Pos

Rusaknya Bahasa: Epistemologi Krisis dan Semiotika Absurditas

Oleh: Gus Nas Jogja* Esai ecek-ecek ini saya tulis sebagai sebuah tinjauan filosofis terhadap Katastropi Linguistik yang belakangan ini marak di seluruh platform media, yang pada akhirnya saya simpulkan sebagai Panggung Kekacauan dari Logos Universal ke pekikan Ad Hominem. Bayangkan saja, sebuah panggung debat di media elektronik, disiarkan langsung tanpa sensor. Di tengah perdebatan tentang […]

Membaca Pesan Garis Lucu pada Drama NU: Telaah Kritis-Filosofis Berbasis Akar Konflik, Tasawuf, dan Anekdot Satiris Gus Dur, Mahbub Junaidi, dan Gus Mus

Oleh: Gus Nas Jogja* Tulisan ini menyajikan pembacaan transendental terhadap konflik-konflik kontemporer di dalam tubuh Nahdlatul Ulama (NU), yang kini tengah menghadapi Mujahadah Struktural paling kompleks: pergulatan antara sanad keilmuan dan nafsu ammarah institusional. Tulisan ini menegaskan tesis bahwa Garis Lucu NU yang diwariskan oleh Gus Dur, Gus Mus, dan Mahbub Junaidi adalah Epistemologi Absurditas […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S

BALADA BATANG PETUNG YANG HILANG Di halaman itu anak-anak bermain bayang sendiri suara mereka seperti angin mengejar bentuk yang tak jadi. Dulu di tengah mereka ada batang petung berdiri menadah hujan menampung cahaya pagi dan mendengarkan burung jalak bertahlil sebelum embun benar-benar pergi. Tak hanya menadah hujan, ia pernah jadi bende penanda waktu, menggetarkan malam […]

 Pameran Seni ‘Descending’ di Artsphere, Dharmawangsa Square: Agnes dan Tali-Temali Primitif Yang Kontemporer 

Oleh Bambang Asrini Widjanarko* Seorang seniman muda, Agnes Hansella, 33 tahun membawa seni tali-rajut kuno, warisan bangsa Moor klasik, menjadi karya seni kontemporer terkiwari. Yang mengejutkan, karya-karya ‘separuh ekspresif-nya’, di masa lalu itu mempesona brand-brand luxurious seperti Hotel Marriott, Louis Vuitton (LV), sampai Hermès.  Kali ini, galeri seni Artsphere, milik pecinta seni sejati, Maya Sudjatmiko […]

Sastra sebagai Pendidikan Profetik: Refleksi atas Pemikiran Moh. Roqib dan Karya Ahmad Tohari

Oleh: Abdul Wachid B.S* I. Pendahuluan Sastra sejak lama tidak hanya dipandang sebagai seni untuk dinikmati secara estetik, tetapi juga sebagai medium untuk menanamkan nilai, moral, dan budaya dalam kehidupan manusia. Moh. Roqib dalam Pendidikan Sastra Profetik: dalam Karya Ahmad Tohari (Pesma An Najah Press, 2024:v-x) menegaskan bahwa sastra memiliki peran penting dalam membangun karakter […]

Hikayat Perupa dalam Sinema # 7: Hiruk-pikuk Maestro Nadera, dan Kisah “Jero Makendang” yang Malang

Oleh Agus Dermawan T.* Ada satu lukisan yang berlari ke sana ke mari mencari posisi. Namun drama nasib membuat lukisan itu merana. Apa benar lukisan Beratha Yasa punya suratan takdir? Percaya nggak percaya. Ada pula perupa yang hidupnya seperti komedi, namun namanya menjulang tinggi. I Gusti Bagus Made Nadera namanya. ———— Kesialan “Jero Makendang”  PADA […]

Seni Abad 21: Membosankan Atau Membebaskan?

Oleh Eko Yuds  Seni modern hidup di antara kebebasan dan kebingungan. Ia tak lagi terikat oleh bentuk, gaya, atau pusat, tetapi juga kehilangan arah dan makna. Dari kardus sabun Warhol hingga mural di jalanan Yogyakarta, seni abad 21 menatap dunia tanpa peta—kadang membosankan, kadang membebaskan. Inilah zaman ketika karya bukan lagi sekadar benda, tetapi pernyataan […]

Pak Uka “Hidup Kembali”: BWCF Ke-14 2025

Oleh Oman Fathurahman* Semenjak Dr. Uka Tjandrasasmita (1930-2010) wafat, saya sering mengatakan di berbagai forum: “Pak Uka, demikian saya biasa menyapa, membawa Arkeologi Islam ikut terkubur bersamanya”. Mengapa? Karena setelahnya, bidang arkeologi Islam senyap sepi peminat, tidak ada kader penerus yang mengkaji batu-batu nisan periode Islam khususnya. Apalagi, yunior Pak Uka, Professor Hasan Muarrif Ambary […]

Sajak-sajak Isbedy Stiawan Z.S.

BERAPA JAUH berapa jauh diukur dengan jarak antara pertemuan dan berpisah : aku dan kau, didindingi oleh hujan amat deras bersama adzan dari masjid sebelah jalan itu; – Tuhan Maha Besar bisa menembok setiap pertemuan atau untuk batal sebagai bara, barangkali, yang menjadi pagar bagi kedua pasukan. “Tuhan yang menunda peperangan itu, karena izinNya kota […]

Keistimewaan Yogyakarta dalam Epistemologi Sabda Raja: Krisis Laku dan Legitimasi

Oleh: Gus Nas Jogja* Yogyakarta, sebuah entitas yang secara fundamental kontra-yuridis terhadap doktrin demokrasi mutlak di Indonesia, adalah sebuah parabel eksistensial yang berhasil dilegitimasi oleh sejarah. Kedaulatannya bersandar pada Undang-Undang Keistimewaan (UUK DIY) No. 13 Tahun 2012—sebuah Konsensus Agung yang secara formal mengangkat Paugeran Adat (sumber Adat Recht) menjadi prasyarat bagi jabatan Gubernur (representasi Positive […]