Pos

Menari di Antara Knalpot dan Hitungan Lampu Merah

Oleh Farhana Izza Zakiatus S.* Siang hari di persimpangan dekat Jogokariyan, terik matahari membuat muka terasa hangat. Bau aspal yang tersengat panas matahari memenuhi jalanan bersama debu dan asap knalpot kendaraan. Tepat di lampu merah, orang-orang berhenti dengan ekspresi dan perilaku yang cukup beragam. Ada yang pandangannya tertuju pada lampu lalu lintas seakan takut lampunya […]

Pengalaman Naik Kapal Induk Amerika 

Oleh Agus Dermawan T.* Syahdan kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln ngibrit lantaran diserang empat rudal Iran, pada 1 Maret 2026 lalu. Pada 12 Maret 2026, kapal induk USS Gerald Ford terbakar di Laut Merah, sehingga harus menepi ke pesisir Yunani. Meski ngibrit dan terbakar, tetap gagah sekaligus menyeramkan si kapal induk! Beruntung saya […]

Gaya Gokil Gerson

Oleh Seno Gumira Ajidarma * Buku tipis kaya isi. Sebuah parodi tentang bagaimana caranya menjadi seniman (modern) di Indonesia. Namun apa maknanya pelacur botak? Prosa ini lebih seperti cerita pendek yang panjang, belum novela, apalagi novel atawa roman. Format itu menurut saya cocok dengan gaya yang dapat disebut sebagai gila atawa di luar logika. Jika […]

Puisi-puisi Godi Suwarna

Puisi-puisi  diterjemahkan Angin Kamajaya dari sajak-sajak Sunda Godi Suwarna   HAIK-KU AING Anjing! Musang! Sigung! Monyet! Babi! Kucing! Tikus! Kadal! Biawak! Kecoak! Tungau! Kutu busuk! Tungau merah! Anjing! Kodok! Kalong! Cecurut! Ulat! kampret! Sigung! Berang-berang! Garangan! Tupai! Bajing tanah! Burung hantu! Gagak! Elang! Cacing! Mau gue hajar? Sampai muntah berak? Supaya kalian sadar? Haik ku […]

Emosi dalam Gurat Pena Hitam di Atas Putih

Oleh Mentari* Pameran “Never Mind the Borok” oleh Res Harris menempatkan “borok” bukan sekadar sebagai citra luka fisik, melainkan metafora bagi keretakan kecil yang menyusun pengalaman hidup kontemporer. Frasa “never mind” mengusulkan sikap pura-pura abai, namun kehadiran kata “borok” justru tampak menegaskan bahwa ada sesuatu yang terus-menerus mengganggu, menolak untuk benar-benar dilupakan. Dalam konteks ini, […]

Jalan Raya Sastra Pantura

 Oleh Mahwi Air Tawar* Pulang ke Yogyakarta dengan mengendarai sepeda motor, bagi saya, adalah sebuah prestasi kecil yang pantas dirayakan secara diam-diam. Bukan semata-mata karena saya berhasil melintasi jalan Pantura—jalan yang dalam sejarahnya tidak hanya mendistribusikan hasil-hasil pertanian dari pesisir utara Jawa, tetapi juga menjadi jalur penting penyebaran Islam, terutama dari wilayah Cirebon. Tidak. Prestasi […]

Dongeng Sebagai Tangga Menuju Sains: Kisah ODM Menyalip Teori Kelisanan

Oleh AK Supriyanto* Kemarin sore (22 Maret), di kaki Gunung Muria – Kudus, pada sebuah compound kecil yang terdiri dari dua bangunan semi klasik dan beberapa saung kecil, saya berjumpa dengan Hasan Aoni Aziz. Sohib lama yang saya kenal dari jaringan pegiat pers mahasiswa Indonesia ini, belakangan namanya viral di jagad sosmed karena disebut-sebut sebagai […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

UNTUKMU YANG MENGHAPUS SEPI TEMAN Di bangku kayu itu, kau duduk dengan secangkir kopi dan sepotong senyuman yang membatalkan seluruh kekalahanku. Kita tak butuh banyak kata sebab sunyi pun bisa kita ajak untuk berseloroh tentang luka, dan kau menjahitnya dengan tawa yang kau selundupkan di antara kepulan kenangan. Kau tak pernah bertanya mengapa mataku basah […]

Ketika Keraton Membuka Arsip: Menengok Pameran Smara-Bawana dan Sejarah Tata Ruang Yogyakarta

Oleh Tovic Dwi Raharjo*   Pagi itu, udara di kompleks Keraton Yogyakarta masih terasa segar. Pepohonan besar yang rindang menghadirkan keteduhan alami. Para abdi dalem dengan pakaian adat peranakan telah menempati posisi masing-masing, siap menyambut para pengunjung dengan ramah sejak dari loket masuk. Keraton bukan sekadar situs sejarah, melainkan ruang hidup yang masih menjalankan tradisi […]

Mengejar Khutbah Romo Syafi’i: Aku Hindu tapi Peserta Jamaah Idul Fitri

Oleh Selwa Kumar*   1 Sayawal 1447H masih terlalu pagi. Tengggg. Lonceng itu berdetak enam kali. Aku Selwa. Aku terbangun tanpa ragu. Mimpi tadi masih menggantung—tentang seorang anak yang menangis meminta ketupat, tentang ibunya yang mengais tong sampah di pagi hari raya. Tapi aku tidak ingin kembali ke sana. Aku bangkit. Kubasuh wajah. Air dingin […]