Pos

Melacak Regulasi Kebudayaan di Jawa Tengah Pasca-Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan

Oleh Adhitia Armitrianto*   BARU-BARU ini, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Uji Publik Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Pemajuan Kebudayaan. Dibanding beberapa daerah lain di Jawa Tengah, Kota Semarang termasuk tertinggal dalam urusan kepemilikan aturan tersebut. Meski memang, belum semua daerah menetapkannya. Sebagaimana diketahui, Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan telah ditetapkan pada 2017 lalu. […]

Mina dan Juragan Belanda: Medium Ideologi Kolonial

Oleh Bambang Supriadi*   Pada tahun 1915, kawasan Harmoni di Jakarta menjadi saksi pembuatan film bisu pendek berjudul Mina dan Juragan Belanda (Het Dienstmeisje Gaat Inkoopen Doen), disutradarai oleh L. Heuveldorp (1915). Film berdurasi kurang dari sepuluh menit ini sering disebut sebagai salah satu film pertama yang diproduksi di Indonesia, meskipun klaim ini masih memerlukan […]

Kota dan Banjir: Tragedi Budaya Ketika Beton Menelan Jiwa Peradaban

Oleh Mochammad Sulton Sahara*   Air adalah cermin jiwa suatu bangsa, ketika kota-kota kita tenggelam, yang tenggelam bukan hanya rumah dan harta benda, tapi juga ingatan leluhur tentang harmoni dengan alam.   Prologia: Bayangkan pagi kelabu di Jakarta medio April 2026. Langit masih menetes sisa hujan malam, Ciliwung membengkak penuh lumpur, Jalan Sudirman-Jatinegara jadi sungai […]

Mendekonstruksi Konstruksi Makna Lengger Lanang

Oleh Purnawan Andra* Lengger selama ini sering dipahami sebagai sesuatu yang seolah-olah sudah jelas. Ia adalah tarian rakyat Banyumasan yang lekat dengan tubuh perempuan, hadir dalam ritus, tumbuh dari lanskap agraris, dan mengakar dalam ingatan kolektif. Lengger menari untuk panen, untuk kesuburan, untuk menjaga hubungan antara manusia dan alam.  Dalam banyak ingatan kultural, lengger adalah […]

Puisi-puisi Suminto A. Sayuti

RAMADHAN, 1 (1) Lapar adalah kenyang yang sempurna. Karbohidrat pun terurai masuk ke saraf-urat. Perut pun kosong sarat berisi. Vitamin sukma berbait-bait puisi. Senandung diri sepanjang siang hingga sorehari. Japa-mantra tergelar hingga dinihari. Lapar pun menyempurnakan diri. Kenyang sukma dalam anyaman ketupat dan lontong doa.   RAMADHAN, 1 (2) Bayang diri terlipat di selimut kelam. […]

Obituari: Lanny Andriani

Oleh Agus Dermawan T.*   Patricia Lanny Andriani dikenal sebagai pelukis, guru melukis dan sekaligus penyelenggara pameran seni lukis. Sejak tahun 1980-an namanya tidak pernah lepas dari kegiatan seni rupa. Setelah berkiprah lebih dari 40 tahun, setelah mengarungi hidup yang meriah sekaligus rumit, ia pergi tanpa pamit.  ———– PADA minggu pertama April, isteri saya Iliana […]

Sehari Boleh Gila: Menguji Batas Seni, Menyembuhkan Luka, dan Menemukan Kebebasan

Oleh Abad Akbar* Dalam lanskap seni rupa Yogyakarta yang dinamis, terdapat satu program yang secara konsisten menghadirkan ruang refleksi sekaligus eksperimen ia dinamai Sehari Boleh Gila (SBG). Program ini bukan sekadar peristiwa tahunan, melainkan ruang alternatif yang mempertemukan gagasan, praktik artistik, serta pengalaman batin yang jarang terakomodasi dalam sistem seni yang semakin terstruktur dan berorientasi […]

Peta Buram: Membaca Wajah Perteateran Kota Malang

Catatan dari Forum Serat, DKM Malang — 15 April 2026 Oleh Yusuf Munthaha* Ada sesuatu yang menarik ketika Bayu Kresna Murti menyebut peta perteateran Malang sebagai “invisible map” — peta yang ada, tapi sulit dibaca. Bukan karena petanya hilang. Tapi karena kita mungkin belum cukup serius duduk bersama untuk menggambarnya. Forum Serat yang digelar Dewan […]

Memasak Identitas, Merebut Posisi: Simbolisme Hierarki dan Trauma dalam Karya Tari Kontemporer Lu Olang

Oleh Favio Soares Pinto* Deskripsi karya: Pertunjukan diawali dengan seorang perempuan berdiri di tengah panggung gelap. Ia berada di atas empat bangku kayu kecil, tepat di bawah sorotan lampu panggung (spotlight) yang terang dan membentuk lingkaran. Perempuan itu mengenakan pakaian tradisional berwarna gelap bergaya Tionghoa dan memegang tumpukan empat mangkuk putih dengan kedua tangan di […]

Film Pelajar Purbalingga: Suara Lokal di Tengah Arus Global

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Ruang Sinema di Tengah Arus Global Festival Film Pelajar Purbalingga (FFP) telah bergeser dari sekadar lomba menjadi ruang produksi makna kultural yang serius. Stuart Hall, dalam Representation: Cultural Representations and Signifying Practices (1997:15), menggarisbawahi bahwa representasi adalah proses aktif membangun makna: “representation is the production of meaning through language […]