Pos

Pertarungan di Ruang Putar

Oleh Tonny Trimarsanto*   Saat itu, saya tidak terlalu ingat persis tahunnya, namun maaf saya tetap ingin ceritakan suasananya, soal kegudahan yang belum terjawab. Suatu hari, saya dikontak oleh penyelenggara Q Film Festival. Mereka ingin memutar filem saya, yang bertema minoritas gender. Dengan senang hati, saya menyampaikan kesediaan untuk diputar dalam program festival mereka. Sejak […]

Ngalah, Ngalih, Ngelih, Ngantuk

Arsitektur Kesadaran dalam Perjalanan Menuju Kosong Oleh: Gus Nas Jogja* Mukadimah: Empat Gerbang Menuju Jati Diri Dalam jagad pemikiran Jawa, eksistensi manusia tidak dipahami melalui *diktum Cartesian* _“Cogito Ergo Sum”_ yang maknanya “Aku berpikir maka aku ada”, melainkan melalui sebuah laku rasa yang dinamis dan melingkar. Hidup adalah sebuah orkestra perpindahan energi yang dirangkum dalam […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA KENDHIT DAN LURIK LELUHUR Pagi itu, embun masih menempel di pucuk kelor dan bambu halaman. Aku membuka peti tua warisan Bapak, pada malam yang didekap mimpi oleh suara azan yang tak sempat dijawab. Dalam peti itu, kendhit tua tergulung rapi seperti ular tanah yang lama berpuasa dalam doa. Dan lurik kusam terlipat bisu seperti […]

Puisi-puisi D. Zawawi Imron

DALAM HUTAN (bersama Sinansari Ecip) Hutan ini mengajarkan harmoni Bagaimana angin membisiki daunan Dan burung pun berkicau tanpa lidah yang keseleo Selintas hanya menyanyikan lagu yang sudah-sudah Padahal itu ada maksudnya Ada maksudnya Jangan bicara soal waktu di sini Kita di luar hari dan tahun Inilah sediakala, inilah purbakala Engkau dan aku sama-sama telanjang Tanpa […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA KENDI YANG RETAK  Di sudut dapur yang jarang disentuh cahaya, sebuah kendi tua bersandar pada tembok, retak di lehernya, dan serpih kecil menganga seperti luka yang tak kunjung sembuh. Dulu, ia ditempatkan di gubuk pesantren, mengalirkan air untuk wudu bagi para santri yang menghafal Al-Qur’an di sela desir angin dan suara jangkrik. Setiap tetesnya […]

Mens Rea Patung Macan Kediri: Dari Ilusi Estetik ke Delusi Birokrasi

Oleh: Gus Nas Jogja*   Catatan Kuratorial   Pendahuluan: Singa yang Salah Identitas Di sebuah persimpangan jalan di Kediri, atau mungkin dalam imajinasi kolektif kita yang paling liar, berdiri sebuah patung macan. Namun, ini bukan sembarang macan. Ini adalah macan yang tampak seperti sedang mengalami krisis eksistensial—wajahnya lebih mirip kucing yang baru saja melihat tagihan […]

Aceh Sebagai Kobokan

Ontologi Air Suci yang Dinistakan dalam Perjamuan Kekuasaan   Oleh: Gus Nas Jogja* Prolegomena: Metafora Kobokan dalam Perjamuan Negara Dalam tradisi jamuan makan Nusantara, kobokan adalah air dalam mangkuk kecil yang disediakan bukan untuk diminum, melainkan untuk membasuh tangan yang kotor setelah atau sebelum menyantap hidangan utama. Ketika kita menyebut “Aceh sebagai Kobokan”, kita sedang […]

Mens Rea Panggung Tunggal Penuh Kritik

Oleh Pietra Widiadi* Dalam beberapa hari terakhir, ruang publik Indonesia kembali dipenuhi oleh paradoks yang berulang: bencana struktural di Sumatra yang lahir dari kebijakan politik tak kunjung menemukan jalan pemulihan yang jelas, sementara kegagapan rezim pemerintah dalam mengelola negara justru menjelma tontonan. Negara seolah hadir bukan sebagai pengelola krisis, melainkan sebagai produsen absurditas. Di tengah […]

Kemerdekaan Imajinasi

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Membuka Pintu Imajinasi Kemerdekaan fisik adalah sebuah pintu gerbang yang megah. Kita sering menganggapnya sebagai puncak, garis finis dari perjuangan panjang sebuah bangsa. Namun, di balik pintu itu terbentang ruang yang jauh lebih luas dan dalam: ruang kebebasan batin dan kebebasan berpikir. Ruang itulah yang sesungguhnya menentukan apakah kemerdekaan […]

Desa, Bencana dan Politik Liyan

Oleh: Purnawan Andra*   Bencana sering kita pahami sebagai peristiwa alam yang datang tiba-tiba. Hujan deras, tanah longsor, banjir bandang, atau kebakaran hutan kerap dijelaskan sebagai akibat cuaca ekstrem atau perubahan iklim global. Penjelasan ini tidak sepenuhnya salah, tetapi ia belum menyentuh akar persoalan yang lebih dalam. Dalam banyak kasus di Indonesia, bencana bukan semata […]