dibalik Fantasi Lully Tutus dalam Karyanya

Oleh Arramadhan Abad Akbar Muhammad*   Setiap peristiwa seni, terutama pameran, selalu menyisakan momen yang ingin dikenang, baik oleh seniman maupun oleh publik yang hadir. Dalam konteks ini, pembukaan Visual Art Solo Exhibition bertajuk “My Exhibition is Very Serious” oleh Lully Tutus di Grand Hotel by Ambarrukmo menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah peristiwa seni […]

Komunitas Tamil dalam Kemajemukan Masyarakat di Sumatra Utara

Oleh Zulkifli B. Lubis*   Seminar Nasional Kebudayaan Etnis India Tamil di Sumatera Utara, PUSSIS-UNIMED, Medan, 28 Mei 2009 Pengantar Komunitas India Tamil telah hadir dan menjadi bagian signifikan dalam perkembangan kebudayaan Nusantara sejak beberapa abad silam, terutama di sebagian masyarakat Pulau Sumatera. Interaksi panjang mereka dengan komunitas lokal telah membuka beragam kemungkinan kajian—dari aspek […]

Puisi-puisi Samsudin Adlawi

GULA PUISI Karena tak manis, tak mau kau sebut ia gula Karena tak cantik, tak mau kau panggil ia wanita Karena tak indah, tak mau kau sebut ia puisi Ah, tak mengapa tak indah. Yang penting Puisi ini masih gula dan wanita 2025, the sunrise of java   DESEMBER GUS MUS –Membaca sajak Kalender-Kalender Tua […]

Puisi-Puisi Teguh Tri Fauzi

Revolusi Puisi : Rabindranath Tagore kaumasuki rimba puisi Tagore, ketika kata tak sampai menyebut namamu yang retak di mulut waktu di Bengal bunyi dan alunan lagu sunyi yang bernapaskan —gelanggang nyanyian kebebasan mencari muasal antara dua ketiadaan: di timur menanam cinta di barat memanen luka saat bahasa membakar makna yang menolak menjadi senjata kau berbaring […]

Ruang Tamu Lebaran: Museum Kecil Konsumerisme Religius

Oleh Prof. Dr. Kasiyan* Lebaran datang seperti bianglala yang berputar pelan di langit batin—membawa kita pulang, bukan hanya ke kampung halaman, tetapi ke suatu harapan tentang kesucian. Ada yang bergerak dalam diri: sesuatu yang ingin kembali jernih, seperti air sebelum disentuh tangan. Kita menyebutnya fitrah, seolah ia sebuah tempat, padahal ia mungkin hanya arah—arah pulang […]

Mendaras Puisi Abdul Kadir Ibrahim: dari Penghayatan Personal, ke Spiritualitas, Sampai ke Kritik Sosial

Oleh Syaifuddin Gani* Puisi menjadi jalan bagi penyair, mengutarakan perasaan terdalamnya secara personal, spiritualitas, maupun kritiknya pada realitas sosial. Penyair sebagai manusia, memiliki hasrat dan harapan yang ia suarakan melalui kata-kata, bahasa. Akan tetapi, penyair tidak sekadar mengutarakannya dengan bahasa yang lugas, sebagaiamana manusia umumnya jika berkeluh-kesah. Penyair akan menggunakan kendaraan imajinasi, menuangkan kegelisahan agar […]

Puisi-puisi Selwa Kumar

I. KREMASI Raga tenggelam dalam Agni. Tinggal tulang, tinggal debu kenangan— mimpi, air mata, suka duka Atma. Samsara. Karma. Kala reinkarnasi.   II. WAHANA Kayu berbalut minyak, dupa kayu cendana. Dewi Agni hadir— kapur barus membakar puja, mengantar Atma ke Nirwana. Agni membungkus raga dalam keindahan kebebasan. Tinggal asap-asap kenangan. Tinggal duka di awal segalanya. […]

Kuda Api dalam Geopolitik dan Geoekonomi

Oleh Agus Dermawan T.*   Sejak Maret 2026 lalu – mungkin sampai beberapa bulan kemudian –  Indonesia ikut memamerkan gambar perlambang “Tahun Kuda Api” karya desainer terbaik dari seluruh dunia. Sangat menarik untuk diamati. Apalagi gambar-gambar perlambang itu berhubungan erat dengan soal-soal geopolitik dan geoekonomi masa kini. ———— MUNGKIN sudah banyak yang tahu, untuk mengisi […]

Hatsune Miku, Idola Virtual dalam Era Metamodern, Sebuah Refleksi

Oleh Muhammad Three Artois Estuari* Hatsune Miku merupakan sebuah fenomena budaya global yang mucul pada tahun 2007 dan mengalami puncak popularitasnya pada 2009 hingga 2012, yang unik disini adalah Miku bukan bukan seorang manusia tetapi ia adalah karakter Virtual yang merupakan “wajah” dari teknologi Vocaloid yang dimiliki Yamaha Corporation, dikembangkan dan dipopulerkan oleh Crypton Future […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

IBUKU, RUMAH DARI SEGALA RINDU pagi belum sempat bersuara, ibu telah menghamparkan sajadah dari hela napas malam yang ditinggalkan mimpi. tangannya mengelus benang yang patah di pinggir sarungku, jarumnya masuk pelan seperti seseorang yang tak ingin melukai kain yang pernah ia jahit sejak kecil. ia tidak banyak bicara. setiap lipatan kain menyimpan cerita yang hanya […]