Puisi-Puisi Aditya Billy Y Susanto

Kau dan Ragumu

Kau dan ragumu.

Aku terburu-buru.

Mengintip hatimu yang sepi. 

Membawaku pergi untuk mengejar harap yang tak pernah kususun setinggi ini.

Aku dan yakinku.

Membawa sakit yang semestinya tak kubuat sedalam ini. 

(Yogyakarta, 2 Mei 2024)

 

Sebelum Terlalu Jauh

Datanglah kembali.

Ku ingin melihat kau menangis.

Ku ingin melihat kau bersedih.

Dan aku ingin melihat kau keras membenci dan memaki.

Di depanku, di depanku dan di depanku.

Datanglah kembali.

Ku ingin melihat kau sendiri.

Ku ingin melihat kau menari.

Dan aku ingin tidak peduli lagi.

Di depanmu, di depanmu dan di depanmu.

(Yogyakarta, 2 Mei 2024)

 

Ada Bulan di Kakimu

Lalu sanggupkah kita sekali lagi?

Untuk sesuatu yang sering kita ucap dalam setiap pagi?

Kau menyerah dengan luka yang menganga.

Yang sebagian adalah dari perbuatanku (ucapmu).

Tapi perlu kau tau, bahwa akupun sama denganmu.

Yang pada akhirnya harus sembuh dengan semestinya.

Tak ada lagi kata, tak ada lagi ucap, dan tak ada lagi dirimu. 

Yang pada hari itu rembulan tak lagi jatuh di matamu.

(Cirebon, 10 April 2024)

 

Tertinggal

Pada akhirnya kau nampak biasa lagi.

Aku sudah jauh.

Aku sudah pulang.

Dan aku sudah separuh tenang (melihatmu).

Kini giliranmu, yang harus sembuh dari kenangan yang kubagi untukmu.

Sebab akupun sama, harus menyembuhkan luka yang kubuat sendiri.

Lalu bagian akhir dari kau dan aku adalah harus taat pada hati dan masalah masing-masing.

(Cirebon, 14 Maret 2024)

 

Mati Suri

Kesalahan terbesarmu (nanti) adalah jangan pernah mencariku untuk kembali.

Akupun sama denganmu. 

Lahir dari genangan-genangan sepi yang kian hari kian terisi.

Dan kaupun sama.

Sama-sama terbuat dari perasaan yang mudah bosan dan mudah pergi.

Karna bagiku, seluruh hidupku adalah jalan yang harus kutempuh sendiri.

Sampai kepada nanti aku akan berlabuh dengan yang dinama cinta utuh.

Yang berani membersamai dan menyirami hingga pada akhirnya layu dan mati dalam kubur yang sama hingga abadi.

(Brebes, 23 September 2023)

 

Sama

Aku anggap semua tidak ada yang ingin menjadi malam.

Sebab hanya petang, sendiri dan hanya mengingat kisah kelam.

Aku anggap tidak ada yang ingin menjadi siang.

Sebab hanya ada lelah, letih dan kata curang.

(Brebes, 30 Juli 2022)

 

*Aditya Billy Y Susanto. Puisi dan essai nya tersebar di sejumlah media daring. Pernah menerima penghargaan sebagai Penulis Terbaik pada buku “Find It” di tahun 2022. WhatsApp : 085647738635. Instagram : @adityablly. Email : billyaditya.ys@gmail.com