Gombloh Bukan Hanya di Radio
Oleh: Esthi Hudiono*
SEJARAH NAMA GOMBLOH
Gombloh adalah seniman musik yang berkarir di Surabaya untuk Indonesia. Nama asli “Soedjarwoto Soemarsono”. Kelahiran Jombang 12 Juli 1948 saat keluarga mengungsi dari Surabaya. Ia dinamai Gombloh karena kelakuan esentriknya. Julukan ini d iberikan oleh guru, kawan-kawan sekolah dan keluarga serta orang yang mengenal baik tanpa saling tahu. Guru kimia di SMAN 5 Surabaya bernama Hartini menyebutkan nama Gombloh ketika bercakap dengan kakak Gombloh. Di SMAN 5 Surabaya Soedjarwoto mendapat julukan Gombloh. Nama inimenjadi panggilan di sekolah. Menurut Hartini melalui buku “Biografi Revolusi Cinta dari Surabaya” yang d itulis Guruh Dimas Nugraha bahwa kalau melakukan kesalahan, d ia suka pasang tampang tak bersalah. Tindakan ini dalam bahasa Jawa disebut Nggomblohi. Ini istilah yang tepat menggambarkan sosok Soedjarwoto Soemarsono yang cerdas namun tidak penurut.
Sedang julukan Gombloh di rumah berasal dari peristiwa masa kecil di mana ada sapi kerabat di Jombang bernama Gombloh. Sapi ini akan dipotong dan Gombloh tidak terima karena selama ini d ia yang merawat. Gombloh menangisi sapi yang dipotong ini. Kelakuan itu membuatnya dijuluki Gombloh oleh keluarga. Nama Gombloh ini kemudian menjadi nama panggungnya. Nama yang tidak datang secara mendadak. Nama ini mewujud melalui relasinya dengan lingkungan yang ada. Awalnya Gombloh menolak julukan ini untuk karier musiknya namun kemudian ia menerimanya setelah banyak orang menyukai julukan ini.
Lirik Lagu Berbasis Peristiwa Nyata yang Diangkat ke Tingkat Lebih Tinggi
Gombloh seorang yang jalani hidup dengan total dan jujur. Ketotalan ini yang membuatnya memiliki gaya hidup yang esentrik dan nyeleneh. Melalui cara itu Gombloh menjadi seniman yang berhasil menemukan jiwa ketok atautaksunya. Capaian yang miliki keterhubungan dengan capaian para spiritual is. Seniman Gombloh berhasil menemukan panggilan hidupnya setelah ia menjalani karier sebagai penyanyi. Ia tidak hanya sekedar penyanyi untukhidup namun ia adalah penyanyi yang terpanggil untuk memberi harapan dan semangat agar kita tetap cinta tanah air,manusia dan alam. Karena itu diksi lagu- lagu Gombloh ada dalam satu garis konsisten. Lagu- lagunya tidakberbicara di tataran ind ividu semata tetapi bicara tentang keterkaitan ind ividu dengan lingkungannya termasuk berbicara tentang Tuhan.
Keterkaitan Gombloh dengan l ingkungan alam dan sosial membuat Gombloh bisa membaca masalah yang dihadapi oleh rakyat kebanyakan. Interaksi melalui kluyuran yang d ilakukan ini yang membuat Gombloh mengolah masalah itu dengan d ijadikan lagu. Lagu-lagu Gombloh bertema patriotisme-nasionalisme warganega- ra,kemanusiaan pada orang-orang susah dan ekologi. Sekaligus Gombloh menjadi pencatat sejarah sosial melaluilagu ciptaannya. Dengan demikian lagu menjadi alat dokumentasi sejarah sosial. Lagunya juga ada yang bernadaprotes terhadap pemerintah Orde Baru yang abai terhadap rakyat terutama yang terpinggirkan dan tersingkir. Meskipemerintah abai terhadap rakyat bawah namun Gombloh memberi pesan agar rakyat tetap mencintai Indonesia.
Pesan ini disampaikan dalam karya besar yang sering disebut sebagai magnum opus berjudul KEBYAR-KEBYAR. Lagu ini sekarang diakui sebagai lagu nasionalisme. Yang oleh banyak kalangan disebut sebagainasionalisme kedua setelah Indonesia Raya.
Untung Hadi penyiar radio Arief Rahman Hakim Jakarta bertanya ke Gombloh: “Mas lirik lagu Kebyar-Kebyar menyebut Merah Darahku, Putih Tulangku. Kenapa hanya ada darah dan tulang saja. Dagingnya mana?”. Jawab Gombloh: “Itu pertanyaan yang saya tunggu-tunggu. Baru kal i ini ada orangyang kritis terhadap lagu itu”. Jawab Gombloh yang ditulis di buku Guruh Dimas Nugraha berjudul “Biografi Gombloh: Revolusi Cinta dari Surabaya” halaman 48:
“Begini, kenapa hanya darah dan tulang saja, karena darah melambangkan keberanian Indonesia, dan tulang melambangkan ketegaran sekaligus kekuatan bangsa ini. Lantas kenapa tidak ada daging? Daging itu saya maknai sebagai kekayaan negeri kita yang katanya gemah ripah loh jinawi. Indonesia mempunyai keberanian, punya ketegaran dan kesucian terkait religiusitas masyarakatnya; hanya sayang, kita tidak punya daging. Kekayaan bangsa kita itu sudah hilang entah ke mana. Bangsa yang kaya namun rakyatnya masih banyak yang hidup susah; karena kekayaan negeri diserap habis oleh pengusaha-pengusaha asing. Mereka tinggal punya keberanian dan kesucian hati saja. Tapi tidak mengapa, karena hanya berbekal dua itu saja, saya yakin kelak daging sebagai kekayaan negeri akan direbut kembali, hingga menyatu dengan daging dan tulang”. Lanjut Gombloh yang bersifat visioner
“Kebyar-Kebyar adalah usaha saya untuk membangkit- kan semangat cinta tanah air. Dengan keberanian dan kesucian, kita akan menjadi bangsa yang besar. Kekayaan yang kita punya, yang selama ini ada di tangan investor danmafia-mafia, saya percaya kita akan bisa merebutnya kembali ke tangan kita, asalkan kita punya keberanian dan kesucian tekad. Jika semua sudah terlaksana, percayalah, langit Indonesia akan senantiasa berkebyar dalam riup gemerlap, kita akan menjadi bangsa besar yang tak terkalahkan”.
Untung Hadi melanjutkan pertanyaannya: “Setelah Kebyar-Kebyar, rencananya akan menciptakan lagu apa lagi? Apakah tetap konsisten dengan lagu-lagu patriotik?”. Jawab Gombloh: “Lagu patriotik tetap ada dalam rencana saya. Saya begitu cinta dengan bangsa ini. Duapuluh empat karat!”.
Sebagai catatan bahwa kelahiran lagu Kebyar-Kebyar melalui situasi humoris yang d imulai dari Wisnu Padma main piano yang menghasilkan irama bagus. Gombloh terkesima dengan irama ini sehingga menjadikannya lagu. Lirik Kebyar-Kebyar tidak otomatis muncul. Munculnya ketika Gombloh masuk angin dan kemudian ia ke kamar mandi di studio musik. Di kamar mandi ini lirik jadi. Gombloh menyanyikan lirik Kebyar-Kebyar pertama kali di kamar mandi. Orang-orang yang ada di studio menjuluki bahwa lagu ini lahir dari kerokan dan kamar mandi serta meramalkan bahwa lagu ini bakal menjadi hit.
Untuk memahami apa yang saya tulis di atas maka saya tuangkan lirik lagu Kebyar-kebyar:
Kebyar-kebyar
Indonesia, merah darahku
Putih tulangku, bersatu dalam semangatmu
Indonesia, debar jantungku
Getar nadiku, berbaur dalam angan-anganmu
Kebyar-kebyar pelangi jingga
Indonesia, nada laguku
Simfoni perteguh, selaras dengan simfonimu
Kebyar-kebyar pelanggi jingga, wo
Biarpun bumi berguncang
Kau tetap Indonesiaku
Andaikan matahari terbit dari barat
Kau pun Indonesiaku
Tak sebilah pedang yang tajam
Dapat palingkan daku darimu
Kusingsingkan lengan
Rawe-rawe rantas
Malang-malang tuntas
Denganmu,
Gombloh mampu memotret jiwa Indonesia dengan isi pluralitas yang ada yang dituangkan dengan diksi dan kata yang begitu pas. Lagunya menunjukkan intelektualitas dan intuisi tinggi. Itu karya seniman yang telah men-capai dimensi spiritualitas yang telah terhubung dengan pengamat dalam diri yang disadari Gombloh. Karena itu karya-karya Gombloh menjadi klasik dan relevan dengan jaman sekarang. Sekaligus karyanya secara otomatis memilikienergi untuk membangun karakter dan membangun rasa kebangsaan. Rasa kebangsaan yang mustahil dibentukjika tidak ada iman para pendiri bangsa.
Iman para pendiri bangsa inilah yang d itangkap dan d iteruskan oleh Gombloh. Gombloh peduli pada anak muda. Lagu-lagunya banyak memberi pesan untuk anak muda seperti lagu “PesanBuat Kaum Belia”. Lagu ini terinspirasi oleh bingkai kata mutiara di Radio Jakarta dari anak muda penggemar musikdengan tulisan “Hari Ini dan Esok Milik Kita”. Kalimat ini mengusik Gombloh yang kemudian d ikaitkan dengan ucapan Bung Karno “Berikanlah aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengubah dunia”. Lahirlah lagu “Pesan Buat kaum Belia”. Liriknya sebagai berikut:


Event berawal dari pertemuan di Hari Musik di makam WR Soepratman
Pesan Buat Kaum Belia
Hey kaum belia adakah di smangatmu
Bara-bara merah membakar di tanganmu
Yang akan menuang dalam tugas-tugasmu
Apakah kau sadari tentang itu?
Key kau belia adakah di anganmu
Kebanggaan yang besar cita-cita bangsamu
Yang akan menebar dalam karya-karyamu
Apakah kau sadari tentang itu?
Bangsamu takkan jadi besar tanpa kamu dan kamu
Bangsamu takkan jadi tegar tanpa ide-idemu
Berbuadah sesuatu saudaraku
Acungkan genggam tanganmu saudaraku
Dalam jalur yang benar
Hey kaum beliau adakah di hatimu
Mawar-mawar merah yang mekar dan menumbuh
Yang akan mewangi dalam pengabdianmu
Semoga kau sadari tentang itu.
Lirik lagu di atas Gombloh membahas pengabdian anak muda untuk negeri. Di lirik lagu lain berjudul“Skala” Gombloh berpesan untuk anak dengan kal imat lirik “pelihara alam negeri ini untuk esok hari, untuk bekal nanti”.
Selain ada lagu Pesan untuk Kaum Belia. Ada lagu Gombloh yang menampilkan karakter anak muda yang luarbiasa. Anak itu adalah anak Kusni Kasdut-perampok yang dihukum mati. Ia adalah pejuang perang kemerdekaanyang d itolak masuk korps militer. Penolakan ini membuatnya marah sehingga merampok untuk dibagi ke orang-orangmiskin. Anak Kusni Kadut bertemu ayahnya bersama ibunya menjelang penembakan mati dirinya. Anak inimenyatakan di hadapan wartawan yang d itonton Gombloh bahwa bapaknya meminta agar keluarga bisa memaafkandirinya. Pernyataan berikut ini yang menjadi sumber inspirasi lirik lagu Nyanyian Anak Seorang Pencuri: “Biarjalan yang d itempuh adalah jalan hitam, tapi d ia tetap Bapak saya. Seorang Bapak yang sudah berjuang menghidupikeluarganya”. Berikut lirik lagu:
Nyanyian anak seorang pencuri
Tak seujung rambutpun aku membencimu
Walau ku tahu kau berada di jalan yang salah
Tapi tanganku gemetar Ketika kau berlinang pandang
Dan matamu berkata: “maafkan aku anakku”
Tak secuilpun kata aku mengejekmu
Walau kutahu kau berdusta
Karena akupun menyadari kau berbuat untuk aku jua
Kadang ku berprasangka.. maafkan aku bapakku
Kaulah figure seorang bapak, kaulah figur seorang
Lelaki yang tampan dihatiku
Ku tak malu jalan ke depan
Ku tak malu beradu pandang dengan mereka
Walau kau seorang pencuri
Saling bersiul burung-burung gereja di batas kebebasanmu
Tapi ku kan mengharap, akan datang menjemputmu
Dan matamu berkata “berjalanlah kau di jalanmu”
Seiring dengan doaku, ucapkan kalimat satu :
Tuhan itu berkuasa
Selanjutnya soal masalah ekologi yang menjadi lirik lagu Gombloh. Tema ekologi yang ditulis relevan dengan masalah sekarang dan mulai menjadi kesadaran sosial setelah covid datang. Lagu berita cuaca yang d itulis tahun
1982 menggambarkan masalah masa kini di mana ketidakmenentuan cuaca menjadi masalah Indonesia dan dunia.Demikian contoh lagu ekologi berjudul Berita Cuaca.






Foto foto di atas fase ketemu anak Gombloh bernama Remi Wicaksono dan mantu bernama Maria Erie yang ada hubungan baik dengan penggemar Gombloh dari Serang Banten bernama Cep Ocim. Lalu bernama Kelompok Penyanji Jalanan (KPJ) Siwalankerto-Indrie dan Untung berziarah ke makam Gombloh-musisi, Cak Durasim- ludruk dan Viki Vendy-penyanyi “Selamat Jalan Gombloh”.
Pertemuan di event Hari Musik di makam WR Soepratman yang kemudian dilanjutkan dengan ziarah adalahmoment yang memicu Galuh Dimas Nugraha sebagai salah satu penggemar Gombloh yang tergabung di Mogersmencetuskan event untuk Gombloh di hari lahirnya yakni 12 Juli 2026. Event yang telah digagas tahun 2025 Magers. Dimas mengundang Esthi Susanti Hudiono untuk bergabung di event ini dengan awal mengajak Abdoel Semute-Omah Ndhuwur Bangunrejo.
Berita Cuaca
Lestari alamku, lestari desaku
Di mana Tuhanku menitipkan aku
Nyanyi bocah-bocah di kala purnama
Nyanyikan pujaan untuk Nusa
Damai saudaraku, suburlah bumiku
Kuingat ibuku dongengkan cerita
Kisah tentang jaya Nusantara lama
Tenteram kartaraharja di sana
Mengapa tanahku rawan kini?
Bukit-bukit pun telanjang berdiri
Pohon dan rumput enggan bersemi kembali
Burung-burungpun malu bernyanyi
Kuingin bukitku hijau Kembali
Semat rumpun pun tak sabar menanti
Doa ‘kan kuucapkan hari demi hari
Dan kapankah hati ini lapang diri?
Damai saudaraku, suburlah bumiku
Kuingat ibuku dongengkan cerita
Kisah tentang jaya Nusantara lama
Tenteram kartaraharja disana
Di mana Tuhanku menitipkan aku
Kami’ kan bernyanyi di purnama nanti
Nyanyikan bait Padamu Negeri
Lirik lagu Berita Cuaca adalah kritik Gombloh terhadap perlakuan manusia terhadap alam. Kritik bisa kita tangkap dari satu paragraf lirik dari 6 paragraf di paragraf ke-3 demikian bunyinya: “Mengapa tanahku rawan kini? Bukit- bukit pun telanjang berdiri, Pohon dan rumput enggan bersemi kembali, Burung-burungpun malu bernyanyi. Gombloh ingatkan kita bahwa alam itu dititipkan Tuhan kepada kita untuk anak cucu. Ini cara perubahan sosial gayaGombloh melalui estetika. Kalau didengarkan berulang maka ini bisa menjadi “mantera” perubahan perilaku.
Lirik lagu Gombloh juga banyak bernada kritik terhadap masalah kemanusiaan yang d ia lihat dan dengar dalam kehidupan sehari-hari. Lirik lagu Gombloh d iteliti oleh Mar- tin Hatch-seorang ethnomusicology dari Cornell University. Judul karya ilmiahnya “Social Criticism in the Song of
1980`s Indonesian Pop Country Singers”. Martin Hatch menilai Gombloh seorang kritikus sosial melalui lagu.
Jadi lirik lagu Gombloh semua berbasis peristiwa nyata yang d iangkat ke dalam ide dengan merujuk sejarah dan tradisi yang ditemukan dalam bacaan buku. Gombloh menyambung masa kini dan masa depan melalui masa lalu.Sebagai contoh pertanda Gombloh melanjutkan iman pendiri bangsa terlihat di lagu berjudul BK. Lagu itu singkatan Bung Karno. Gombloh menggunakan singkatan nama sebagai judul karena ada masalah represi dari pemerintah Orde Baru terhadap Bung Karno. Karena itu Gombloh menyiasati dengan menulis singkatan.
Aspek Gombloh sebagai pengkritik sosial terlewatkan dari pengamatan kita. Kritik-kritik yang d ilontarkan tak bangkitkan emosi. Hanya orang yang kritis dan sadar bisa membacanya. Berikut ini contoh kritik sosial Gombloh terkait dengan kehidupan sehari-hari rakyat yang dia lihat. Judulnya “Selamat Pagi Kotaku”. Lirik lagu ini berbicara tentang cucu dan pemilik warung di dekat Balai Pemuda. Cucu ingin makan roti dan pemilik warung sibuk urusbayi. Pemilik warung meninggal dan membuat Gombloh sedih. Kematian pemilik warung di Balai Pemuda-langganan seniman bernama Bu Dah. Sebelum ia meninggal, suaminya terbunuh oleh carok. Kematian prematur rakyat (suami dan Bu Dah) adalah bersumber dari masalah sosial yang belum bisa d ipecahkan demikian pendapat Gombloh dengan bahasa lain. Lirik lagu tersebut sebagai berikut:
SELAMAT PAGI KOTAKU
Aku dilahirkan di kota
Di bangsal rumah sakit tua
Rumahku sebaya umur kakekku
Berdinding batu separuh bambu
Dan aku coba mengerti
Walau aku sering memaki
Tingkah-tingkah kotaku yang panas
Berbaur debu dan keringat di badanku
Orang bilang kotaku kejam
Tak beda usia tak beda warna
Bagai tangan hitam cengkeram
Tubuh-tubuh tergolek disana
Dulu aku tak peduli
Walau aku sering kerutkan dahi
Detak jantung berpacu dengan nafsu
Sering terlihat nyata di depanku
Satu ketika ku berkhayal
Hidup ini bersinar merata
Tapi lamunanku buyar
Oleh mimik seorang bocah
Gelandangan kecil berdiri
Dengan rasa ingin memiliki
Sepotong roti di toko yang bersih
Dan berjendela kaca
Ku lihat seorang perempuan baya
Dengan orok di pangkuannya
Larut malam di kaki lima
Menunggu warung kopi miliknya
Tak berdinding beratap rumbia
Menempel di emper toko megah
Esok pabila mentari tiba
Ku tak tahu ia dimana
Kepincangan demi kepincangan
Tak membuat aku jera
Kehidupan yang keras ini
Akan kuhadapi jua
Tanpa terasa aku tengadah
Kepada-Nya aku meminta
Kotaku kan tegar berdiri
Bukan hanya untuk satu generasi
Fungsi Lirik Lagu Gombloh untuk Masa Kini
Lirik lagu-lagu Gombloh relevan dengan masalah masa kini. Masalah itu adalah wajah rakyat yang luput dari perhatian kebijakan dan orientasi pembangunan, masalah patriotisme dan nasionalisme warga dalam semangat mengalah dan berkorban, masalah ekologi dan yang terakhir masalah kepedulian serta solidaritas sesamawarganegara terhadap sesama.
Lagu-lagu Gombloh memiliki kekuatan untuk langsung membangun karakter dan membangun rasa kebangsaan. Sekaligus ia mengingatkan untuk kembali sadar atas tindakan salah yang terjadi. Baik itu dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah. Karena itu kita layak mengumandangkan lagu-lagu Gombloh. Lagu-lagu Gombloh berbicara masa depan baik yang harus direbut. Inilah iman Gombloh. Kini kita wajib meneruskan iman tersebut dengan mengumandangkan lagu-lagu Gombloh dengan tema patriotik, kemanusiaan dan ekologi di hari kelahirannya pada tanggal 12 Juli 2026. Selain itu kita juga wajib menghargai karyanya untuk negeri Indonesia. Pemerintah pusat telah memberi penghargaan tertinggi maka selayaknya kota Surabaya juga menghargai apa yang telah dilakukan untuk Surabaya dan Indonesia. Untuk ini para penggagum dari masyarakat sipil Surabaya membentuk panitia berjudul “Gombloh Bukan Hanya Di Radio”.
Kepanitian ini menggagas adanya penghargaan dari pemerintah Surabaya dengan memberi nama ruang untukGombloh dan mengadakan event menyanyikan lagu- lagu Gombloh, meludrukkan hidup Gombloh dan pameran memorabilia Gombloh di ruang publik.
Event yang dirancang
Event Gombloh Bukan Hanya di Radio 2026 telah berproses sejak Maret 2025 di komunitas penggemar Gombloh bernama Mogers (Memories of Gombloh). Ide awalnyadari Guruh Dimas Nugraha yang ingin memamer- kan foto-foto Gombloh yang kemudian d ikembangkan YusufAfand i untuk adakan memorabilia Gombloh (yang d ipamerkan segala hal yang terkait dengan Gombloh) denganjuga adakan live musik. Tempat yang dipilih adalah Balai Pemuda, mengingat latar belakang hidup Gombloh. Bud iHaryoso menanggung urusan Lokasi dan sudah memesan waktu dan tempat selama 5 hari dari tanggal 9 Februari 2026.
Sekaligus Yusuf usulkan untuk meminta pemerintah kota Surabaya memberi nama Gombloh di ruang publik yang ada. Di kalangan penggemar ada gagasan memindah patung Gomboh yang ada di Siolak e Balai Pemuda atau pintu masuk Surabaya (ide ini belum d itindaklanjuti di event ini).
Acara ini tak terlaksana di jadwal yang d itetapkan. Lalu ide pameran, live musik dan talk show dimunculkan kembali oleh Guruh Dimas Nugraha di hari musik 9 Maret 2026 untuk mengadakan event di hari lahir Gombloh tanggal 12 Juli 2026. Lalu Dimas mengajak komunitas di luar Mogers untuk mengadakan event ini dengan membentuk kepanitiaan. Dari Maret hingga akhir Mei 2026 telah terjadi dialektika bentuk event yang diadakan dengan mempertimbangkan kemampuan untuk melaksanakan-nya.
Jadi pemberian penghargaan dari pemerintah kota Surabaya dengan memberi nama Gombloh untuk ruang yangtepat telah berproses sejak tahun Maret 2025 di kalangan Mogers. Salah satu yang diajak Dimas menjadi panitiaadalah Heri Lentho-maestro pertunjukan. Ia menggagas pemberian penghargaan ke Gombloh dengan mengusulkannama ruang pertunjukan di Balai Pemuda dengan nama “Lokaseni Gombloh”. Gagasan ini yang disetujui panitiakarena terkait dengan apa yang sudah berproses.
Gagasan inilah yang menjadi spirit dari event “Gombloh Bukan Hanya Di Radio 2026”. Spirit yang menjaditujuan untuk d isampaikan ke walikota dan jajarannya serta DPRD Surabaya sebagai permintaan dari para penggemarGombloh dan pecinta Indonesia.
Heri Letho paham siapa Gombloh karena ia juga penggemar musik Gombloh. Ia yang menggagas perbaikan makam Gombloh bersama Rokim Dakas yang menjadi panitia yang d isampaikan ke pemerintah Surabaya yang terwujud. Selain itu Heri juga memahami sejarah kesenian dan kebudayaan Balai Pemuda tempat Gombloh tinggal danberkarya pada awal karier musiknya. Band Lemon Trees Anno‘69 yang d idirikan Gombloh bersama Leo Kristi, FrankySahilatua dan Naniel C. Yakin awalnya berkiprah di Balai Pemuda. Oleh fans Gombloh yang tergabung dalam Mogers bahwa Gombloh, Leo Kristi dan Franky Sahilatua disebut sebagai “3 Troubadour:Pahlawan Musik dari Surabaya”. Balai Pemuda tempat Gombloh menempa jiwa musiknya sehingga ia berhasil menemukan jiwa ketok atau taksunya.
Karena itu Henri mengenal istilah Lokasari yang pernah dipakai untuk gedung pertunjukan di Balai Pemuda dulu yang sekarang menjadi gedung DPRD Surabaya. Nama ini diusulkan hendak dihidupkan kembali sebagai pertanda bangkitnya marwah kesenian dan kebudayaan yang ada di Balai Pemuda yang telah melahirkan sosok nasionalis, humanis dan pecinta lingkungan bernama Gombloh. Harapan panitia penghidupan nama itu akan menghidup- kankembali spirit berkesenian dan berkebudayaan yang terhubung dengan masalah-masalah masyarakat yang nyata.Seniman dan seniwati menjadi bagian dari perkembangan peradaban Surabaya, Indonesia dan Dunia seperti yang diimpikan Heri Letho dan panitia.
Itu juga pertanda titik balik dunia seni dan budaya dengan merumuskan paradigma. Paradigma berkesenian danberkebudayan yang ditawarkan adalah inspirasi karya bersumber dari masalah hidup manusia berhadapan dengannegara, kemanusiaan dan ekologi. Masalah ini didialogkan dengan literasi, tradisi, budaya, alam dan Tuhan.Gombloh adalah teladan pembuka jalan paradigma baru ini.
Dari Gombloh kita belajar tentang seniman yang ikut serta dalam karakter dan pembentukan rasa kebangsaan makaia harus memiliki intelektualitas. Seperti tulis Dimas dalam buku biografi Gombloh: “Melek literasi adalah prasyaratutama bagi para pecinta lagu. Di balik keseder- hanaan dan penampilan awut-awutannya, Gombloh telah mengaktualisasikan dirinya sebagai Musisi intelek yang memiliki pengetahuan lebih pada khasanah sastra, sosial politik, wawasan kebangsaan hingga disiplin ilmu lain yang kerap ia pakai dalam penulisan liriknya. Ialah musisi patriotis dan nasionalis sejati di era modern. Tidak berlebihan jika Gombloh disebut sebagai “Bapak Musisi Nasionalisme Modern Indonesia”.
Mengapa hanya Gombloh yang diajukan untuk pemberian nama Gombloh untuk salah satu ruang publik yangada di Surabaya? Dari ketiga pemusik hebat itu hanya Gombloh yang menetap di Surabaya. Kecintaannya pada Surabayajuga bersifat total. Karena itu dalam setiap show yang d ilakukan Gombloh selalu d ibuka dengan menyebut kotaSurabaya. Saat ini hanya Gombloh yang mendapat penghargaan tertinggi negara di bidang kebudayaan berupaBintang Budaya Parama Dharma yang d ianugrah- kan oleh Prabowo-Presiden Republik Indonesia tahun 2025.Penghargaan d iberikan Gombloh sebelumnya tahun 2005 yakni Penghargaan “Nugraha Bhakti Musik Indone- sia oleh PAPPRI”. Lalu tahun 2006 Gombloh pada hari Pramuka di Cibubur Presiden Jokowi mengalungkan medali kehormatanbagi Musisi Gombloh yang d iwakilkan oleh Remy-putranya.
Gombloh atas dasar pengakuan pemerintah yang sebelumnya mendapat begitu banyak apresiasi warganegaraIndonesia. Bahkan karya Gombloh d iterima semua kalangan adalah prestasi yang layak diteladani. Ia adalah senimanlintas batas status dan kelas. Dengan karya-karya yang berbicara masalah-masalah sosial terutama masalah sosial ekonomi rakyat kebanyakan maka pantaslah nama Gombloh disandingkan dengan kata Lokaseni. Nama LokaseniGombloh inilah yang diusulkan untuk nama gedung pertunjukan Balai Pemuda. Harapannya adalah perkenan walikota dan jajarannya dengan dukungan DPRD Surabaya mendukung pemberian nama Lokaseni Gombloh untuk gedungpertunjukan yang ada di Balai Pemuda.
Panitia Gombloh Bukan Hanya di Radio 2026 melalui audiensi dan proposal ini berharap gagasan itu dikabulkan. Seandainya ada pengabulan dari pemerintah maka pada tanggal 12 Juli (hari kelahiran Gombloh) 2026 maka panitia sekaligus merencanakan event peresmian nama gedung tersebut di gedung pertunjukan Balai Pemuda.Event direncanakan tanggal 12 Juli 2026 dengan mengadakan Live Musik lagu-lagu Gombloh dan pertunjukanLudruk dengan lakon Gombloh di Gedung pertunjukan Balai Pemuda. Di event ini harapannya adalah walikotaSurabaya meresmikan nama Lokaseni Gombloh di pembukaan event.
Tujuan diadakan Event
Tujuan event ini adalah pemerintah kota Surabaya memberi penghargaan kepada Gombloh dengan namanya d icantukan di salah satu ruang publik yang ada. Sekaligus mengadakan acara hiburan dan pendidikan karakter serta pembangunan rasa kebangsaan ke warga Surabaya yang Hadir di acara dengan cara Gombloh.
Seperti tulis Guruh Dimas Nugraha yang meneliti biografi Gombloh dalam buku yang ditulis “BiografiGombloh:Revolusi Cinta dari Surabaya”. Kata Gombloh kepada Soelih dan Ratih-penyanyi lagu-lagunya tentang harapannya untuk pendengar lagunya:”Jadi seniman itu harus smart. Paling tidak, orang datang ke konser dan mendengar lagu kita itu ketika pulang bisa dapat bahan perenungan. Jadi gampangannya: berangkat senang, pulangjadi pintar”. Harapan ini yang d iharapkan panitia ketika mendengarkan lagu-lagu Gombloh di ruang publik Surabayadan gedung pertunjukan Balai Pemuda.
Panitia “Gombloh Bukan Hanya di Radio” 2026
Panitia event ini dilaksanakan oleh beberapa organisasi yakni 1) Jati Swara dengan PIC Heri Lentho dengan didukung oleh Siti Nur Khamimah dan Sugeng, 2) KISPI (Komunitas Inklusi Sosial untuk Perdamaian Indo- nesia) dengan PIC Esthi Susanti Hudiono, 3) KPJ (Kelompok Musik Jalanan) Siwalankerto dengan PIC Dewi Indayani dan Untung, 4) Mogers (Memories of Gombloh) dengan kurator musik Gombloh yakni Yusuf Afandi-Ketua Mogers, GuruhDimas Nugraha-Mogers dan Sapu Jagat dan Cep Ocim Mogers Serang. Lalu untuk live musik d idukung oleh ArulLamandau, 5) Sanggar Seni Omah Dhuwur- dengan PIC Abdoel Semute. 6) Rumah Balada Indonesia Banten dengan PIC Cep Ocim. Lalu pendukung event ini adalah Budi Haryoso-Aktivis Kebudayaan, Johny Hartono-Hotel MaxOneDharmahusada, Dona-Suara Merdeka, Guruh Dimas Nugraha-Disway.




Sebagian foto rapat-rapat yang d iadakan dengan beberapa organisasi dan komunitas bergabung. Nama telah berkiprah untuk Gombloh yang bergabung antara lain Heri Lentho, Budi Haryoso, Rokim Dakas, Yusuf Afandi, Sugeng, Arief, Dona, Arul.


Panitia mengajak hotel MaxOne Dharmahusada untuk bergabung mendukung acara ini dengan menjadikan hotelnya sebagai alamat panitia.
Pembiayaan Event
Finansial untuk pelaksana event Gombloh Bukan Di Radio 2026 bersumber dari donasi pribadi dan lembaga yangjumlahnya tergantung kerelaan. Donasi dikirim ke BCA dengan nomer rekening bersama antara Guruh DimasNugraha dan Esthi Susanti Hudiono. Nomer rekening BCA adalah 0883327800. Harapan ada dukunganpemerintah atas penyelenggaraan event di Balai Pemuda jika usulan pemberian nama Lokaseni Gombloh dikabulkandengan mengratiskan gedung dan fasilitasnya.
Uang yang masuk akan diumumkan secara terbuka dan penggunaannya d iawasi oleh pengawas panitia yakni Probo Darono Yakti-Dewan Kebudayaan Surabaya, Rokim Dakas-Dewan Kebudayaan Surabaya dan Heri Lentho-Jati Swara.

Rujukan riwayat hidup Gombloh dari buku yang d itulis Guruh Dimas Nugraha berjudul “Biografi Gombloh: Revolusi Cinta dari Surabaya”. Penerbit Airlangga
Surabaya, 17 Juni 2026
Panitia Gombloh bukan Hanya di Radio
*Esthi Susanti Hudiono — Aktivis kemanusiaan, penulis, dan pegiat sosial Surabaya yang banyak bergerak dalam isu pendampingan masyarakat rentan serta ketua panitia acara “Gombloh Bukan Hanya di Radio” 2026.





