Pos

Instalasi Tembikar Lingkungan

Oleh: Nurhasna Isnaini* Pada tanggal 10-12 April 2026, saya dan teman-teman mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melakukan studi ekskursi ke Banyuwangi, Jawa Timur. Studi ekskursi dilakukan di Taman Gandrung Terakota yang menjadi bagian dari Jiwa Jawa Resort. Dimiliki oleh bapak Sigit Pramono yang juga menjadi dosen pengampu mata kuliah Pengelolaan Wisata Budaya selain […]

Tubuh yang Cair dalam Persimpangan Budaya

Oleh: Brusheila Devi Proboyasti* Kritik atas “Bedhaya Hagoromo” dalam Indonesian Dance Festival 2024 Pada 2 November 2024, rangkaian Indonesian Dance Festival (IDF) 2024 resmi dibuka di Jakarta. Festival dua tahunan yang telah lama menjelma menjadi ruang penting bagi perkembangan tari kontemporer, baik di kancah nasional maupun internasional, pada festival tersebut mengusung tema “Liquid Ranah”. Tema […]

Rumah Seribu Kisah

Oleh HMMC J WIRTJES XVI (YANCE)* Di Medan tidak ada rumah lain selain rumah Bang Jim Siahaan yang menyimpan ribuan kisah drama kemanusiaan. Rumah yang sudah berusia seabad itu terletak di jalan Letjend R Suprapto No 11, Medan.Hal itu dapat terjadi berkat ribuan artefak yang tersimpan di sana. Pada kesempatan ini saya menampilkan satu kisah […]

Melanjutkan Jejak Intelektual Syekh Yusuf al-Makassari

Oleh: Fathurrochman Karyadi* Pada 28 April 2026, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) menggelar Peringatan 400 Tahun Kelahiran Syekh Yusuf al-Makassari di Masjid Agung Banten Lama. Acara ini juga diisi dengan diskusi intelektual oleh Oman Fathurahman, Muzdalifah Sahib, Upi Asmaradhana, pameran manuskrip, pertunjukan musik religi oleh Debu, Tari Rampak Bedug, Tari Ratoh Jaroe, dan pembacaan […]

The Scarlet Letter dan Kultur Kuasa Kita

Oleh : Purnawan Andra* Film, kita tahu, tidak hanya bercerita, tetapi juga membuka cara kita melihat dunia. The Scarlet Letter versi Roland Joffé adalah salah satunya. Film tahun 1995 yang dibintangi Demi Moore sebagai Hester Prynne dan Gary Oldman sebagai Reverend Arthur Dimmesdale ini diadaptasi secara longgar dari novel klasik terbitan tahun 1850 karya Nathaniel […]

Arsip dan Masa Depan Sejarah Musik Indonesia

Oleh Abad Akbar*   Arsip menjadi jembatan antara masa kini dan masa lalu. Melalui arsip kita mampu memahami apa yang pernah terjadi maupun apa yang tidak terjadi. Sering kali foto atau surat yang tiba-tiba kita temukan memunculkan kembali berbagai kenangan tentang suatu masa. Begitulah pentingnya peran arsip dalam kehidupan kita. Terlepas dari itu, kehadiran arsip […]

Jalan yang Membumi: Membaca Pepali Pitu sebagai Kesadaran Sosial dalam Tasawuf Jawa

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Kegelisahan dan Retaknya Kebersamaan Hidup bergerak dalam kecepatan yang nyaris tak memberi jeda. Waktu menyusut menjadi deretan notifikasi. Percakapan hadir sebagai fragmen. Pertemuan berlangsung, tetapi tidak selalu menghadirkan perjumpaan. Orang saling terhubung, namun tidak selalu saling menjangkau. Kesibukan memberi kesan penuh. Hari-hari terisi. Agenda tersusun rapi. Namun di sela […]

Puisi-Puisi Tania Rahayu

Cah Ya Rahayu Rahayu Selamatkan dirimu dari pakaian duri yang kau sulam sendiri dari lentera hati yang kau tiup berhenti menerangi, dari lapar yang tak cukup kenyang oleh kecupan dan nasi, dari waktu yang kau pikir akan panjang sekali Merintihlah kepada rahim Kandung kasih cahaya Bukan kepada lelaki Yang kau pikir punya segalanya Mengemislah kepada […]

Keselarasan Alam Semesta dalam Peradaban Nusantara

Oleh Tania Rahayu* Apabila melihat berbagai kerusakan dan masalah yang terjadi di bumi masa kini, alih-alih merasakan kemajuan peradaban, manusia justru dapat dikatakan mengalami sedikit kemunduran. Hal ini sangat mungkin terjadi disebabkan karena masyarakat masa kini terlalu menggunakan gaya hidup modern atau kebanyakan orang menyebut sebagai modern lifestyle. Kecanggihan dan serba instan dari teknologi modern […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

PUISI-PUISI CINTA MAWADDAH   SETELAH AKAD, KITA BERDUA Setelah akad, kita menjadi dua nama yang bersujud dalam satu sajadah. Tak ada pesta. Tak ada arak-arakan. Hanya tanganmu yang menggenggam doa dan tangan kiriku yang gemetar menyebut nama Tuhan. Kita pulang ke rumah kecil dengan jendela mungil menghadap langit. Tak ada ranjang megah, hanya tikar dan […]