Pos

Menjadi Saksi: Balada sebagai Zikir Tanah Leluhur

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Menjadi Saksi Langit dan Tanah Saya menulis bukan untuk menentukan makna tanah leluhur, apalagi menafsirkannya dengan tergesa. Saya datang sebagai orang yang menepi: berdiri di pinggir sawah, di batas kebun, atau di bawah pohon tua yang tak lagi ditanya umurnya. Di sana saya belajar mendengar, bukan hanya suara alam, […]

Ekoteologi Ronggowarsito dan Manusia Avatar

Oleh: W. Sanavero*   Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik, Patihnya juga cerdik, semua anak buah hatinya baik, pemuka-pemuka masyarakat baik, namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan. Oleh karena adanya jaman Kala, kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi. Lain orang lain pikiran dan maksudnya.  (Serat Kalatidha, Ronggowarsito) ——-   Masa itu telah tiba (lagi), masa yang disebut-sebut sebagai […]

Film, Pohon, dan Logika Ekologis Kita

Oleh: Purnawan Andra*   Dalam banyak kebudayaan Nusantara, pohon bukan sekadar benda hidup yang berdiritegak. Ia adalah penanda moral, ruang komunal, sekaligus representasi dari cara manusiamemahami posisinya di dalam jagat. Namun dalam imajinasi pembangunan modern, makna ini perlahan disisihkan. Pohondipindahkan dari ranah kultural ke ranah statistik, dari ruang hidup menjadi kolom produksi, darientitas relasional menjadi […]

Kebudayaan Sebagai Ruang Hidup

Oleh Mudji Sutrisno SJ.* 1. Kebudayaan merupakan tata acuan nilai-nilai hidup perjalanan bermartabat bagi anak-anak dari rahimnya, baik sebagai individu maupun komunitas. Anyaman nilai agar hidup bersama itu berharkat bagi masing-masing sebagai manusia, membuat jalan budaya menjadi jalan peradaban. Kebudayaan adalah juga ruang hidup ‘intuitif’, tempat cita rasa estetis yang merayakan dan memuliakan kehidupan dalam […]

Imajisme Transendental dalam Perpuisian: Membaca Tanda-tanda Tuhan melalui Puisi

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Pendahuluan: Pengantar tentang Imajisme dalam Sastra Imajisme adalah aliran dalam sastra yang menekankan penggunaan citraan yang jelas, padat, dan langsung. Gerakan ini dipelopori oleh Ezra Pound pada awal abad ke-20 sebagai reaksi terhadap kecenderungan puisi yang terlalu berbunga-bunga dan bertele-tele. Ezra Pound menetapkan tiga prinsip dasar imajisme: 1. Langsung […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA GOA LAWA Goa Lawa membuka mulutnya seperti rahim purba yang telah menyimpan ribuan kesunyian sebelum nama-nama manusia ditemukan. Dari celah itu, angin keluar perlahan, membawa napas bumi yang berumur lebih tua daripada bukit-bukit sekitarnya. Dinding batu berdiri kukuh seperti pasukan penjaga yang tak terlihat, diukir oleh tetes air yang bekerja dengan sabar sejak zaman […]

100 Tahun Pelukis Genevieve Couteau

Oleh: Agus Dermawan T.*   Genevieve, ibunda peneliti dan budayawan ternama Jean Couteau, adalah pelukis perempuan Prancis yang intens merekam kehidupan Bali. Karyanya tinggi dalam mutu, namun namanya sering dilupakan. Pada 2025 ini, ketika “usia”nya genap 100 tahun, eksistensinya pantas dirayakan. —— JARANG yang ingat bahwa 2025 ini adalah 100 tahun Genevieve Couteau, seorang pelukis […]

Membaca Pesan, Mencermati Tanda: Literasi Budaya Ekologis dalam Musibah Banjir Bandang Minangkabau dan Tapanuli

Oleh: Gus Nas Jogja* Pendahuluan: Kosmos yang Bicara dan Telinga Adat yang Membisu Bencana hidrologis masif yang melanda Sumatera, termasuk wilayah yang secara kultural terikat pada Ekosistem Bukit Barisan (seperti tragedi di Batang Toru dan wilayah Minangkabau lainnya), bukan hanya anomali iklim, melainkan sebuah “Pesan” yang disampaikan oleh alam. Pesan ini muncul akibat rusaknya ekosistem […]

Kreativitas Olah Budaya

Oleh: Mudji Sutrisno SJ*   Kreativitas kebudayaan merupakan misteri dari tetap tumbuhnya kemanusiaan ketika peradaban dihadapkan pada ujian-ujian sejarah. Ujian itu, misalnya, kekejaman politik; penindasan hak asasi; pemasungan alam pikiran merdeka; pengontrolan dan penghapusan pikiran-pikiran kritis dan perbedaan pendapat; dan humanisasi proses-proses bermasyarakat. Tapi, mengapa merupakan misteri? Pertama: karena ruang lingkup kemampuan-kemampuan manusia berada pada […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S

BALADA BATANG PETUNG YANG HILANG Di halaman itu anak-anak bermain bayang sendiri suara mereka seperti angin mengejar bentuk yang tak jadi. Dulu di tengah mereka ada batang petung berdiri menadah hujan menampung cahaya pagi dan mendengarkan burung jalak bertahlil sebelum embun benar-benar pergi. Tak hanya menadah hujan, ia pernah jadi bende penanda waktu, menggetarkan malam […]