Pos

Menjadi Saksi: Balada sebagai Zikir Tanah Leluhur

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Menjadi Saksi Langit dan Tanah Saya menulis bukan untuk menentukan makna tanah leluhur, apalagi menafsirkannya dengan tergesa. Saya datang sebagai orang yang menepi: berdiri di pinggir sawah, di batas kebun, atau di bawah pohon tua yang tak lagi ditanya umurnya. Di sana saya belajar mendengar, bukan hanya suara alam, […]

Teater Dalam Pembelajaran Mendalam (Mengulik Teater Pelajar)

Oleh: Madin Tyasawan* Kendala sistemik dan guru yang tak menguasai strategi pengajaran membuat teater kurang mendapat perhatian di sekolah. Kita akan berdecak kagum saat menyaksikan penampilan kelompok teater pelajar berlaga di Festival Teater Pelajar (FTP) yang digelar setiap tahun di Jakarta. Pada rerata penampilannya, mereka memiliki semangat bermain yang enerjik, tubuh yang luwes, dengan vokal […]

Zaman Batu yang Tidak Pernah Serentak: Catatan Historiografis tentang Borobudur, Manjusrigrha, dan Wihara Abhayagiri

Oleh: Budi Murdono*   Munculnya beberapa prasasti dalam waktu berdekatan menggoda kita untuk menyatukannya ke dalam satu peristiwa besar. Apa lagi jika prasasti-prasasti itu ditemukan dalam lokasi yang juga berdekatan, ada kecenderungan yang hampir tak terhindarkan untuk menulis sejarah berdasarkan prasasti-prasasti itu, seolah-olah masa lalu bekerja dengan serentak dan rapi. Di Jawa Tengah, pada akhir […]

Prasejarah Papua

Oleh Hari Suroto* Keletakan geografis yang strategis sebagai jembatan yang menghubungkan Kepulauan Indonesia dengan Australia serta Pasifik menjadikan Papua sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kawasan sekitarnya. Penemuan fosil kanguru Zygomaturus Nimboraensis di Desa Nimboran, Kabupaten Jayapura membuktikan pada kala Pleistosen, Papua dan Australia merupakan satu daratan. Imigran pertama yang datang di Papua diketahui sejak […]

Iqi Qoror: Realitas Penampakan ala Zaman Simulakra

Oleh Bambang Asrini Widjanarko* Kita bersua dengan perupa Indonesia yang memiliki keberuntungan mampu berpameran sampai sepuluh kali pameran tunggal. Ia mewakili sedikit perupa kita yang getol melalui ‘pelancongan artistik’ ke berbagai galeri privat dan art fair dunia. Semisal di Singapura, Shanghai, London sampai Los Angeles, namun ia berlabuh Desember ini di artspace berjuluk Sal Project […]

Transformasi Pendidikan Dasar dan Menengah: Jalan Menuju Indonesia Emas 2045 dalam Perspektif Asta Cita

Oleh: Abdul Wachid B.S.*   A. Pendahuluan: Pendidikan Dasar dan Menengah di Era Transformasi Pendidikan dasar dan menengah adalah rumah awal tempat manusia belajar membaca realitas. Dari sinilah seorang anak mengenali bunyi huruf, tetapi juga gema nilai. Ia belajar berhitung, tetapi secara perlahan (dengan atau tanpa sadar), belajar menakar dirinya sendiri: siapa aku, di mana […]

Pentigraf dalam Dimensi Flash Fiction

Oleh Tengsoe Tjahjono* Pentigraf merupakan salah satu fenomena paling signifikan dalam lanskap literasi kontemporer Indonesia, terutama ketika masyarakat bergerak memasuki era digital yang ditandai oleh percepatan informasi, fragmentasi perhatian, serta perubahan besar dalam pola konsumsi teks. Sebagai bentuk cerita tiga paragraf, pentigraf bukan sekadar inovasi formal atau variasi dari cerita pendek tradisional, melainkan sebuah respons […]

Meditation Retreat at the turn of the Year

MEDITATION RETREAT AT THE TURN OF THE YEAR  Dibimbing langsung oleh : SAYADAW U KUṆḌADHĀNA Sayadaw ditahbiskan pada tahun 1991 oleh Pa-Auk Sayadawgyi.Saat ini telah membabarkan dhamma dan mengajarkan meditasi di berbagai negara seperti Malaysia, Macao, Singapore, Amerika, Kanada, Jepang, Sri lanka, China, Hongkong, Inggris, Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Akan di adakan pada tanggal : […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA SYAIKH MAKDUM WALI 1. Pada senja yang pecah seperti buah delima, Syaikh Makdum Wali melangkah dari arah barat. Serayu membuka diri, “Masuklah, kekasih Allah,” bisiknya pelan—pelan—pelan, seakan takut membangunkan sejarah. 2. Sarung sederhana berkibar perlahan, seperti bendera yang tak ingin mengumumkan perang kecuali perang melawan gelap di dada manusia. Daun jambu bergerak tanpa angin, […]

Surat Untuk Ririd (R.H. Authonul Muther)

Oleh Nirwan Dewanto*   Bung Ririd,  Di setiap akhir tahun saya terjangkiti semacam pathos, yaitu bahwa sejumlah potongan masa lalu kembali lagi, sedikit menutupi pandangan ke depan; melankoli akan kiprah diri sendiri jadi lebih besar daripada kegirangan bersama anak dan keluarga saya. Juga sekarang ini. Desember tahun lalu saya bergegas menutup dan memberesi manuskrip Ke […]