Pos

Puisi-puisi Umi Kulsum binti Jaenudin

HAKIKAT KEINDAHAN I Banyak yang mengira, Keindahan tinggal Di pelukan senja Atau cahaya bulan Yang menempel di pipimu Pasir membelai tubuh Dan bulu matamu Menggiring desir ke jantungku Namun, sesungguhnya, Keindahan kadang bersembunyi Di rintih perempuan lapar Yang tak bernama, Yang dibungkam jalan-jalan Dan pandangan orang-orang Yang sibuk menuju diri mereka sendiri Kau hadir, Bukan […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA PINTU CHAMPA JUMADIL KUBRO tanah masih basah di telapak pekerja tambak belum selesai mengeras menjadi pijakan laut menarik garisnya sendiri dengan tali jala yang tersangkut di paku dermaga di antara Samarkand yang jauh dan angin yang menempel di layar robek peta disimpan di peti kayu tinta di dalamnya masih bau damar tidak ada arah […]

Mahkota dari Sampah, Doa dari Lampu Merah: Kritik atas Seni Jalanan yang Terlupakan

Oleh: Elvin Anderson* Setiap sore, ketika matahari mulai bergerak ke barat, dan kendaraan mulai mengular di perempatan Prawirotaman, Yogyakarta, seorang pria setengah baya dengan tubuh dibaluti kostum warna hijau menyala muncul dari balik pagar SPBU. Dengan perlahan, dia merapikan aksesoris kepala yang terbuat dari kumpulan sendok plastik bekas yang disemprot warna emas, dibentuk bagaikan mahkota, […]

Purwokerto, Kota Transisi yang Mengulang Masa Lalu Jakarta: Sebuah Refleksi Moral

Oleh: Muhammad Fathan Al kubro* Aku adalah seorang perantau dari Jakarta yang kini kuliah di Purwokerto. Sebagai orang Jakarta, aku pernah mengalami stigma yang tidak adil. Dulu, aku dicap sebagai orang yang tidak punya adab hanya karena berasal dari Jakarta. Banyak orang di Purwokerto yang menganggap semua orang Jakarta tidak beradab, tanpa mempertimbangkan bahwa aku […]

Kebijakan Industri dan Nasib Kebudayaan Indonesia

  Oleh: Mochammad Sulton Sahara* Judul : Industrial Policy for Development: Approaches in the 21st Century Penulis : Ana Margarida Fernandes dan Tristan Reed Penerbit : World Bank Group Cetakan : 2026 DOI : 10.1596/978-1-4648-2276-6   Industrial policy is not a magic bullet for any country, Industrial policy is not a magic bullet for any […]

Sajak-sajak Laksmi Fidya Ariani

Kamadhatu Bagaimana bisa aku Melepaskan tubuh suci ini Dari tali-tali dunia yang terikat padu. Dedaunan rancak pada rahim jantungku Telah menumbuhkan goda setampan iblis Yang terasa begitu ranum Jiwaku adalah kuil-kuil murung Tempat burung-burung menyanyikan nestapa Tak berkesudahan Tentang dunia Sedang karmawibhangga yang tak berkesudahan Pada jalan ini, menjadi benggel Atas hidupku di masalalu. 2026 […]

Mencari Celah Tumbuh dan Berkembangnya Sastra di Kampus Banyumas

Oleh: Bayu Suta Wardianto* Saya sebetulnya kurang begitu percaya, lembaga pendidikan (khususnya universitas) dapat menghasilkan para penulis hebat, apalagi sastrawan. Walaupun kita tidak bisa mengesampingkan bahwasanya kampus memiliki andil penting dalam membentuk pola pikir siapapun yang berada di dalamnya –tidak hanya mahasiswa yang belajar– tetapi juga pengajarnya. Sederet nama-nama besar sastrawan Indonesia seperti Pramoedya Ananta […]

Kafka Pulang ke Eropa sebagai Wayang

oleh : Sigit Susanto* Langit kota Zug biru bertabur cahaya matahari hangat, Sabtu, 9 Mei 2026. Kafe Zündhölzli yang berada di depan stasiun kereta api Zug, tepatnya di Alpenstrasse. 13, kota Zug mulai didatangi tamu. Pentas wayang kulit lakon Metamorfosis karya Kafka akan digelar dua kali dari pukul 15.30-16.15 dan 17.00-17.45. Menjelang pukul 15.00 beberapa […]

Spirit Sastrawan Abdul Wachid B.S. Sebagai Sosok Guru Puisi

Oleh : Tania Rahayu* Di tengah arus kesusastraan yang hari ini semakin ramai oleh kebutuhan pengakuan, popularitas, dan viralitas sesaat, sosok Abdul Wachid B.S. hadir dengan jalan yang berbeda. Ia tidak membangun puisi sebagai panggung hanya untuk menampilkan diri, melainkan sebagai ruang perenungan yang terus hidup. Dalam banyak kesempatan, ia tampak konsisten mengajarkan bahwa puisi […]

Dua Dekade Kelana Garis

Pameran Lukisan Retrospeksi Wayan Kun Adnyana Oleh : Arif Bagus Prasetyo* Ketika memasuki ruang pameran, pengunjung langsung dihadang sebarisan figur lelaki gemuk. Mereka tidak menyambut dengan wajah cerah. Sebaliknya, justru memunggungi pengunjung. Masing-masing hadir secara tunggal pada sederet kanvas, figur-figur itu bertubuh bulat karikatural seperti bola batu. Sebagian besar dari mereka menyembunyikan tangan di punggung […]