Pos

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S

BALADA BATANG PETUNG YANG HILANG Di halaman itu anak-anak bermain bayang sendiri suara mereka seperti angin mengejar bentuk yang tak jadi. Dulu di tengah mereka ada batang petung berdiri menadah hujan menampung cahaya pagi dan mendengarkan burung jalak bertahlil sebelum embun benar-benar pergi. Tak hanya menadah hujan, ia pernah jadi bende penanda waktu, menggetarkan malam […]

 Pameran Seni ‘Descending’ di Artsphere, Dharmawangsa Square: Agnes dan Tali-Temali Primitif Yang Kontemporer 

Oleh Bambang Asrini Widjanarko* Seorang seniman muda, Agnes Hansella, 33 tahun membawa seni tali-rajut kuno, warisan bangsa Moor klasik, menjadi karya seni kontemporer terkiwari. Yang mengejutkan, karya-karya ‘separuh ekspresif-nya’, di masa lalu itu mempesona brand-brand luxurious seperti Hotel Marriott, Louis Vuitton (LV), sampai Hermès.  Kali ini, galeri seni Artsphere, milik pecinta seni sejati, Maya Sudjatmiko […]

Drama PBNU dan Kedewasaan Umat: Sebuah Eksplorasi Dialektika Syuriah dan Tanfidziah

Oleh: Gus Nas Jogja*   Esai ini mengeksplorasi dialektika kepemimpinan dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), khususnya ketegangan konstruktif antara Dewan Penasihat Spiritual (Syuriah) dan Dewan Pelaksana Teknis (Tanfidziah). Dinamika internal ini tidak hanya bersifat struktural-administratif, tetapi bergeser pada isu-isu krusial yang menyentuh ushul (prinsip) keagamaan dan siyasah (politik-ekonomi) organisasi, seperti kontroversi mengundang cendekiawan yang […]

Hikayat Perupa dalam Sinema # 7: Hiruk-pikuk Maestro Nadera, dan Kisah “Jero Makendang” yang Malang

Oleh Agus Dermawan T.* Ada satu lukisan yang berlari ke sana ke mari mencari posisi. Namun drama nasib membuat lukisan itu merana. Apa benar lukisan Beratha Yasa punya suratan takdir? Percaya nggak percaya. Ada pula perupa yang hidupnya seperti komedi, namun namanya menjulang tinggi. I Gusti Bagus Made Nadera namanya. ———— Kesialan “Jero Makendang”  PADA […]

Nisan, Artefak Kecil yang Menjaga Kebudayaan

Oleh: Purnawan Andra*   Cirebon selalu digambarkan sebagai kota pelabuhan yang terbuka. Dari masa awal pembentukannya, wilayah ini sudah menjadi tempat bertemunya berbagai budaya, seperti Jawa, Sunda, Arab, Gujarat, Tionghoa, dan tradisi pesisir Nusantara. Namun sering kali kita memaknai Cirebon hanya lewat cerita besar tentang kesultanan, perdagangan, dan tokoh-tokoh politik agama. Padahal, jejak kebudayaan yang […]

Seni Abad 21: Membosankan Atau Membebaskan?

Oleh Eko Yuds  Seni modern hidup di antara kebebasan dan kebingungan. Ia tak lagi terikat oleh bentuk, gaya, atau pusat, tetapi juga kehilangan arah dan makna. Dari kardus sabun Warhol hingga mural di jalanan Yogyakarta, seni abad 21 menatap dunia tanpa peta—kadang membosankan, kadang membebaskan. Inilah zaman ketika karya bukan lagi sekadar benda, tetapi pernyataan […]

Pak Uka “Hidup Kembali”: BWCF Ke-14 2025

Oleh Oman Fathurahman* Semenjak Dr. Uka Tjandrasasmita (1930-2010) wafat, saya sering mengatakan di berbagai forum: “Pak Uka, demikian saya biasa menyapa, membawa Arkeologi Islam ikut terkubur bersamanya”. Mengapa? Karena setelahnya, bidang arkeologi Islam senyap sepi peminat, tidak ada kader penerus yang mengkaji batu-batu nisan periode Islam khususnya. Apalagi, yunior Pak Uka, Professor Hasan Muarrif Ambary […]

Keistimewaan Yogyakarta dalam Epistemologi Sabda Raja: Krisis Laku dan Legitimasi

Oleh: Gus Nas Jogja* Yogyakarta, sebuah entitas yang secara fundamental kontra-yuridis terhadap doktrin demokrasi mutlak di Indonesia, adalah sebuah parabel eksistensial yang berhasil dilegitimasi oleh sejarah. Kedaulatannya bersandar pada Undang-Undang Keistimewaan (UUK DIY) No. 13 Tahun 2012—sebuah Konsensus Agung yang secara formal mengangkat Paugeran Adat (sumber Adat Recht) menjadi prasyarat bagi jabatan Gubernur (representasi Positive […]

Jejak Arkeologi Para Peziarah: Batu Nisan Sebagai Manifestasi Aletheia, Sanad, dan Perlawanan Spiritual

Oleh: Gus Nas Jogja* Batu nisan di situs-situs keramat Nusantara berdiri bukan sekadar sebagai penanda akhir, melainkan sebagai Artefak Ontologis—sebuah titik material di mana dimensi Being (Kebenaran Abadi) yang tersembunyi berinteraksi dengan dimensi Becoming (Perwujudan Fana’) yang terlihat. Dalam tradisi spiritual, makam wali adalah Locus Theologicus—tempat yang disucikan dan dipenuhi makna, yang secara fisik menandai […]

Etnografi Ziarah Kubur: Tradisi, Kesakralan, dan Kontestasi Spiritual Kaum Nahdhiyin

Oleh: Gus Nas Jogja* Fenomena ziarah kubur pada kaum Nahdhiyin adalah salah satu ekspresi keagamaan yang paling mencolok dan mendalam. Ia merupakan manifestasi lahiriah dari keyakinan batin yang teguh pada tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja, yang pada praktiknya diperkaya secara fundamental oleh dimensi Tasawuf Ijmali (Tasawuf yang dianut mayoritas) [1]. Ziarah Kubur ini melampaui […]